
“Tolooong kami, rem kami blooong!” Teriak seseorang yang menggunakan baju putih dan kopiah putih.
Melihat hal itu Sonia mengerti harus melakukan apa, tidak bisa tinggal diam, Sonia pun bertekad untuk menolong mobil yang ada di belakangnya.
“Mainkan remnya Rim, aku akan menarik tuas rem tangan. Mobil bekang akan beberapa kali membentur kita. Bersialah!” Titah Sonia. Kembali wanita itu mengeluarkan kepalanya dan berusaha berteriak untuk bisa didengar oleh orang yang ada di mobil belakang.
“Matikan mesin mobil anda tuan! akan ada benturan beberapa kali untuk membuat mobil anda berhenti, BERSIAPLAH!” teriak Sonia. Wanita itu berusaha tenang, suasana menjadi tegang. Rima konsentrasi dengan jalan, terus berteriak untuk para pengendara lain agar menjaga jarak aman.
Bagian belakang mobil Sonia tidak berbentuk lagi, bonyok itulah kata yang tepat. Lalu lintas sontak memberikan ruang untuk mobil Sonia, aksi penyelamatan itu pun sepertinya berhasil, laju mobil di belakang pun mulai melambat.
Cekiiiitt!
Braak!
Mobil berhenti dengan baik, Rima terkulai lemas. Dia sudah lama tidak membawa mobil dan sekalinya nyetir pelajaran berat itu pun bisa dia selesaikan. Sonia menarik nafas lega. Dia segera memberikan sebotol air mineral pada Rima yang nampak pucat dan tangan yang gemeteran.
Kedua orang penumpang di belakang pun tidak kalah lemas, mereka baru saja selamat dari maut. Hal yang sama pun dilakukan oleh kedua pemuda yang terlihat tampan tapi pucat, Dua botol air mineral pun habis kandas tak bersisa.
“Bos, kenapa dengan mobil lo? kita hampir mati loh ini!” Seru Syam dengan suara bergetar dan penuh tekanan. Ameer yang sudah mulai bisa menguasai diri hanya menggeleng tidak tahu.
“Gak ngerti juga gue, sekarang ayo kita temui wanita yang udah menjadi penyelamat kita Syam.” Ucap Ameer dan mereka pun keluar dari dalam mobil yang depannya sudah ringsek tidak karuan.
Sonia dan Rima juga keluar dari dalam mobil mereka, mereka berempat saat ini bicara di atas trotoar. Rima yang memang masih gemetar langsung duduk saja di atas paving bersih itu, Syam yang melihat itu tertawa kecil lalu mengikuti apa yang dilakukan oleh gadis yang masih nampak pucat.
__ADS_1
Sonia akhirnya mengikuti apa yang dilakukan kedua orang itu, mau tidak mau Ameer pun akhirnya mengikuti duduk di paving trotoar. Sonia ingin membuka pembicaraan, tapi sepertinya Ameer sudah mendahuluinya. Sonia tidak mengenali Ameer sama sekali, pertemuan di restoran waktu itu tidak terekam oleh Sonia tentang wajah pria tampan yang kini berada di hadapannya.
Ameer senyum-senyum sembunyi saat mengetahui, orang yang sudah menolongnya adalah Sonia. Pemuda itu pun menarik nafasnya dalam, Sonia hanya melihat sesaat wajah pemuda itu dan langsung menjatuhkan pandangannya. Walau dia belum menutup kepalanya dengan hijab, tapi Sonia menjaga pakaiannya dan menjaga pandangannya.
“Nona, saya mohon maaf atas kejadian barusan. Saya juga mengucapkan terima kasih anda bersedia membantu saya. Saya akan bertanggung jawab untuk memperbaiki mobil anda dan apakah anda berdua ada yang terluka?” Tanya Ameer sopan.
Sonia kembali mengangkat wajahnya, wajahnya sudah tidak terlalu pucat tapi tangannya masih terasa dingin. Rima sedikit bersungut-sungut melihat pria yang ada di depan dan sampingnya. Kerudung gadis itu sedikit berantakan dan mereng-mereng posisinya.
“Kami berdua baik-baik saja tuan, tidak masalah. Masalah mobil saya, jujur saya tidak punya biaya untuk memperbaikinya. Jika anda mau bertanggung jawab, saya sangat berterima kasih. Kejadian hari ini semua atas kehendak Allah dan kita selamat pun karena kasih sayang Allah kepada kita semua.” Jawab Sonia. Kalimat terakhir wanita itu membuat Ameer tersenyum, pria itu terpukau dengan cara pandang Sonia.
“Kenalkan nama saya Ameer dan ini sahabat saya Syam.” Ucap Ameer dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Kedua wanita itu pun menangkupkan tangannya di depan dada.
“Saya Sonia dan ini Rima adik saya.” Sahut sonia ramah. Beberapa saat mereka bicara dan akhirnya Ameer menghubungi bengkel langganannya untuk membawa mobil mereka berdua. Orang bengkel juga membawakan mobil untuk Ameer gunakan selama kendaraannya di bengkel.
“Nona Sonia, mari saya antar.” Ajak Ameer.
“Ohhh … baiklah Sonia dan Rima. Mari saya antar, jangan lupa tinggalkan nomor ponsel kalian agar aku mudah menghubungi jika kendaraannya sudah selesai.” Ajak Ameer. Pria itu berdiri dan melangkah menuju mobil yang kini siap mengantar mereka. Sonia sedikit bingung bagaimana besok dia akan berangkat kerja, sementara dia harus berhemat.
“Terima kasih kak, Maaf jadi merepotkan.” Ucap Sonia basa basi. Sementara Ameer jadi senang karena dengan cara seperti ini dia jadi tau dimana wanita impiannya itu tinggal. Kini mereka berempat sudah berada di dalam mobil yang dibawakan oleh orang bengkel, kendaraan melaju dengan cepat.
“Sonia … Selama mobilmu di bengkel, aku akan mengantar dan menjemputmu untuk bekerja.” Ucap Ameer memecah keheningan. Sonia yang sedari tadi diam, menoleh ke arah Rima.
“Iya Mbak, bagus juga itu, karena tempat kerja kita tidak searah aku nggak bisa bareng sama mbak.” Jawab Rima lirih. Gadis itu sangat paham dengan arti tatapan mata Sonia.
__ADS_1
“Heem … kalau begitu pasti sangat merepotkan kak Ameer, saya masih bisa naik kendaraan umum kak.” Jawab Sonia sungkan. Ameer tetap memaksa, karena dialah yang sudah membuat Sonia dalam kesulitan.
“Sonia, aku yang sudah membuat kendaraan mu harus di rawat inap, jadi aku tidak ingin menambah kesulitanmu lagi. Aku mohon terimalah usulan ku ini sebagai bentuk tanggung jawabku, aku harap kamu tidak menolaknya Sonia.” Ucap Ameer memohon. Melihat kesungguhan pria itu, Sonia pun luluh.
“Baiklah kak, aku berangkat pagi-pagi sekali. Apakah kak Ameer tidak keberatan?” Tanya Sonia hati-hati. Ameer tersenyum ramah, baginya tidak masalah mau berangkat jam berapa asalkan bisa bertanggung jawab dengan Sonia.
“Tidak masalah, jam 6.30 pagi aku akan berada di rumahmu. Kemana aku harus mengantar?” Tanya Ameer.
“Di supermarket ‘Wara’ kak, beberapa waktu ini aku bisa pulang terlambat, karena kami sedang menyiapkan event grand opening. apakah kak Ameer tidak keberatan?” Tanya Sonia.
“Aku akan mengikuti jadwalmu Nia, jangan sungkan. Eh iya, bukannya itu anak cabang dari perusahaan Prameswara group?” Tanya Ameer penasaran.
“Bener banget kak, tapi saya nggak lama lagi disana kak. In shaa Allah awal bulan depan pindah. Oya kak, kira-kira berapa lama ya mobilnya jadi?” Tanya sonia setelah menjawab pertanyaan Ameer. Sesaat Ameer berpikir, apakah benar Sonia ini yang sudah melamar pekerjaan di perusahaannya? Jika benar maka Ameer sudah menyiapkan sebuah rencana.
“Ehem … Emang kamu mau pindah kerja kemana Nia?” Tanya Ameer ingin memastikan.
“ZA Group kak,” Jawab Sonia.
“Uhuk-Uhuk”
❤️❤️❤️
Naahhh kan ... kan ... duka mu akan segera terobati Sonia. 🥰
__ADS_1
Yuuukkk like, komen, vote dan hadiahnya pemirsaaahh. tengkyuuhh.
❤️❤️❤️🥰🥰🥰🌹🌹🌹