Pashmina Untuk Kupu-kupu

Pashmina Untuk Kupu-kupu
Bab 7: Bertemu Zoya


__ADS_3

Zaki terkejut dan langsung melepaskan pelukannya, Sonia bingung dengan kejadian ini, dia tidak ingin disalahkan sementara dia sudah mengatakan tadi ingin mengakhiri hubungan terlarang mereka. Tapi tidak buat Zoya, wanita itu tampak tenang namun sorot matanya sangat tajam dan membunuh. 


“Maaf bu, saya permisi.” Ucap Sonia dengan gugup dan menundukkan kepala. Wanita itu masih ingat dengan bayangan wajah Sonia, tapi kembali potongan ingatannya tidak bisa panjang sehingga dia sendiri tidak memiliki petunjuk apapun untuk lebih dulu bertindak. 


“Kenapa kamu pergi, tetaplah disini. Selesaikan pekerjaan kalian aku hanya berkunjung saja karena tadi sekalian lewat.” Ucap Zoya dengan suara yang terasa dingin di pendengaran Sonia sehingga membuat nyalinya menciut. 


Zaki berusaha untuk biasa saja. Berusaha untuk tidak gugup, Zaki mendekati Zoya dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri lalu memberikan kecupan di keningnya. 


“Kenapa kamu nggak bilang dulu kalau kemari sayang?” Tanya Zaki lembut. 


Deg!


Jantung Sonia terasa berdetak lebih cepat namun ada rasa nyeri di hatinya mendengar Zaki memanggil sayang kepada wanita lain. Zaki menatap Sonia dan mengenalkan Zoya kepada Sonia. 

__ADS_1


“Sonia kenalkan ini istri saya, dan sayang ini Sonia direktur baru untuk supermarket baru kita. Aku menunjuknya karena prestasi dan kejujurannya selama bekerja di perusahaan kita.” Ucap Zaki santai. 


Kini kedua wanita beda kasta itu saling berjabat tangan dan menyebutkan namanya masing-masing. Rasa sakit di hati Sonia semakin membuatnya susah bernafas, Sebisa mungkin dia tidak mengeluarkan air mata dengan kenyataan yang kini dia hadapi.


‘Kenapa aku merasa ada yang aneh? aku ingat saat kemarin sebelum aku meninggal, aku baru mengetahui kalau Zaki sudah beristri karena aku hamil. Tapi sekarang kenapa aku mengenalnya lebih awal? apakah karena tadi aku menolak Zaki dan membuat waktuku di ruangan ini jadi lebih lama?’ Berbagai pertanyaan menghampiri pikiran Sonia sehingga dia hanya diam mematung dan tidak peduli dengan ucapan Zaki. 


“Sonia, bekerjalah dengan baik, suami ku ini orang yang tidak pelit, jika kamu bisa memberikan kejujuranmu, maka suamiku tidak akan segan untuk memberikan imbalan yang sesuai. Baiklah sepertinya aku ingin makan siang bersama mu honey, apakah kamu ada waktu?” tanya Zoya setelah berucap sepatah kalimat kepada Sonia. 


Zaki mengangguk dan memberikan senyuman mesra kepada sang istri dan Sonia pun kini seperti obat nyamuk yang tidak dipandang sama sekali oleh sepasang manusia itu. 


Dengan cepat Sonia mengangguk dan berpamitan untuk keluar ruangan yang terasa panas baginya itu. Sonia tidak kembali ke ruangannya tapi dia menuju toilet untuk menumpahkan semua isi hatinya. Sesampainya di toilet wanita itu menumpahkan semua kekesalannya dan merutuki kebodohannya. 


“Kenapa ada rasa sakit di sini? padahal aku sudah bilang ke dia kalau aku ingin mengakhiri hubungan terlarang ini … tapi__ kenapa Zaki seperti itu? hiks ….” Isak tangis Sonia pilu. Racauan yang keluar dari mulutnya hanya berupa kekesalan, penyesalan dan makian. Entah sudah berapa lama dia berada di ruangan itu, dan kini tangisannya mereda. 

__ADS_1


Seementara itu di ruangan Zaki, Pria itu berusaha untuk biasa saja menghadapi istrinya yang kini sedang diam dan terus memperhatikan dirinya. 


“Kamu mau makan apa sayang?” Tanya Zaki dengan lembut dan kini mereka berdua sudah duduk di sofa. Zoya diam sejenak dan berpikir kalimat apa yang tepat untuk bicara dengan suaminya. Zoya bukan orang yang bisa mengumbar amarahnya membabi buta, tapi justru sikap diam dan tenangnya itu membuat Zaki sering merasa ketakutan. 


“Aku ingin makan kamu honey,” Itu jawaban yang mampu dia ucapkan. Jika orang lain dengan suasana yang berbeda, mendengar kalimat itu pasti akan langsung traveling pikirannya. Tapi berbeda dengan Zaki yang merasa suasana hati Zoya sedang tidak baik-baik saja. 


“Ehem … kamu mau makan aku? hehehe jangan becanda sayang,” Ucap Zaki dengan wajah yang mulai khawatir. 


“Apa hubungan Sonia dengan mu Honey?” Tanya Sonia dingin. Wanita itu tidak sedikitpun tersenyum, aura horor menyelimuti wanita yang 


❤️❤️❤️


Naahh kan, bingung kan mau jawab apa, hayooo Zakiii 🙈

__ADS_1


yuuukk like yang banyak pemirsa, komen, vote, hadiah dan subscribe yaaahh. tengkyuuuhh pemirsaaa..


❤️❤️❤️🙈🙈🌹🌹🌹


__ADS_2