Path Of Eternity

Path Of Eternity
Chapter 51


__ADS_3

Selama mereka ber-empat menaiki tangga yang menuju istana hancur yang tinggal sebagian, di setiap turunan yang ada di bukit, mereka melihat banyak sekali puing-puing istana yang hancur terlihat di turunan.


Mereka terus melangkah menaiki tangga satu-persatu, walau terkadang mereka berhenti untuk memulihkan tenaga, tapi akhirnya, meraka berhasil mencapi puncaknya.


Dengan tubuh yang di basahi keringat, mereka ber-empat berbaring di tanah, keringat yang membasahi pakaian mereka berakhir di serap oleh tanah yang mereka tiduri, yang membuat tanahnya menjadi basah akibat keringat mereka 


Yu Ren bangun dari tanah yang basah dengan pakaian yang kotor, di melihat ke bawah bukit, dengan wajah yang sedikit tersenyum dia berkata.


"Sepertinya memang benar, seorang raja tidak mungkin tinggal di dalam hutan, tapi siapa yang menyangka jika tempatnya tinggal akan terasa seaneh ini.


"Apa yang kau lihat?" Tanya Fuyuka penasaran.


Yu Ren menengok kebelakang dia berbalik untuk melihat Fuyuka, dengan wajah yang sedikit memerah, dia melihat Fuyuka yang berbaring di tanah, dengan Yukata yang masih lengket di tubuhnya.


Yu Ren melepaskan jubah birunya lalu menyelimutkanya pada Fuyuka, dengan wajah yang melotot Fuyuka menatap Yu Ren.


"Senior, jika kau penasaran lebih baik kau melihatnya sendiri.


Fuyuka perlahan berdiri dia mengambil jubah biru yang di selimutkan pada tubuhnya, lalu memakainya, dengan wajah yang tersenyum Yu Ren menatap seniornya dengan senyuman usil di wajahnya.


"Ada apa.


"Tidak ada.


Fuyuka menatap Yu Ren yang mengalihakan pandangannya, pada hutan pepohonan yang rimbun di depan matanya.


Fuyuka terkejut dia terdiam untuk waktu yang lama menatap hutan pepohonan yang rimbun dan luas di depannya, dengan wajah terkejut Fuyuka bergumam.


"Apa-apaan ini (!) kenapa pohon-pohon raksasa itu terlihat kecil dari tempat ini. Bukankah bukit kecil ini (?) di tutupi oleh pohon-pohon raksasa.


Ling Yuan menghampiri Fuyuka lalu melihat pepohonan yang rimbun di depannya, dengan wajah yang terkejut, dia terdiam lalu berjalan pergi.


"Tak ada gunanya kau memikirkan hal ini, apa kau lupa, orang yang membuat alam rahasia ini adalah seorang immortal, sudah pasti kemampuannya berada di luar pemahaman kita. Dari pada memikirkan hal yang tidak di mengerti, lebih baik kita menemui Ning Yu Er.

__ADS_1


Fuyuka menarik nafas panjang lalu berjalan pergi mengikuti Ling Yuan, sebelum pergi dia berbalik menatap Yu Ren yang masih memandangi pepohonan, lalu berjalan pergi.


Yu Ren yang melihat seniornya itu telah pergi meninggalkannya, melihat Tong Fei yang telah tertidur di atas tanah dengan nyenyak, Yu Ren hanya menatapnya sebentar lalu berjalan pergi menyusul Fuyuka.


"Seperti yang diharapkan dari seekor gorila, dia bahkan masih bisa tertidur dengan nyenyak, walau tertidur di atas tanah yang berdebu.


Di dalam istana mereka bertiga menyusuri lorong yang gelap dan berdebu, di kejauhan mereka melihat seorang boneka berkacamata membawa setumpuk buku, yang sedang berdiri di depan jendela.


"Hei tunggu sebentar!" Panggil Ling Yuan.


Saat mendengar panggilan seseorang, Boneka itu berhenti lalu menengok kebelakang, dia melihat 3 orang manusia berlari ke arahnya.


"Ada apa kalian memanggilku?" Tanya boneka berkacamata tidak senang.


Ling Yuan terdiam mendengar suara tidak senang boneka, dengan senyum di paksakan Ling Yuan berkata.


"Kami, hanya ingin mencari, seorang wanita cantik, berambut putih, apa kau …, melihatnya.


Boneka berkacamata, hanya menatap mereka bertiga, dengan tajam, lalu berjalan meninggalkan mereka bertiga di belakangnya.


Pemandangan itu sangat indah, dari jendela kaca itu Yu Ren bisa melihat dengan jelas, hutan dan gurun yang ada di sampingnya.


Untuk waktu yang lama Yu Ren termenung melihat gurun tersebut, dengan penasaran. Belum sempat dia berpikir sebuah tiupan angin menerpa telinganya.


Dengan wajah yang terkejut dia menoleh kesamping, Yu Ren langsung terjatuh kelantai yang dingin saat melihat wajah Fuyuka sangat dekat dengannya, wajahnya sedikit memerah.


Dengan cepat dia berdiri, lalu membersihkan pakaiannya, kemudian dia mengembalikan ketenangannya, dia menoleh Fuyuka sejenak lalu kembali berjalan menelusuri lorong yang di sinari cahaya.


"Apa kau malu?" Tanya Fuyuka sambil menunjuk Yu Ren dengan senyum jahil di wajahnya.


Yu Ren terdiam dia berhenti berjalan lalu menoleh ke belakang, dengan senyum sinis dia berkata.


"Heh …, aku, si jenius ini, malu, jangan bercanda, itu tidak mungkin, apa lagi pada seorang ne-nek tu-a …, brakk ….

__ADS_1


Sebuah tinju yang sangat keras menghujam wajah Yu Ren, bagaikan bola dia terpental dan berputar di lantai menelusuri lorang yang panjang.


Ling Yuan yang sedang berjalan di depan mereka, yang melihat tubuh Yu Ren terpental bagaikan bola, ingin menoleh kebelakang, tetapi dengan cepat dia mengurungkan niatnya.


Hawa panas yang mencekam muncul di belakangnya, Ling Yuan hanya berjalan dengan keringat di wajahnya, tak lama akhirnya dia melihat Yu Ren terbaring di lantai, dengan wajah yang membengkak.


Ling Yuan terus berjalan dengan wajah yang kasihan, tak lama suara pukulan terdengar dari punggungnya, jeritan kesakitan memenuhi lorong tersebut.


"Semoga kau beristirahat dalam damai.


Setelah suara jeritan itu menghilang, Ling Yuan diam-diam menoleh kebelakang, untuk sesaat Ling Yuan melihat buah hijau, dengan cepat dia langsung berpaling, lalu berjalan kembali.


Dari kejauhan suara terikan itu terdengar kembali, dengan suara tangisan seorang pria yang meminta maaf.


Ling Yuan berjalan menelusuri lorong, dari kejauhan dia melihat Ning Yu Er sedang berdiri melihat keluar jendela kaca.


Ling Yuan berjalan lalu berdiri di sampingnya, dia menunggu Ning Yu Er membuka pembicaraan, tapi sayang sekali, setelah sore berganti malam Ning Yu Er sama sekali tidak memulai pembicaraan apa pun


"Apa-apaan ini …, malam sudah tiba, tapi dia sama sekali tidak berbicara sedikitpun, apa wanita ini patung.


"Aku tidak mengerti, kenapa …, kenapa dia melihat gurun dan hutan dengan wajah yang senang seperti itu.


Ling Yuan menjerit di pikirannya, dia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Saat kegelapan itu menyelimuti seluruh wilayah, Ning Yu Er beranjak dari tempat dia berdiri, lalu berjalan masuk kedalam ruangannya.


"Ling Yuan, aku akan tidur, carilah kamar lain untukmu.


"Tung-gu …,"


Belum sempat Ling Yuan berbicara Ning Yu Er sudah menutup pintu kamarnya rapat-rapat, Ling Yuan terdiam di depan pintu kamar Ning Yu Er dengan wajah yang lesu.


Dia mendengar langkah kaki di sampingnya, itu adalah Yu Ren dan Fuyuka. Dengan wajah yang bahagia Fuyuka berjalan di depan Yu Ren.


Itu benar-benar pemandangan yang menyedihkan, dengan mata yang kosong Yu Ren menatap kebawah, di terlihat seperti mayat hidup tidak bersemangat.

__ADS_1


"Apa yang terjadi sebenarnya.


__ADS_2