
Seorang pemuda remaja dengan rambut hitamnya yang panjang, menatap Fuyuka dengan senyuman di bibirnya, Fuyuka menatap juniornya itu dengan wajah yang masam, Yu Ren yang di tatap dengan wajah yang tidak senang oleh Fuyuka, bukannya berhenti di malah mentertawakan seniornya dengan suara yang sangat besar.
“Hahah… kau kemarin bilang padaku, jika aku bertemu dengan si wanita salju, aku pasti kalah, tapi kenyataannya kau malah yang kalah, hahah…, uhuk… uhuk… hahah…, sebelum kau masuk ke dalam arena pertarungan cermin, dengan percaya diri kau berkata, uhuk…, huhu, Yu Ren saat kau bertemu dengannya lebih baik kau menyerah dengan begitu kau tidak akan merasa malu sama sekali…, huhu… jika kau bertemu dengan si wanita salju dan kalah akan kupastikan untuk membalaskan dendammu.
Fuyuka tidak bisa berkata-kata saat melihat, juniornya sedang menertawakannya dengan wajah yang riang gembira, sambil memperagakan ucapannya kemarin, dengan tawa yang terpingkal-pingkal Yu Ren terus memperagakan ucapan Fuyuka kemarin.
Yu Ren menghentikan tawanya saat dia melihat seorang pria berambut kuning dengan memakai jubah hitam memaski ruangan mereka, di pinggang sebelah kanan pria itu terdapat Rapier yang terpasang di sarungnya, Yu Ren langsung mengenali pria berambut kuning tersebut, dia adalah Wiliam, Yu Ren memandang Wiliam dengan tajam, Wiliam dengan wajah yang acuh mengabaikan Yu Ren.
“Kenapa kau, tiba-tiba kesini Wiliam,?” tanya Fuyuka dengan kesal.
“Tidak ada, aku hanya, datang kesini untuk berkunjung dan sedikit menyemangati seorang wanita cantik yang sedang bersedih,” jawab Wiliam dengan senyum gombalnya.
Bukannya terharu karena dijenguk oleh seorang pemuda tampan, Fuyuka malah menatap Wiliam dengan mata yang melotot, dia merasa tersinggung, dia merasa di ejek.
“Keluar,” ucap Fuyuka dengan mata yang melotot, lalu menunjuk kea rah pintu keluar.
Wiliam tercengang mendengar, nada suara yang di ucapkan Fuyuka, walau terdengar lembut, Wiliam merasa merinding ketika mendengar ucapannya, dengan wajah yang tersenyum Wiliam berbalik untuk segera pergi keluar, Yu Ren menghampiri Wiliam lalu mendorongnya, Wiliam memperkuat cengkraman kakinya di lantai agar tidak terdorong.
“Apa yang kau lakukan bocah sialan?” tanya Wiliam dengan mata yang melotot.
Yu Ren merasa kesal karena di abaikan, sebab itulah dia membalas perbuatan wiliam, dengan tujuan untuk melemparnya keluar dari Ruang Cermin, Yu Ren ingin membuat Wiliam merasa malu.
“Aku Cuma ingin membantu, karena kau sepertinya sama sekali tidak tahu tempat keluarnya,” jawab Yu Ren tersenyum licik.
__ADS_1
“Aku bisa sendiri, kau tak perlu mendorongku.
“Tidak apa-apa jangan malu-malu aku hanya ingin membantu.
Yu Ren terus mendorong Wiliam, Wiliam juga menahan tubuhnya agar tidak terdorong, yang pasti ada yang mendorong dan ada yang berusaha bertahan, gara-gara mereka lantai Ruangan Cermin dengan cepat hancur berantakan, kaki Wiliam tertanam ke dalam lantai sedalam mata kakinya, sedangkan kaki Yu Ren yang terus mendorong Wiliam menyebabkan lantainya terkelupas.
Fuyuka hanya bisa terdiam melihat prilaku kedua bajingan tersebut, dia berangkat dari tempatnya terbaring, lalu menarik katana dari sarungnya, dengan mata yang melotot Fuyuka mengarhkan katannya ke arah mereka berdua.
“Jika kalian tidak berhenti, akulah yang akan mendorong kalian berdua kedalam api neraka,” ucap Fuyuka.
Wiliam menatap ujung katana yang tepat di depan matanya, dengan senyuman wiliam berjalan keluar, setelah berada di luar pintu Wiliam menundukan kepalanya, lalu berjalan pergi, dengan wajah yang bangga Yu Ren merasa telah memenangkan pertarungan.
“Kau harusnya keluar lebih cepat, dasar bodoh, hahah…!” teriak Yu Ren.
“Hoi bocah bangsat, kau juga harus keluar, jika tidak aku akan melaporkanmu pada guru, karena telah menggangguku, oh iya sebagai tambahan jika kau tidak mau keluar setelah hitungan ke , aku juga akan melaporkan pada guru kau telah mengambil sake bunga persik miliknya.
Fuyuka mengabaikan Ejekan Yu Ren dia mulai menghitung.
“3.
“2.
“Tunggu…, tunggu aku akan keluar sekarang, jadi jangan kau beritahu pada guru,” ucap Yu Ren.
__ADS_1
Yu Ren membuka pintu lalu dengan cepat dia berlari meninggalkan Fuyuka, Yu Ren tidak tahu Fuyuka menatapnya dengan Senyuman sinis. “Dasar bocah bodoh….
Fuyuka berbalik masuk lalu menutup pintunya, dengan rapat, lalu dia berbalik dengan wajah yang terdiam, dia bergumam.
“Ah sial…, aku lupa, tempat ini, bukan penginapan, ini pasti gara-gara bocah sialan itu…, Nanti akan ku beritahukan pada guru dia mencuri Sake bunga persiknya, aku tidak sabar melihat wajahnya menangis nanti.
Fuyuka berjalan keluar dari ruangan cermin lalu pergi keluar, setelah sampai di halaman yang luas Fuyuka menatap bangunan yang terlihat seperti istana, dengan pilar-pilar yang sangat besar, terdapat tulisan di atasnya, yang bertuliskan.
“Istana Cermin.
“Hah sial, aku sudah tidak bisa mengikuti Arena pertarungan cermin lagi, untung saja aku bisa mengumpulkan 10 juta poin, semoga saja di ujian kelima nanti, aku tidak bertemu dengannya lagi.
Di dalam Arena Pertarungan Cermin Ning Yu Er duduk bersila, di terbangun dengan wajah yang bahagia, tubuhnya di selimuti oleh Qi hitam dan putih yang sangat tebal.
“Akhirnya aku menerobos alam Pemurnian Qi tingkat 7, walau hanya sedikit saja, yang pasti aku telah bertambah kuat, rasannya menyenangkan bisa melihat perkembangan diri sendiri.
Ning Yu Er sekali lagi bisa melihat tubuhnya, saat ruang pertarungan berubah menjadi butiran cahaya, Ning Yu Er berjalan mendekati tubuhnya, saat dia ingin menyentuhnya, tangan yang dia pakai hanya melewati tubuhnya, Ning Yu Er sekali lagi menatap tubuhnya.
“Dia merubah telapak tangannya menjadi api, yang kemudian dia kembali menyentuh tubuhnya dengan telapak tangannya yang terbakar, tiba-tiba api yang membakar telapak tangan Ning Yu Er padam, Ning Yu Er sangat terkejut melihatnya.
“Seperti yang kuduga tubuh ini asli dan tubuh yang kupakai ini juga asli, tapi hanya saja tubuhku dan tubuh ini berada di dalam dimensi yang berbeda, orang yang membuat tempat ini, sebenarnya seberapa kuat dia hingga bisa membuat dunia yang berada di dalam dimensi yang berbeda, bahkan dia juga bisa menyalin tubuh secara tidak langsung.
Setelah merenung cukup lama Ning Yu Er melihat Arena Pertarungan Cerminnya, berubah menjadi Arena berkabut, sejauh mata memandang Ning Yu Er tidak bisa melihat apapun, dia hanya bisa melihat sejauh 2 meter, bahkan setelah dia memperkuat penglihatannya dengan Qi, Ning Yu Er masih tidak bisa melihat apapun, Ning Yu Er kebingungan, dia tidak mengerti.
__ADS_1
“Bagaimana caranya bertarung, jika tidak ada apapun yang bisa di lihat dengan jelas begini, apa dimensinya mengalami eror,” pikir Ning Yu Er.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya Ning Yu Er melihat mayat, yang berpakain seperti Ninja.