
Hari berlalu, malam yang basah karena hujan kini sudah di gantikan dengan cerahnya mentari pagi. Kedua wanita itu sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Setelah sholat subuh, mereka sepakat untuk berbagi tugas, Rima menyapu dan mengepel lantai sementara Sonia memasak untuk sarapan pagi dan bekal mereka.
Rima ternyata membawa sepeda motor yang dia beli dari menabung, walaupun motor bekas tapi gadis itu bangga bisa memilikinya. Setelah berpamitan dan tidak lupa Sonia dan Rima saling bertukar nomor handphone, kunci rumah juga masing-masing sudah pegang.
Hari ini Sonia kembali merasa lega karena Zaki masih berada di luar negeri, wanita itu berharap saat dia keluar nanti mereka tidak bertemu. Tadi malam Sonia sudah mengirimkan surat lamaran kerja ke perusahaan ZA Group, dan berharap segera mendapatkan balasan. Karena setelah itu dia akan segera mengajukan pengunduran diri, beruntung ijazah nya sudah dia ambil jauh-jauh hari. Hal itu bisa dia lakukan karena kedekatan dengan sang owner, jadi tidak ada yang membuat langkahnya tertahan ketika tidak disetujui untuk keluar.
Event grand opening ini adalah momen terakhir Sonia bekerja di prameswara Group, dia harus bisa membuat Zoya puas dan senang agar tidak ada kisah buruk saat dia keluar dari perusahaan itu.
Hari berganti dan kini sudah waktunya pulang kerja, Sonia melihat motor Rima sudah di garasi. Dengan langkah santai Sonia masuk kedalam rumah setelah mengucap salam dan dijawab oleh Rima, setelah membersihkan diri dan melaksanakan sholat magrib, mereka pun sibuk di dapur menyiapkan makan malam sederhana sambil berbincang dan bercanda.
Padahal baru tadi malam mereka berdua kenal, tapi saat ini terlihat sudah seperti bertahun-tahun mereka bersama.
"Mbak, aku ada kabar baik." Ucap Rima sambil meracik bawang. Sonia yang sedang menggoreng tempe pun memutar badannya agar bisa melihat Rima.
"Apa tuh kabarnya?" Tanya Sonia dengan tatapan penasaran.
"Besok aku udah mulai kerja kak, Alhamdulillah diposisikan di bagian admin." Jawab Rima dengan riang. Sonia yang mendengar kabar itu langsung tersenyum lebar menunjukkan barisan giginya yang rapi.
Mereka Pun melanjutkan obrolan sampai hidangan matang semua dan kini keduanya sudah pindah ke ruang tengah. Karena belum ada kursi makan, jadilah mereka berdua makan di atas tikar.
Sonia sangat bersyukur ternyata dia bisa merasakan kehangatan keluarga, pulang kerja bisa tertawa dan bercanda. Allah begitu cepat menggantikan kesedihannya dengan kebahagiaan.
Satu hal yang Sonia lupa menanyakan dimana Rima bekerja, dan hal itu terlewat begitu saja karena keduanya kini sudah ngantuk berat. Saat masuk kamar, sonia melihat ponselnya dan ternyata ada beberapa pesan yang belum dibacanya karena asyik ngobrol dengan Rima.
Pesan dari Zaki dia abaikan, sengaja tidak dibukanya. Sonia tidak ingin membuat hatinya goyah, biarlah saat ini begini saja. Niatnya ingin menjauhi Zaki sangat kuat, kebaikan Zoya kepadanya dijadikannya motivasi untuk bisa menghilangkan semua rasa dari laki-laki yang pernah ada di hatinya.
Ada pesan dari Ameer, dengan cepat dia buka. Rasa senang langsung membuat mata beratnya kini terbuka dengan sempurna. Bergegas wanita itu membuka laptop dan membaca surel yang dikirimkan oleh perusahaan ZA.
__ADS_1
Sonia tidak menyangka kalau secepat itu dia mendapatkan pekerjaan baru, seakan semua serba ajaib. Tiap keinginannya begitu cepat Allah kabulkan, hal ini membuat Sonia semakin yakin Allah telah mengampuninya dan memudahkannya untuk bisa hijrah dari kehidupan masa lalunya.
Sonia membalas surel dan bersiap membuat surat pengunduran diri, gadis itu tersenyum sumringah dan kembali naik ke ranjangnya untuk istirahat.
Sebelum tidur wanita itu masih sempat melihat satu pesan yang masuk, dan itu dari Kabir. Pria itu mengatakan kalau besok adalah sidang pertama perceraiannya, dia diminta hadir tapi jika tidak bisa pun tidak masalah.
Sonia membalasnya dengan satu kata super singkat.
"Ya."
Malam beranjak dengan pelan namun pasti, kini kedua wanita Itu sudah berada di alam mimpi.
*****
Di belahan bumi yang lain, seorang pria dewasa nampak gelisah. Sudah berapa hari ini Sonia mengabaikan kiriman pesannya, Zaki merasa Sonia semakin menghindarinya.
Itu artinya dia akan semakin lama pulang kembali ke tanah air. Dengan rasa kesal Zaki berusaha menghubungi sang istri, berharap mendapatkan informasi darinya.
Zoya yang mendapatkan telepon dari sang suami merasa senang, wanita itu baru sadar kalau sudah berapa hari ini mereka tidak saling bicara dan hanya chat saja.
"Honey, gimana kabarmu?" Tanya Zoya langsung memulai pembicaraan.
"Aku lelah sayang, masalah disini baru saja teratasi dan besok aku akan lanjut ke negara lain. Bagaimana kabarmu sayang?" Tanya Zaki yang merasa hatinya sedikit menghangat.
Rasa rindu kepada sang istri tiba-tiba membuat dadanya sesak, pria itu melonggarkan dasi yang seakan mencekik leher kokohnya.
"Semua aman honey, dan aku merencanakan untuk membuat grand opening supermarket, dengan acara dan akan diisi oleh beberapa selebriti. Salah satunya aku mengundang ustad Zaid, aku sudah meminta Sonia untuk mengurus semuanya honey." Ucap Zoya panjang lebar.
__ADS_1
Deg!
Nama itu disebut dan membuat Zaki mengambil oksigen dengan rakus. Hanya mendengar nama Sonia, membuat pria tampan yang sedang gelisah itu sedikit tenang.
"Apakah Sonia mampu menanganinya sayang? Karena dia kan baru saja menempati posisi baru di divisi itu." Tanya Zaki.
Aku yakin Sonia mampu, sejauh ini persiapan sudah lebih dari yang aku perkirakan. Dia sungguh bisa diandalkan honey, oya ternyata orangnya sangat menyenangkan. Aku akan menjadikan dia temanku honey, kamu tau kan … aku sangat pemilih dalam berteman." Ucap Sonia.
Wanita itu sangat antusias bercerita, tanpa sedikitpun memberikan waktu kepada Zaki untuk menyela. Sementara Zaki merasa mati gaya dengan pernyataan sang istri yang akan menjadikan Sonia sebagai teman terpilihnya.
"Ehem … good, aku senang mendengarnya dan aku sangat mendengar istri cantik ku ini, sangat bersemangat dengan divisi baru yang kita buka. Tapi maaf sayang, kemungkinan aku tidak bisa datang di tanggal itu." Ucap Zaki sendu. Zoya hanya tersenyum maklum.
"Tenang saja sayang, aku akan mengatasinya bersama Sonia. Kamu jaga kesehatan honey," ucap Zoya meyakinkan. Perbincangan mereka pun kembali mengalir membahas ini itu dan sesekali mereka pun tertawa bersama.
"Sayang, apakah kamu kenal atau pernah dengar nama ZA Group?" Tanya Zaki.
"Ya, siapa yang tidak tau perusahaan besar itu honey, ada apa?" Tanya Sonia setelah menjawab pertanyaan Zaki.
"Sepertinya dia terus menyaingi perusahaan kita," ucap Zaki. Zoya yang mendengar informasi itu sesaat terdiam. Sebenarnya dalam bisnis, itu biasa.
"Semoga persaingan kita sehat-sehat saja honey,"
❤️❤️❤️
Heemm gini ya mungkin rasanya ketika hati terbagi. 💞
Yuukk jempooool nya pemirsaah, komen, vote, hadiahnya ya, pleaseeee. Tengkyuuhh pemirsaaah.
__ADS_1
❤️❤️❤️💞💞🌹🌹🌹