
Ning Yu Er menatap bayangan itu dengan bingung, lalu memasukan pedangnya, perlahan bayangan itu hancur berkeping-keping , lalu melayang masuk ke dalam tubuh Ning Yu Er, Ning Yu Er terkejut, bayangan itu membuat cahaya bintang di lautan Qi hitamnya menjadi sepuluh, Ning Yu Er juga sedikit terkejut, ternyata dia telah menerobos Ranah Pemurnian Qi tingkat 2.
“Walau bayangan itu lemah, tapi di memiliki manfaat yang sangat besar ternyata,” pikir Ning Yu Er.
Tak lama sebuah portal terbuka di tengah Platform hitam, Ning Yu Er menatap portal yang terbuka di depannya cukup lama, bersamaan dengan munculnya portal, Ning Yu Er juga melihat sebuah buku Berbintang lima, dia langsung mengambilnya dan membacanya sebentar, lalu melemparnya ke dalam cincin, saat Ning Yu Er ingin memasuki portalnya, seorang pria paru baya berteriak memanggilnya, dia langsung berhenti lalu menatapnya.
“Nona… kenapa kau bisa mengalahkan bayangan itu sangat cepat, dengan tebasan seperti itu?” tanya Pria paru baya.
“Karena itu Cuma bayangan, tak perduli seberapa hebatnya dia menirukan ku, tak mungkin dia bisa menang dariku, kau pasti ahli pedang, tebasan itu memang terlihat lambat tapi sebenarnya itu sangat cepat, kau bisa melihat pedangku saat di tebaskan, itu artinya kau lebih kuat dariku, dan kenapa aku bisa menang, itu karena aku menangkap pedangnya sebelum mengenai ku,” jawab Ning Yu Er lalu masuk ke dalam portal.
Pria paru baya itu terdiam sejenak, dia merenung sangat lama lalu berpikir. “bukankah itu artinya bayangan itu juga menangkap pedangnya, jika begitu kenapa dia malah kalah, apakah tubuh wanita itu lebih kuat dari bayangannya, tidak aku pasti salah, bayangan itu pasti juga memiliki kekuatan yang setara dengan wanita itu, maka masalahnya ada di Qi yang di gunakan wanita itu, hal ini tidak mungkin, karena bayangan itu selalu memiliki Qi alam yang jauh lebih murni dari si penantang, apa lagi Alam Rahasia 10 Ujian ini dibangun oleh seorang immortal….
__ADS_1
***
“Aku tidak menyangka, dia juga menangkap pedangku, bayangan itu benar-benar sangat luar biasa, dia bisa meniru semuanya secara sempurna, untung saja dia tidak bisa meniru Qi hitamku, jika dia bisa aku pasti sudah mati hari ini,” Gumam Ning Yu Er.
Ning Yu Er mengalihkan perhatiannya pada jalan setapak, yang hanya bisa di lalui 2 orang, kanan dan kirinya di penuhi oleh bamboo, Ning Yu Er diam sejenak, lalu melihat batu besar yang di ukir dengan sebuah kata.
“Ujian Ke 2, jalan penusuk hati,” ucap Ning Yu Er.
“Aneh sekali, aku tidak mengerti, walau buku ini juga membahas konsep, apa karena aku tidak memahami proses terbentuknya ruang, atau karena buku ini terlalu jauh jangkauannya dari ranahku saat ini,” pikir Ning Yu Er.
Setelah melempar bukunya kedalam ruang penyimpanan Ning Yu Er, memasuki ujian ke 2, jauh di dalam hutan bamboo Ning Yu Er berjalan, tak lama dia melihat seorang pengemis yang sedang di pukuli oleh dua orang pria, di halaman yang cukup luas.
__ADS_1
Ning Yu Er hanya menatapnya dengan kasihan, lalu berjalan pergi, mengabaikan teriakan minta tolong si pengemis, Ning Yu Er telah berjalan cukup jauh, di kejauhan Ning Yu Er melihat tembok yang menutup jalanya, ada sebuah kata yang terukir di temboknya yang bertuliskan. “Kenapa kau tidak menolongnya.
Ning Yu Er menatap temboknya lalu menebasnya berkali-kali, temboknya di penuhi oleh retakan dan sayatan, tetapi tak lama, temboknya mulai beregenerasi dengan sangat cepat, melihat itu Ning Yu Er hanya tersenyum lalu melompat ke atasnya, Ning Yu Er terkejut tembok itu menjadi lebih tinggi dari lompatannya, Ning Yu Er menatap tulisan yang terukir di tembok lalu menghela nafas, Ning Yu Er perlahan mengukir sebuah kata di tembok, yang berbunyi?.
“Tidak ada yang bisa membantunya selain dirinya sendiri.
Tak berlangsung lama tembok itu langsung hancur menjadi serpihan cahaya, menampilkan sebuah proyeksi yang memperlihatkan nasib si pengemis, Ning Yu Er melihat seorang pria yang menolong si pengemis, tapi akhirnya si pengemis malah mati di tangan ke 2 orang pria itu saat si penolong telah pergi.
Lalu di proyeksi selanjutnya, si pengemis tidak di tolong siapapun, tapi setelah sering di pukuli, akhirnya si pengemis melarikan diri, lalu saat dia kembali dia membantai setiap orang yang menyakitinya beserta semua orang di desanya, dia malah berakhir menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.
“Sepertinya aku telah melakukan hal yang benar,” pikir Ning Yu Er lalu tersenyum.
__ADS_1