Pashmina Untuk Kupu-kupu

Pashmina Untuk Kupu-kupu
Bab 28: Hancur


__ADS_3

Dengan langkah cepat Ameer mendekati Sonia, yang tampak melamun dengan tatapan kosong dan sedikit berantakan. Syam berjalan di belakang Ameer, Sonia masih belum menyadari kalau ada dua orang yang datang mendekatinya. 


"Sonia … kamu kenapa?" Tanya Ameer yang perlahan mendekat. Wanita yang ada di hadapannya nampak kacau, dengan mata sembab bekas menangis. Sonia menoleh ke arah Ameer, entah kekuatan dari mana Sonia memeluk pria yang menggunakan baju koko itu. 


Sesaat Ameer menegang, karena ini kali pertama seorang wanita memeluknya. Ameer sekilas menatap Syah, pria itu mengangguk. Syam ikut mendekat, hal ini dia lakukan untuk menghindari fitnah. 


"Tenanglah Sonia, kamu aman bersamaku. Ada apa, heem?" Tanya Ameer lembut. Tangannya reflek mengusap punggung wanita, yang sedang menangis pilu dalam pelukannya.  


"Aku hancur kak … hiks, aku sudah tidak berharga lagi. Hiks … hiks." Tangisan Sonia semakin pilu, tidak perlu berkata-kata karena tangisan Sonia sudah bisa mewakili apa yang dia rasakan. 


"Nia, tidak ada yang bisa menghancurkan seseorang kecuali Allah yang berkehendak. Selalu ada kesempatan selama Allah masih berikan nyawa di badan, jangan putus asa Nia." Ucap Ameer menenangkan. 


Sonia yang mendengarkan ucapan pria yang kini memeluknya, lebih tepatnya Sonia yang memeluk Ameer. Ada rasa tenang di hatinya yang sedari tadi merasa ingin mati, pikiran Sonia benar-benar kacau. 


Rumah tangga hancur karena dia selingkuh, putra satu-satunya di panggil Allah dan dia tidak berada di sisi sang putra. Hari ini, dia keluar dari perusahaan dengan cara yang sangat memalukan. 


Padahal Sonia sudah merancang akan melakukan perpisahan dengan teman-temannya, setelah event grand opening dilaksanakan. Tapi semua hancur tanpa sisa, persahabatan dengan Zoya yang baru seumur jagung dia bina pun hancur tanpa sisa. 


Sonia benar-benar buntu, ingin sekali dia pergi menyusul putranya. Jika saja iman yang tipis itu tidak bersemayam di hatinya, mungkin Sonia sudah melakukan hal akan merugikan dirinya sendiri. 

__ADS_1


Melihat Sonia yang sudah berhenti menangis, Ameer memberikan kode kepada Syam, untuk membawa mobilnya mendekat agar tidak terlalu jauh berjalan. Syam yang mengerti dengan perintah tuannya pun bergegas melangkah. Tidak butuh waktu lama, kini mobil pun sudah berada tepat di hadapan Ameer yang masih setia memeluk Sonia. 


"Ini bisa bahaya si bos kalo kelamaan di peluk gitu, duuh Gustiii, lindungi jiwa jomblo nya Ameer." Gumam Syam.  


Ameer membujuk Sonia untuk mau masuk kedalam mobilnya, karena di tempat terbuka seperti ini akan sangat mudah untuk orang menyebar fitnah. 


"Nia, tenang dulu. Ayo ikutlah denganku, berdirilah." Ajak Ameer lembut. Pria itu berhasil mengajak Sonia untuk masuk kedalam mobilnya. Sonia mengikuti apa yang Ameer lakukan, saat ini pikirannya hanya ingin damai. 


Sepanjang jalan Sonia hanya diam dan melempar pandangannya keluar, pikirannya kacau, dia benar-benar merasa dihempaskan dari ketinggian dan mendarat ke bumi dengan rasa sakit yang tiada tara. 


Ameer dan Syam sesekali saling pandang, seakan mengerti dengan apa yang dimaksud Ameer, mobil pun mengarah ke apartemen milik pria pemilik ZA Group itu. Tidak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai di apartemen sang tuan muda. 


“Sonia kenalkan ini Bik Min,” Ucap Ameer memecah keheningan. Sonia menatap sesaat ke arah wanita paruh baya yang tersenyum hangat kepadanya. 


“Salam kenal Bik, saya Sonia.” Ucapnya lirih. 


“Salam kenal kembali non, saya Bik Min. Ayo silahkan duduk non,” Sahut Bik Min ramah. Rencana ke kantor akhirnya gagal, Ameer menuju ke keamarnya dan mengganti baju dengan yang lebih sopan. Hari ini dia sudah memutuskan untuk membantu Sonia dulu, pekerjaan kantor seperti yang sudah-sudah, Syam lah yang akan mengerjakannya. 


Sesaat mereka semua terdiam, bik Bin sudah menyiapkan minuman dan cemilan kecil. Sesaat kesadaran Sonia mulai terkumpul. Tadi dia seperti robot, beruntung yang menemukan dia adalah Ameer, jika saja orang yang berniat tidak baik menemukannya, bisa jadi pecel lele Sonia hari ini. 

__ADS_1


“Syam, tolong kantor hari ini kamu yang handle ya,” Ucap Ameer setengah memohon. Syam yang sudah tahu kondisinya saat ini hanya bisa pasrah dengan perintah si bos. Lagian mereka di apartemen itu tidak hanya berdua, ada bik Min yang standby mengawasi. 


“Siap bos, ada sesuatu yang lo inginkan bos?” Tanya syam lirih.


“Nggak ada, doakan Nia segera kembali pada kesadarannya.” Ucap Ameer. Syam mengangguk tanda paham dan segera melangkah untuk kembali ke perusahaan. Setelah berpamitan kepada bik Min dan mencomot beberapa makanan, pria itu pun menghilang di balik pintu yang kembali tertutup 


Bik Min sedang sibuk di dapur, karena kalau sudah begini, pasti bosnya itu akan makan dirumah. Nia masih menatap lurus dengan pandangan kosong, wanita itu tidak peduli dengan lingkungan. 


Hati nya benar-benar luka, terkoyak lebar tapi tak sedikitpun berdarah. Sekarang dirinya sendang berada di sebuah persimpangan dan Sonia pun mulai bergetar. 


“Sonia, apa yang sudah terjadi? apakah kamu mau menceritakannya?” Tanya Ameer hati-hati.


“Kak, apakah orang yang salah tidak bisa berubah menjadi baik jika dia bertobat?”


❤️❤️❤️


Semangat ya Sonia. tetaplah percaya dengan kasih sayang Allah. 🥺


hayuukk like, vote, hadiah dan komeeenn. tengkyuuhh pemirsaahh.

__ADS_1


❤️❤️❤️🥺🥺🥺🌹🌹🌹


__ADS_2