
Sonia merasa terkejut melihat siapa yang datang, ada perasaan kecut yang menguasai batinnya. Apa yang barusan di katakan Ameer sungguh membuat jantung nya tidak baik-baik saja, Sonia berdiri untuk menyambut tamu yang sudah sudah menyelamatkannya dari perdebatan dengan Zaki.
"Kak, mari masuk." Ajak Sonia. Wanita itu seakan tau dengan drama yang di lakukan Ameer. Dengan wajah sumringah dia meminta Ameer untuk duduk di kursi yang dekat dengan kursi dimana dia duduk tadi.
Rima yang melihat ada tambahan orang masuk kerumah mereka, dengan sigap dia menuju dapur untuk membuatkan minum. Syam dengan cueknya masuk dan langsung duduk di kursi meja makan. Semua terlihat alami sekali, menunjukkan mereka sudah terbiasa berada di rumah itu
"Loh kak Syam kok disini? Di depan sana kak." Ucap Rima yang terkejut melihat Syam yang sudah duduk manis dan langsung mencomot makanan yang ada di meja makan.
"Aahh kita belum cukup umur untuk bergabung di pembicaraan orang dewasa Rim, jadi mendingan kamu ikut saya duduk disini. Biar tuan Ameer yang selesaikan semuanya," ucap Syam santai dengan mulut yang sudah mulai mengunyah tempe goreng.
Rima memutar bola matanya dengan malas, dari mana ceritanya pria itu mengatakan kalau mereka belum cukup umur. Jika mau, mereka pun sudah bisa melakukan apa yang orang dewasa lakukan, bukankah mereka sudah dewasa?
"Terserah kak Syam aja deh," ucap Rima pasrah. Kini di tangannya sudah siap teh hangat, sebelum kedepan Rima memberikan 1 gelas kepada Syam dan gadis itu pun berlalu menuju ruang tamu.
Sementara itu di ruang tamu, kini Zaki sudah berhadapan dengan Ameer. Pria itu sungguh tidak menyangka kalau Sonia memiliki hubungan dengan pria yang sangat dia segani itu, Ameer seorang pengusaha kharismatik yang disegani oleh kawan maupun lawan bisnisnya.
"Maaf tuan Ameer, saya rasa anda tidak ada hubungan dengan masalah kami. Jadi saya mohon dengan hormat, tolong berikan kami waktu untuk bicara." Ucap Zaki memberanikan diri.
__ADS_1
Ameer yang mendengar hal itu tersenyum ramah, pria itu tidak menyangka kalau Zaki berani berani mengusirnya. Sonia yang melihat hal itu merasa semakin tidak suka dengan Zaki.
"Ehem … begini tuan Zaki. Apa yang menjadi ketidak nyamanan Sonia, itu berarti juga menjadi ketidaknyamanan saya. Begitu juga dengan masalah yang dihadapi Sonia, itu juga akan menjadi masalah saya. Saya rasa anda bisa memahami perkataan saya," ucap Ameer santai. Sesekali pandangannya mengarah kepada Sonia, wanita itu hanya mampu diam membisu.
Otak cerdasnya mencerna tiap ucapan yang keluar dari mulut pria tampan itu, apa yang dimaksud Ameer? Mereka tidak punya hubungan apa-apa. Kenapa dia bersandiwara namun terasa nyata? Seperti itulah yang bergelut di pikiran Sonia saat ini.
“Tuan Ameer, saya harap anda tidak bercanda. Saya akan segera menikahi Sonia,” Ucap Zaki dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Ameer menatap Sonia beberapa detik, namun wajahnya tetap tidak berubah, senyuman ramah yang membuat ketampanan pria itu sulit untuk di bantah.
Sonia yang mendengarkan perdebatan kedua pria itu merasa kesal, tidak ada rasa bangga sama sekali di hatinya karena diperebutkan oleh 2 orang laki-laki. Sesaat wanita itu menarik nafas dalam dan siap untuk memberikan keputusan agar perdebatan itu selesai.
“Pak Zaki, Kak Ameer. Maafkan sonia, tolong hentikan perdebatan kalian. Pak Zaki dengan segala hormat saya mohon kepada anda, pergilah dari sini dan perbaiki rumah tangga anda dengan bu Zoya. Saya sudah lama ingin berpisah dari anda dan mengakhiri kesalahan yang pernah kita lakukan. Hidup kita akan terus maju pak Zaki, saya akan jadikan masa lalu sebagai pelajaran dan masa depan saya adalah kak Ameer.” Ucap Sonia pelan namun tegas.
Zaki merasa mati gaya saat ini, pria itu dibuat kehilangan kata. Sonia tidak menutupi apapun tentang masa lalunya, itu berarti Ameer benar-benar menerima wanita yang masih bertahta di hatinya. Apakah benar apa yang Ameer ucapkan? Apakah benar Sonia calon istrinya? Kenapa secepat itu Sonia menggantikan dirinya dengan pria mapan dengan status bujangan itu? Berbagai pertanyaan dengan cepat berputar di kepala Zaki. Sonia menatap ke arah Ameer, dan dijawab dengan anggukan kecil oleh pria itu. Senyum tampan Ameer mampu membuat hati Sonia yang lama dingin kini menghangat.
Dibela oleh seseorang, itu adalah hal yang istimewa bgai Sonia. Selama ini dia tidak pernah mendapatkan itu, menikah dengan Kabir sudah cukup membuat hatinya menjadi dingin dan kehilangan pegangan. Berhubungan dengan Zaki yang berharap mendapatkan tempat berlindung ternyata berujung pada sebuah jurang yang dalam, jika nekat meneruskannya maka akan mati sia-sia. Seperti itu lah perjalanan Sonia, hingga di titik ini, wanita dengan sejuta lara itu bisa bertahan dan kuat.
“Nia, apakah kamu sudah yakin dengan keputusanmu?” Tanya Zaki masih berusaha bertahan.
__ADS_1
“Sudah pak, tolong sampaikan permohonan maaf saya dan salam saya kepada bu Zoya.” Ucap Sonia berdiri dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada. Itu sudah kode keras dia mengusir Zaki.
Merasa tidak ada pilihan lagi, Zaki pun berdiri dan berpamitan kepada Sonia dan Ameer. Pria itu masih tidak terima dengan penolakan yang Sonia lakukan, dengan amarah dan rasa kesal, sepanjang perjalanan pria itu sibuk menyusun sebuah rencana.
Sonia dan Ameer kembali duduk di posisi semula setelah memastikan kalau Zaki benar-benar telah menjauh. Ameer ingin membahas tentang apa yang barusan dia ucapkan, dia bukanlah pria yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah kesempatan yang tepat, pria itu akan menggunakannya sebaik mungkin.
“Ehem … kak, maaf Nia mau tanya boleh?” Tanya Sonia pelan namun sedikit ada keraguan.
“Katakan Nia,” jawab Ameer.
“Kak, apa maksud dari ucapan kakak tadi? itu hanya untuk membantu Nia kan kak?” Tanya Sonia dengan suara yang mulai bergetar.
“Ehem … begini Nia, aku memang ingin memintamu untuk menjadi istriku. Apakah kamu bersedia?”
❤️❤️❤️
Jreng … jreng … jreng… ini Sonia yang dilamar, kok othor yang bahagia ya. 😂
__ADS_1
Yuukk like, komen, vote, hadiahnya ya pemirsaahh. Ayoolah berikan bintang 5 pada karya ini, itu akan menjadi vitamin penyemangat bagi Author. Tengkyuuuhh pemirsaaah.
❤️❤️❤️😂😂😂🌹🌹🌹