Pashmina Untuk Kupu-kupu

Pashmina Untuk Kupu-kupu
Bab 8: Tukang Selingkuh


__ADS_3

Zaki yang sudah menebak apa yang akan ditanyakan oleh istrinya duduk dengan santai. Hal ini membuat Zoya mengerutkan keningnya, Wanita itu tidak ingin salah mendengarkan apa yang akan dijelaskan oleh sang suami. Orang yang selama ini selalu dia percaya sepenuh hati, tapi tetap saja Zoya tidak ingin lengah dengan suaminya karena kapan saja orang ketiga akan mudah masuk dalam rumah tangganya. 


“Sonia karyawan kita sayang, tadi dia tersandung dan kebetulan aku ada di dekatnya jadi langsung saja aku tangkap. Tepat saat hal yang bisa membuat salah paham itu terjadi, kamu datang. Tapi percayalah aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya,” Jelas Zaki dengan raut wajah yang meyakinkan. Sesaat Zoya diam dan ingin memastikan apa yang dia dengar benar adanya, Zoya menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar. 


“Baiklah Honey, aku berharap kamu tidak membuatku kecewa dengan menghadirkan wanita lain di dalam rumah tangga kita.” Ucap Zoya tegas dan hal itu di sahuti senyuman menawan dari Zaki. 


“Dia sudah bersuami sayang, jadi tenanglah kami tidak mungkin melampaui batasan. Sekarang katakan padaku kenapa kamu mendadak kesini, hem?” Tanya Zaki yang menarik sang istri kedalam pelukannya.


“Aku merindukanmu Honey dan aku tadi habis dari panti asuhan untuk mengantarkan donasi bersama Cindy. Honey, aku ingin mengadopsi bayi tampan yang baru saja ada di panti itu, apakah kau setuju?” Tanya Zoya penuh harap. Zaki dan Zoya sudah lama menikah namun belum di karinai anak, dan hal ini membuat Zoya sering gelisah dan tadi saat di panti asuhan tempat mereka memberikan donasi ada seorang bayi tampan yang baru saja ditemukan ibu Riska pengasuh panti di depan pintu.


Zaki mengurai dekapannya, dan memandang intens sang istri. Ada rasa kasihan yang menyeruak di hati Zaki melihat sang istri yang sangat menginginkan seorang anak, tapi Zaki sendiri sangat menginginkan anak kandung atau benih dari nya. 


“Syang, bukannya aku tidak setuju, tapi sabar lah dulu. Kita harus berusaha lebih keras lagi, banyak kok orang yang memang lama diberikan keturunan. Atau kita mau coba bayi tabung?” Tanya Zaki dengan lembut. Pria itu menolak dengan halus permintaan sang istri, agar Zoya tidak tersinggung.  


“Tapi aku sangat menyukai anak itu Honey, siapa tau nanti aku bisa hamil karena menyayanginya dengan tulus.” Rayu Zoya dengan penuh harap. Zaki tersenyum hangat, namun hatinya menolak untuk mengambil bayi itu menjadi anaknya. 


“Sayang, aku takut kalau nanti aku akan sulit menerima dia. Aku mohon kamu yang sabar ya, harus tetap bahagia dan kita akan berusaha dengan berbagai cara, oke?” Tanya Zaki. Pria itu sebenarnya tidak ingin melanjutkan pembicaraan dengan sang istri mengenai adopsi bayi, Zoya hanya bisa pasrah dan mengangguk. 


“Tapi aku boleh kan sering ke panti Honey?” Tanya Zoya dengan mengangkat wajahnya dan menatap kedua netra sang suami. Zaki tersenyum dan sekilas mengecup bibir sang istri lalu mengangguk. Zaki tidak ingin melihat Zoya bersedih, kalau sudah membahas tentang anak, istrinya itu akan selalu murung dan menjadi rendah diri. 


Waktu berlalu, Zaki yang sudah kembali tenggelam dalam pekerjaannya sementara Zoya kini tampak tertidur pulas di sofa. Zaki yang melihat itu langsung meminta sekretarisnya untuk tidak membolehkan siapapun masuk ke dalam ruangannya. Sampai jam pulang kerja pun tiba, Zaki dan Zoya pulang ke rumah mereka. 

__ADS_1


*****


Sonia menjalankan kendaraannya dengan kecepatan sedang, wanita itu terus berpikir bagaimana caranya dia bisa lepas dari rasa cinta kepada Zaki yang kini semakin dia cintai itu. Besok dirinya akan langsung pindah ke supermarket, walaupun di hari pertama adalah perpisahan dengan teman-teman dan perkenalan dengan semua pekerja yang ada di supermarket itu. 


Sonia tetap harus bisa menyiapkan dirinya sebaik mungkin. Satu hal yang dia inginkan, ketika potongan ingatan itu hadir, Sonia ingin gambaran yang panjang dan utuh. Tapi semua itu selalu saja tidak berhasil, hanya seperti dejavu saja dia merasakan hal itu. 


Sampai di rumah, Sonia melihat putranya sendang bermain di halaman, ada rasa bahagia yang menyeruak di hatinya. Sekali lagi wanita itu berharap, kalau pernikahannya dengan Kabir mengalami kemajuan. harapan Sonia bisa pindah rumah agar bisa lepas dari mertua nya, yang tidak pernah bisa menerima perubahan dari nya itu bisa dia hindari.  


“Mamaaa ….” Sambut Ajay yang berlari mendekatinya dan memeluk tubuhnya. Ajay bertubuh bongsor, usianya yang masih 10 tahun tapi tingginya sudah sebahu Sonia. 


“Haayy anak mama, lagi apa?” tanya Sonia setelah mengucapkan salam. 


“Sabar ya sayang, mama sama papa juga pengen pindah kok, tapi uang kita belum cukup untuk membeli rumah. Ajay anak yang hebat, pasti bisa bersabar.” Sahut Sonia dengan senyum meyakinkan sang putra. 


“Jangan lama-lama ya ma, lagian kenapa sih nenek itu ngomel-ngomel tentang mama?” Tanya Ajay. 


Deg!


Sonia terdiam dengan jantung yang berdetak lebih cepat. Satu hal yang ditakuti oleh Sonia dari kalimat mertuanya adalah kata cerai dan hal itu didengar oleh sang putra.


“memangnya nenek bilang apa?” Tanya Sonia yang kini duduk di kursi taman halaman depan rumah sang mertua. 

__ADS_1


“Mama di bilang nenek suka selingkuh, emangnya selingkuh itu apa ma?” Tanya Ajay yang tadi sempat mendengarkan omelan Ema kepada Kabir dengan kalimat ‘Sonia sering selingkuh’. Ajay yang tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh sang nenek, hanya mendengarkannya saja dan berniat akan menanyakan kepada sang mama ketika sudah pulang kerja nanti. 


Benar apa yang di tebak Sonia , mertuanya memang tidak bisa menahan kekesalannya kepada Sonia. Hal itu yang membuat wanita itu frustasi, kini dia sudah berniat untuk berubah menjadi istri yang baik pun tidak mendapat kepercayaan dan dukungan oleh Ema. 


Sesaat sesak di dada membuat Sonia menarik nafas panjang, sekarang bagaimana dia bisa menjelaskan dengan sang putra. Tuduhan Ema memang tidak salah, dia memang sendang menjalin hubungan terlarang dengan suami orang dan dia pun kini bersuami. 


Tetapi hal itu tidak seharusnya di dengar oleh anak berusia 10 tahun. Penyesalan di hati Sonia semakin membesar, ketika orang ingin memutar waktu untuk bisa memperbaiki diri, kini Sonia sudah berada di waktu sebelum kejadian dimana mereka berdua melakukan dosa yang sangat besar. kesempatan kedua kini dia rasakan dan Sonia sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang yang menyayanginya.


“Sayang, nenek tidak bermaksud apa-apa. Mungkin nenek sedang lelah jadi bicara kasar karena badan yang kecapekan.” Sementara itulah jawaban yang bisa Sonia berikan kepada sang putra. 


“kenapa papa selalu diam aja kalau nenek marah dan ngomongin mama?” Tanya Ajay lagi. Sungguh bocah itu memiliki rasa ingin tahu yang besar.


❤️❤️❤️


Aku sendiri bingung harus jawab apa? 🤔


Yuuukk pemirsaaahh ramaikan jempolnya ya. komen, vote dan hadiah.


maafkan kemaren sempat 3 hari gak up, othor rempong poolll pemirsaahh, semoga masih tetap setia dengan kupu-kupu ya. tengkyuuhh pemirsaahh.


❤️❤️❤️🤔🤔🤔🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2