Pashmina Untuk Kupu-kupu

Pashmina Untuk Kupu-kupu
Bab 6: Keinginan Sonia


__ADS_3

Sonia yang biasanya langsung bermanja ria saat bertemu dengan Zaki, tapi hari ini seperti ada yang lain di dirinya. Saat Tangan Zaki ingin meraih tubuhnya dan memeluk seperti biasa, Sonia mundur dengan raut wajah yang menunjukkan ketidak sukaan.


“Sayang … kamu kenapa?” Tanya Zaki heran. Pria itu tidak pernah mendapatkan penolakan sedikitpun dari wanita sisipannya itu. Sonia mendadak bingung harus menjawab apa, di satu sisi ada dorongan lain dari dirinya yang merindukan pelukan hangat dari pria idaman yang selama ini membuat hatinya bahagia. Tapi disisi lain, bayangan dirinya hamil dan kecelakaan yang membuatnya meninggal itu masih sangat terang dalam ingatannya. 


“Maaf Zaki, aku … aku sedang tidak ingin,” Jawab Sonia asal, dia tidak tau harus menjawab apa. Zaki kembali melangkah pelan ke arah Sonia dan masih bertanya-tanya dalam hatinya. 


‘Ada apa dengan Sonia, tidak biasanya dia seperti ini. Apakah dia mulai membenciku?’ Gumam Zaki dalam hati. Pria itu tidak ingin Sonia menjauhinya karena dia sangat mencintai wanita dengan status istri ustad. 


“Duduklah dulu Sayang, ada yang ingin aku bicarakan padamu.” Ucap Zaki pelan dan berusaha bersabar dengan sikap aneh Sonia, mungkin dia sedang datang bulan hingga membuat moodnya berubah-ubah. Seperti itulah pikiran Zaki. 


Sonia menurut dan duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi kebesaran Zaki. sebuah meja besar yang membuat mereka jadi berjarak, Zaki menatap Sonia lembut seperti biasa. Pria itu sangat ingin memeluk tubuh Sonia dan melepaskan rasa rindu yang selama ini terjalin di antara mereka. 


“Ada apa pak?” Tanya Sonia dengan bahasa formal. Biasanya saat berdua begini Sonia hanya memanggil nama saja kepada orang yang selama ini mengisi ruang di hatinya, tapi hari ini sepertinya akan ada perubahan. 


“Ehem … baiklah Nia, begini … kita akan membuka kantor cabang baru. Saya akan membuka usaha distribusi berupa tepung, sembako dan beberapa produk lainnya. Saya akan menempatkan kamu sebagai direktur keuangan untuk unit usaha itu,” Ucap Zaki dengan tatapan penuh damba. Sonia membulatkan kedua matanya dan sesaat potongan ingatan kembali bermain di kepalanya, Sonia mengingat dirinya akan peristiwa ini. 


Menjadi direktur keuangan supermarket di bawah bendera Prameswara group, sebuah jabatan yang menggiurkan dan sangat mentereng apalagi dipegang oleh seorang perempuan. Semua unit usaha Zaki selalu di pimpin oleh laki-laki dan baru kali ini Zaki mempercayakan kepada Sonia. 


Sonia memejamkan matanya, bayangan dia sedang bercumbu dengan Zaki di kamar pribadi yang ada di ruangan Zaki membuat dadanya terasa sesak. Potongan ingatan itu sangat jelas ketika mereka bersalaman karena Sonia menerima jabatan itu. 


“Bagaimana Sonia?” Tanya Zaki dan itu membuat Sonia membuka matanya dan ingatan itupun terputus, mendadak tubuh Sonia bergetar. dalam ingatannya setelah dia berjabat tangan maka Zaki akan mulai menyentuhnya. 

__ADS_1


“Jika saya menolaknya, bagaimana pak?” Tanya Sonia dengan suara bergetar. Tidak mendapatkan jawaban dari Zaki, tapi kali ini malah Zaki berdiri dan kini duduk di ujung meja dekat dengan kursi yang diduduki Sonia. Tangan kekar Zaki meraup wajah cantik Sonia dan hal itu membuat Sonia berdebar tidak karuan. 


Tubuhnya menginginkan lebih tapi entah kenapa di sisi lain hatinya berontak. Sonia seperti dikendalikan oleh dua kekuatan, menginginkan sentuhan Zaki dan di sisi lain ingin menolak karena teringat akan kejadian yang membuatnya kembali mengulang waktu. 


“Sonia, jangan menolakku. Aku tidak suka dengan penolakanmu dan selama ini kamu tidak pernah menolak apapun yang aku berikan. Ada apa sayang, hem?” Tanya Zaki dan kini wajah mereka saling berdekatan. Sonia semakin susah mengendalikan diri, jantungnya tidak bisa lagi di kondisikan. Tubuhnya kaku dan sangat ingin mengikuti keinginan tubuhnya yang meminta lebih dari sebuah sentuhan. 


“Sa-saya … tidak sanggup menerima posisi itu pak.” Ucap Sonia dengan suara yang kembali bergetar. Zaki merasakan wajah Sonia yang kini dingin dan bibir yang bergetar. Hal itu justru membuat Zaki semakin ingin melahap bibir yang selama ini membuatnya candu. 


Cup!


Zaki mecuri kecupan kecil di bibir Sonia dan sontak membuat Wanita itu terkejut. Sebenarnya ini bukan yang pertama kali bagi Sonia tapi entah kenapa kali ini membuat wanita itu menjadi kebingungan sendiri. Dengan Cepat tangannya mendorong dada bidang Zaki dan menjauhkan tangan itu dari wajahnya. 


Zaki salah paham, dia menganggap Sonia sedang malu-malu dan entah kenapa di mata Zaki apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu sesuatu yang menggemaskan.


Dengan cepat Zaki menangkap tubuh Sonia dan membawanya ke dalam pelukan hangat pria dengan sejuta pesona itu. Sonia gelagapan dengan reaksi Zaki. Lidahnya seakan kelu untuk sekedar mengatakan dia tidak ingin seperti ini lagi.


“Pak, lepaskan saya. Sa-saya akan kembali ke ruangan saya dan saya tidak bisa menerima posisi baru yang bapak tawarkan tadi.” Ucap Sonia dengan sedikit terbata. Kalimat itu berhasil lolos dari bibirnya dan itupun dengan susah payah dia melawan keinginan hati dan penolakan otaknya. 


“Katakan Nia ada apa denganmu? Jangan membuat aku semakin gila dan kamu tidak akan bisa menenangkan ku.” Ancam Zaki dengan penuh penekanan. Sonia yang masih dalam pelukan Zaki tiba-tiba menegang karena mendengar kalimat Zaki yang membuatnya sedikit was-was. 


Selama ini Sonia diijinkan Kabir bekerja karena memang Kabir masih belum bisa memenuhi kebutuhan istrinya termasuk membelikan sebuah rumah. Selama ini mereka masih tinggal di rumah mertua dan Sonia tidak bahagia karena sikap sang ibu mertua yang selalu membuatnya terluka. 

__ADS_1


Jika berhenti dari pekerjaan ini maka sama saja dia tidak akan bisa mewujudkan keinginannya untuk memiliki rumah sendiri. Tetapi bekerja dengan bayaran tinggi dan cinta terlarang yang terjalin bersama si bos membuat hatinya pun kini berontak. Sungguh Sonia dalam kebingungan, ingatan tentang penyesalan dan taubatnya kembali menguasai pikiran wanita cantik itu. 


“Pak, saya ingin mengakhiri hubungan terlarang kita. Saya tahu bapak sudah punya istri, dan bapak juga tahu saya sudah bersuami dan punya anak. Saya ingin bekerja sebagai karyawan biasa saja pak,” Ucap Sonia dengan kekuatan penuh. Kalimat itu sangat sederhana terdengar tapi sulit untuk diucapkan. 


Deg!


“Siapa yang mengatakan saya sudah beristri? Kamu tau dari siapa Nia?” Tanya Zaki heran. Selama ini pria itu tidak pernah mengatakan apapun tentang kehidupan pribadinya, tapi Zaki tau kalau Sonia sudah bersuami dan punya anak satu.  


“Sa-saya mengetahuinya sendiri pak. Tolong lepaskan saya pak, Saya ingin memulai hidup saya dengan baik. Saya sudah salah selama ini ….” Ucap Sonia lirih, wanita itu berharap Zaki mengerti dengan apa yang dia inginkan. 


Ceklek!


“Zaki!” 


“Zoya ….”  


❤️❤️❤️


Naaahh lo... ketahuan kaannn ....😰😰😱


Yuukk like nya pemirsaaah.. komen, vote yang banyak yaaa, hadiahnya doong. Author sangat berterima kasih kepada semua pemirsaah yang mau gabung baca dan ngasih jempol. yang belum gabung yuuukk cuuus gabung.

__ADS_1


❤️❤️❤️😰😱😰🌹🌹🌹


__ADS_2