Path Of Eternity

Path Of Eternity
Orang-orang yang sial


__ADS_3

Awalnya dia tidak terlalu mengenali orang di depannya, karena mereka botak dan juga hitam, di tambah tubuh mereka di ikat sampai keseluruhan tubuhnya kecuali leher dan kepala, pemuda itu sangat terkejut saat dia melihat tubuhnya di kubur ke dalam tanah, yang hanya menyisakan kepalanya saja, dia ingin menangis tapi menahannya karena malu, lalu dia langsung menatap orang yang di kubur di sampingnya, awalnya dia sangat marah tapi setelah melihat bengkak di kepala Sang Min yang sebesar pukulan dia jadi sedikit bahagia, waktu berlalu cukup lama.


“Ugh… dasar Sang Min sialan sakit sekali…, kenapa dunia tiba-tiba terlihat terbalik, apa ini gara-gara Sang Min aku jadi berhalusinasi,” ucap Chu Yin, sambil melihat tubuhnya yang terikat.


“Kau sudah bangun kah Chu Yin, dari yang kulihat sepertinya kau berpikir ini mimpi, percayalah ini kenyataan, kau memang terikat, lebih tepatnya kita berempat memang terlihat seperti yang kau lihat,” ucapnya.


Chu Yin menatap pemuda hitam dan botak di depannya, Chu Yin melihat dirinya di bola mata pemuda, Chu Yin ingin menangis melihat kepalanya menjadi botak, tapi dia menahannya karena harga dirinya yang tinggi.


 “Apa kau itu Yan Qing?” tanya Chu Yin.

__ADS_1


Dia hanya menganggukkan kepalanya, walau dia malah menghantamkan dagunya ke tanah, Chu Yin menatapnya dalam diam, di keheningan itu mereka berdua melihat si pria paru baya yang sedang di gantung, perlahan mulai sadar, pria paru baya itu menggeliat dan menjerit saat dia merasakan darahnya mengalir dengan cepat di kepalanya.


Pria paru baya sangat ingin membenturkan kepalanya ke dinding atau menepuk kepalanya dengan tangannya sendiri, tapi lilitan tali yang mengelilingi tubuhnya membuatnya tidak bisa merasakan tangan dan kakinya, dia panic hingga terus menggeliatkan tubuhnya.


“Ah…, kepalaku-kepalaku sakit sekali, ah…, aku tidak bisa merasakan bagian tubuhku lagi, sakit sekali!” pria paru baya itu berteriak dengan sangat histeris.


Chu Yin dan Yan Qing hanya menatap temanya itu dengan raut wajah biasa saja, mereka ingin menangis tapi tidak bisa, mereka ingin berteriak juga tidak bisa, tapi saat mereka melihat temanya berteriak dengan sangat histeris, mereka ingin tertawa tapi tidak bisa, karena teriakannya telah mewakili perasaan mereka.


Setelah teriakan histeris pak tua Wen San berhenti, Sang Min terbangun dengan tatapan sombongnya dia melihat kelompok Chu Yin, dia mendengus dengan tatapan menghina lalu dia kembali melihat mereka, Chu Yin dan kelompoknya menatap Sang Min dengan kasihan, tapi sebaliknya Sang Min malah menatap lalu mendengus kembali, dengan semua kekuatannya Sang Min berusaha menarik tubuhnya dari dalam tanah, tapi saying hal itu tidak berhasil, kelompoknya Chu Yin sekali lagi menatapnya dengan kasihan.

__ADS_1


“Hah…, apa kalian lihat-lihat mau mati hah... dasar semut, sepertinya kalian belum cukup merasakan rasa sakit hingga kalian menatapku seperti itu, dasar sekumpulan biksu berwajah hitam,” ucap Sang Min dengan sarkas.


Tapi sebaliknya kelompok Chu Yin malah menatapnya dengan pandangan yang terlihat lebih kasihan, melihatnya membuat Sang Min menjadi tambah marah, wajahnya memerah seperti tomat, dia langsung berteriak. “Ku bunuh kalian bangsat.


Sang Min benar-benar terlihat seperti anjing gila, berkali kali dia menghentakkan dagunya ketanah, berkali-kali juga dia berusaha menarik kepalanya dari tanah, dia berteriak seperti orang gila, sedangkan Chu Yin dan kelompoknya malah tertawa dengan bahagia melihat Sang Min yang putus asa, dia mengabaikan tawa mereka, Sang Min terus berusaha untuk keluar.


“Sudah-sudah tak mungkin kau bisa keluar, saat ini kau pasti sudah sadar, meridian kita telah di blokir, jadi saat ini kita semua tidak lebih hanyalah manusia biasa,” ucap Yan Qing.


Sang Min menoleh sebentar, lalu mengabaikan Yan Qing, satu hari berlalu, Sang Min sudah menyerah untuk keluar, dia terlihat sangat kesal, dia bahkan terus bergumam hal yang tidak jelas, sedangkan, kelompok Chu Yin, hanya terus mengobrol, untuk menghilangkan kebosanan, terkadang, mereka bertengkar karena hal yang tidak jelas.

__ADS_1


Tiga hari berlalu, Sang Min, Chu Yin, Yan Qing, dan Pak tua Wen San, menjadi lebih akrab, mereka terkadang bercanda satu sama lain, bahkan mereka telah bersumpah menjadi saudara dan akan selalu menolong saudara mereka yang sedang dalam bahaya


__ADS_2