
Setelah mencapai gerbang, Ning Yu Er langsung membayar biaya masuk, lalu pulang ke rumahnya dengan wajah yang berseri, di jalan Ning Yu Er bertemu Bibi Toki dan anaknya, lalu Bibi Toki bertanya ke Ning Yu Er dengan wajah yang marah.
“Ning… ke mana saja, kau dua bulan ini, semua orang sangat khawatir padamu,” Bibi Toki menatap Ning Yu Er dengan wajah yang sedih juga marah.
Ning Yu Er menunduk dengan malu, tapi di saat bersamaan, dia sangat bahagia, melihat orang yang sangat menghawatirkan dirinya ini, sedang memarahinya, Ning Yu Er perlahan tersenyum, sambil menatap Bibi Toki.
“Terima kasih, sudah mengkhawatirkan ku, bibi,” ucap Ning Yu Er lalu perlahan air matanya menetes.
Bibi Toki hanya terdiam lalu menghela nafas panjang, perlahan Bibi Toki memeluk Ning Yu Er, air mata Ning Yu Er tidak mau berhenti, lalu Bibi Toki perlahan memukul pundak Ning Yu Er.
“Sudah berhenti menangis, bagi semua orang di kota ini, kau itu sudah seperti keluarga,” ucap Bibi Toki.
Ning Yu Er menghapus air matanya lalu berkata. “Aku tidak menangis, hanya sedikit meneteskan air mata saja.
__ADS_1
Mendengar itu Bibi Toki langsung tertawa, lalu pergi pulang ke rumahnya, sedangkan Anak perempuan Bibi Toki pergi ke tempat yang lain, untuk menyampaikan ke semua orang Ning Yu Er telah kembali.
Sesaat Ning Yu Er sampai di luar rumahnya Mei Er telah berdiri di depan gerbangnya, Mei Er menatap Ning Yu Er dengan jengkel, dia ingin berteriak dan memarahi orang yang ada di depannya ini, tetapi Mei Er menelan kemarahannya, lalu berjalan masuk, ke dalam rumah.
“Ning, kemana kau selama 2 bulan ini...,” ucap Mei Er dengan kesal.
Ning Yu Er merasa sedikit bersalah, saat melihat seorang gadis kecil, yang sedang duduk di depannya ini dengan raut wajah yang kesal, tapi Ning Yu Er juga sedikit terkejut saat dia mengetahui dua bulan telah berlalu sejak dia berkultivasi.
“Maaf aku mau menerobos ranah, aku tidak menyangka membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang kupikirkan,” jawab Ning Yu Er.
Ning Yu Er perlahan menyentuh kepalanya lalu berkata. “Aku lelah, ingin tidur, ayo pergi.
Ning Yu Er menarik tangan Mei Er, dia membawa Mei Er ke tempatnya tidur, Mei Er hanya menanggapinya dengan tenang, dia sudah paham sifat Ning Yu Er, karena dia telah tinggal bersama dengannya selama lebi dari tiga tahun.
__ADS_1
Malam itu Ning Yu Er dan Mei Er tidur bersama, tidak ada yang special, tapi bagi Mei Er, Ning Yu Er adalah salah satu hartanya yang paling berharga.
Dua tahun berlalu sejak Ning Yu Er mencapai Ranah Pemurnian Qi, tapi selama itu juga Ning Yu Er tidak pernah mengalami peningkatan sama sekali, hal ini di sebabkan Qi yang Ning Yu Er kultivasi menolak Qi alam yang sering dia serap.
Ding Yuan dan Mei Er telah berusia 13 dan 14 tahun, Ning Yu Er berjalan menghampiri mereka yang saat ini sedang berlatih, Ning Yu Er sangat kagum kemampuan berpedang mereka sangat hebat, walaupun semuanya berkat pelatihan Ning Yu Er yang mudah di mengerti.
“Mei, Yuan!” panggil Ning Yu Er.
Mei dan Yuan berhenti bertarung ketika Ning Yu Er memanggil mereka, mereka menghampiri Ning Yu Er yang sedang duduk di beranda, Ning Yu Er menatap mereka sejenak, lalu berkata. “Mei, Yuan, kalian sudah besar dan juga bisa melindungi diri kalian sendiri, mulai sekarang kita akan berpisah, aku akan melanjutkan perjalanan ku sendiri.
Mei Er ingin menangis, tapi Ning Yu Er sama sekali tidak perduli dia terus berjalan menjauh, banyak kata yang ingin di ucapkan Mei Er, tapi tidak ada satu ucapan yang bisa menghentikan Ning Yu Er, Ding Yuan yang melihat wajah sedih adiknya, langsung mengetuk kepalanya, lalu menundukkan kepalanya.
“Terima kasih,” ucap Ding Yuan di ikuti oleh Mei Er.
__ADS_1
Ning Yu Er terus berjalan menjauh, Mei masih menangis, meskipun sosok Ning Yu Er tidak terlihat lagi, setelah meninggalkan Kota Berry, Ning Yu Er mendatangi portal Alam rahasia yang tersembunyi di dalam Goa, dengan wajah yang cukup bahagia Ning Yu Er menatap Portal alam rahasia, lalu memasukinya.