Pashmina Untuk Kupu-kupu

Pashmina Untuk Kupu-kupu
Bab 16: Melepaskan diri.


__ADS_3

Sonia benar-benar dibuat takut oleh pria tampan yang kini sudah berhasil menciumnya. Tangan Zaki tak kunjung terlepas dari pinggang ramping milik Sonia, wanita itu benar-benar di ujung kesabaran. 


"Lepaskan tanganmu Zaki, aku tidak punya waktu lama. Aku akan membahas apa yang jadi pertanyaanmu." Ucap Sonia dengan ketus, Zaki menarik tangannya. Pria itu tidak ingin membuat wanitanya semakin kesal, dengan tatapan serius dia pun duduk berhadapan dengan Sonia. 


"Zaki, aku sangat serius kali ini. Demi kebaikan bersama, aku ingin kita akhiri cerita kita yang tidak berujung ini. Aku …." Belum selesai Sonia bicara Zaki sudah memotongnya. 


"Aku rasa saat ini kamu sedang emosi, jadi memutuskan sesuatu tidak menimbangnya terlebih dahulu. Sonia tenangkanlah dirimu, ayo malam ini menginaplah disini, aku akan menemani mu." Ucap Zaki tidak mau tau dan berusaha meyakinkan Sonia bahwa semua akan baik-baik saja. 


"Zaki … aku sudah di usir dari rumah Kabir, aku sudah di talak dan dia akan mengurus surat cerai kami mulai besok. Dan kamu tau, aku juga dipisahkan dari anakku karena aku yang berkhianat dengan pernikahanku. Cukup semuanya Zaki, aku tidak mau lebih hancur lagi, hiks …." Ucap Sonia yang kini sudah terisak pilu. 


Deg! 


Zaki terdiam membeku di tempatnya, pria itu berusaha mengingat kembali apa yang dikatakan wanitanya. Tapi sayangnya apa yang barusan di katakan Sonia dia sangat paham sekali, tapi ego nya yang tidak mau memahami.  Pria itu merasa tidak rela kalau harus berpisah dengan Sonia. 


"So-Sonia, maafkan aku. Tapi jangan khawatir, aku akan melindungimu, aku akan mencukupi semua kebutuhan mu sayang. Kamu tidak sendiri Nia," ucap Zaki berusaha menenangkan dan kembali meyakinkan wanitanya. 


Sonia semakin emosi mendengar kalimat Zaki yang tidak menggunakan akalnya sama sekali saat berucap. Wanita itu semakin geram dan kini dia pun nekat, walau pekerjaannya harus dilepaskan jika Zaki menginginkan hal itu. 


"Zaki, stop!. Aku tidak mau apapun lagi darimu, dan tolong jangan mencampur adukkan urusan pribadi kita dengan pekerjaan. Aku tidak mau lagi melanjutkan hubungan ini, kamu bilang apa tadi? Kamu akan mencukupi kebutuhan ku? Bagaimana kalau aku minta hubungan yang sah dengan mu, apakah kamu bisa memenuhinya?" Tanya Sonia bertubi2. 

__ADS_1


Zaki gelagapan menerima pertanyaan demi pertanyaan dari sonia, hatinya tetap kuat ingin menguasai wanita cantik yang mampu memporak porandakan hatinya. 


"Nia, hal itu tidak mungkin bisa aku sanggupi," jawab Zaki mulai frustasi. 


"Itu artinya aku akan menjadi simpananmu, iya kan? Lalu perlindungan seperti apa yang akan kamu berikan Zaki? Kamu menjadikanku kupu-kupu mu saja. Aku tidak mau dan keputusanku sudah bulat. Setuju atau tidak aku tidak peduli, terima kasih untuk semuanya Zaki Prameswara. Permisi," ucap Sonia panjang lebar. Kali ini lega sudah hatinya, wanita itu tidak peduli dan tidak mau menunggu jawaban dari Zaki. 


Sonia melangkah cepat ke arah pintu masuk apartemen milik Zaki, Sementara itu Zaki yang masih terdiam di sofa sesaat tidak menyadari kepergian Sonia.  kesempatan itu digunakan oleh Sonia untuk membuka pintu apartemen itu dan menutupnya dengan cepat lalu berlari menuju lift.


Sonia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, air matanya terus mengalir dan membawa perasaan yang entah. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, sangat tidak aman tapi hatinya masih terlalu sesak dan tidak ingin sendiri di kamar. Wanita itu menuju taman kota, dia baru ingat kalau tadi hanya mengganjal perut saja dan saat ini perutnya sudah bernyanyi untuk minta diisi. 


Setelah memarkir kendaraannya, Sonia menghapus air matanya dan berusaha  untuk berhenti menangis. Sesaat wanita itu berusaha mengalihkan pikirannya dengan memikirkan makanan apa yang membuat seleranya bangkit. Setelah memastikan kondisinya ok, wanita itu pun keluar dari mobil. Menuju warung nasi padang yang sepertinya mampu membangkitkan selera makannya, saat ini dia sangat membutuhkan makanan yang banyak untuk membuat tenaganya pulih kembali. 


Orang tua tidak punya dan tidak pernah tau siapa, suami kini sudah menceraikannya dan anak pun di jauhkan darinya. Kini Sonia sebatang kara, bayangan kebersamaan dengan Zaki membuat dirinya merasa bersalah dan merasa hina serta merasa berdosa kepada Zoya, istri sah Zaki. 


‘Hidupku benar-benar hancur dan hina, apakah Allah akan mengampuniku yang seorang pendosa ini? apakah aku harus membuka semuanya kepada Zoya lalu meminta maafnya? Jika dia tidak bisa memaafkanku bagaimana? Aku mohon ya Allah jangan buat aku kehilangan pekerjaanku, karena itu adalah penopang hidup hamba saat ini.’ Monolog Sonia dalam hati. 


Wanita itu terus saja bertanya sendiri lalu menjawabnya sendiri, Tak lama apa yang dipesannya sudah terhidang di meja dan tidak menunggu waktu lama, dengan lahap seperti orang kelaparan Sonia memakan hidangan yang mampu membuat selera makannya muncul. 


Saat sedang asik menikmati hidangan yang lezat itu, sesaat Sonia mengedar pandangannya. Dan kini netranya berhenti pada sosok tampan yang tadi sempat di tubruknya. Sialnya pria itu juga sedang menatapnya, beberapa detik berlalu dan akhirnya mereka memutus tatapannya karena seorang pria di sebelahnya menyenggol tangan sang pria tampan. 

__ADS_1


“Jangan dipandangi terus, jantungmu bisa tidak aman bos.” Ucap pria yang duduk di sebelah pria tampan yang ternyata duduk di meja yang ada di depannya. Ucapan pelan sang pemuda ternyata masih mampu di dengan oleh Sonia. Sontak kesadaran wanita itu pulih dan kembali menatap piringnya yang sudah hampir selesai.. 


‘Sialan … aku paling tidak suka ada orang yang bicara berlebihan seperti itu. Eh sebentar itu tadi kan … sial! dia yang bertemu di lift tadi kan?’ Gumam Sonia dalam hati dan berusaha secepat mungkin meninggalkan mejanya dan kembali ke penginapan. Itulah rencana singkat wanita itu, tapi takdir berkata lain. 


Assalamualaikum Nona,” Ucap pria tampan yang tanpa Sonia sadari kini dia sudah berdiri di sampingnya. 


“Maaf saya sudah selesai makan dan harus segera pulang.” Ucap Sonia.Wanita itu kini  makan dengan tergesa dan berniat untuk meninggalkan piring yang ada di hadapannya. Pria tampan itu semakin merasa penasaran, dengan Sonia yang saat ini sedang menunjukkan sisi lainnya.


“Kenalkan nama saya Ameer dan ini kartu nama saya, Saya berharap bisa berkenalan dengan anda.” Ucap Ameer yang kini sudah kembali ke mejanya. Sonia sedikit terkejut dengan sikap aktif Ameer, wanita itu merasa senang dengan perhatian yang diberikan oleh Ameer, padahal jika jujur saat ini Ameer belum memberikan perhatian yang berarti.  


“Huuff … percaya diri sekali orang itu,”


❤️❤️❤️


Calon janda emang lebih berkharisma ya 🤔🤕🤭.


Hayuukk like, komen, subscribe dan hadiah ya pemirsaaah. tengkyuuhh


❤️❤️❤️🤔🤕🤭🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2