Path Of Eternity

Path Of Eternity
Menunggu Ujian Ke 5


__ADS_3

Ning Yu Er terbangun di ruangan gelap dengan wajah yang pucat dia menundukan kepalanya.


Dia teringat apa yang di katakan Scarlett, tentang memenangkan pertarungan sebanyak 10 kali, walau dia tidak tahu apa yang akan di dapatkannya setelah memenangkan pertarungan sebanyak 10 kali, Ning Yu Er tetap merasa sedikit penasaran.


Walau ada sedikit perasaan kecewa, Ning Yu Er sedikit bahagia, melihat poin yang ada di tangannya, yang telah berjumlah lebih dari sepuluh juta.


"Apa yang terjadi biarlah berlalu, penyesalan tidak akan merubah apapun, aku telah mengeluarkan semua kemampuan yang kumiliki.


"Aku hanya perlu fokus kedepan, tidak ada gunanya melihat kebelakang, lagi pula aku tidak mengalami kerugian apapun.


"Banyak pelajaran yang bisa kudapatkan dari kekalahan ini, kekalahan tidak selalu buruk,  mulai dari sekarang sepertinya aku harus berusaha memperkuat kemampuan berpedangku.


Ning Yu Er berbicara sendiri, berusaha untuk memotipasi dirinya sendiri, dia berjalan dengan senyum tipis di wajanya, dia menyusuri ruangan gelap hingga akhirnya dia melihat sebuah portal.


Saat Ning Yu Er sadar dia telah berdiri di depan monument tempat dia memulai, dia melihat sekelilingnya, dengan wajah yang terkejut


Melihat hal itu membuat wajahnya menjadi kaku, Ning Yu Er berjalan lurus tampa memperdulikan apapun, sesekali di merasa namanya di panggil seseorang, tapi dia tidak perduli, Ning Yu Er terlalu malu untuk melihat kebelakang.


Ning Yu Er tidak tahu pertarungannya selama ini telah menjadi topik hangat yang terus di bicarakan orang-orang di kota sebelum ujian ke 5, walau dia tahu pertarungannya pasti di siarkan, tapi Ning Yu Er tidak menyadari dia telah menjadi sangat terkenal.


Sampai hanya dengan melihat rambut putih dan topeng yang sering di pakainya, mereka pasti langsung bisa mengenali dia Ning Yu Er, wanita misterius yang mampu bertarung melawan semua anggota sekte besar dengan seimbang.


Ning Yu Er melihat ke kiri dan ke kanan, banyak orang yang menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca, saat dia berjalan ada pasangan yang melambaikan tangan padanya, seperti teman dekat saja.

__ADS_1


Ning Yu Er terkejut dia menoleh ke kiri dan ke kanan, untuk memastikan dirinya tidak salah paham, setelah selesai Ning Yu Er tersenyum tipis ke arah mereka berdua.


Pasangan yang melihat senyuman Ning Yu Er sedikit terkejut, mereka tidak menyangkah lambaian tangan mereka di balas senyuman, tapi setelah melihat wajah terkejut mereka berdua Ning Yu Er berjalan lebih cepat, dia salah sangkah, Ning Yu Er mengira mereka tidak senang karena dia tersenyum pada mereka.


Setelah berjalan cukup jauh Ning Yu Er melihat seorang pria muda, yang tiba-tiba melompat di depannya, Ning Yu Er terkejut dia tidak bisa melihat ranah kultivasi pria muda di depannya.


Setelah pria itu menunduk dengan gaya lalu mengeluarkan bunga dari tanggannya, Ning Yu Er dengan cepat menggunakan teknik kaki untuk menghindari pria muda tersebut.


Saat Ning Yu Er menghindari pria muda, sehelai rambut putih yang panjang tersangkut di bunga si pria muda, sehelai rambut Ning Yu Er rontok.


Ning Yu Er terus berjalan menuju penginapan, tapi Ning Yu Er tidak sadar dia telah meninggalkan bom waktu.


Tampa perlu ku ceritakan siapapun pasti akan mengerti tujuan si pria muda, cukup lama waktu berlalu pria muda tidak mendapatkan jawapan apapun, dia menoleh ke atas tapi tidak ada siapapun.


Dengan wajah yang murung pria muda menatap bunga yang ada di tangannya, pemuda itu terkejut dia melihat benang yang memantulkan cahaya, saat di pegangnya di mengerti itu bukan benamg itu rambut.


"Lembut sekali …, eh…" 


Pria muda menarik rambut putih itu dengan hati-hati, dia mengndus rambut Ning Yu Er, dengan wajah yang memerah dia bergumam di sertai senyum tipis di wajahnya.


"Harum sekali…, hanya dengan mengendusnya saja tenagaku terasa pulih kembali.


Banyak orang melihat pemuda yang di abaikan pernyatan cintanya, mengendus benang dengan wajah yang memerah, seorang pria botak, yang membawa pedang besar menghampiri pria muda.

__ADS_1


Dengan cepat pria botak mengambil benang yang di pegang si pria muda, pria botak terkejut itu bukan benang itu rambut, dengan cepat di megendusnya.


"Wangi sekali…!" Teriak pria botak.


Banyak orang langsung mendekat setelah mendengar perkataan pria botak, mereka penasaran, tapi saat mereka mendekat seorang wanita berkata.


"Itu rambut wanita salju, lihat saja warnanya," ucap wanita pertama.


"Dasar pria menjijikan, mereka mengendus rambut wanita salju dengan terang-terangan," sahut wanita kedua.


"Kalian semua ayo kita serang mereka!" Teriaknya.


Tempat itu seketika menjadi medan perang, mari kita abaikan pertarungan konyol mereka.


Setelah sampai di penginapan Ning Yu Er, menemui resepsionisnya, dia bertanya.


"Apa ad ruangan kosong," tanya Ning Yu Er.


Dengan wajah terkejut resepsionis itu menatap Ning Yu Er di bergumam dengan suara yang keras.


"Apa yang tidak ada akan ada, apapun itu jika untuk peri salju.


Ning Yu Er terdiam dia tidak mengerti apa yang di katakan resepsionis, setalah mendapatkan kunci ruangannya, Ning Yu Er segara beristirahat di dalam kamarnya.

__ADS_1


Sampai ujian ke 5 di mulai Ning Yu Er terus bersembunyi di dalam ruangannya, dia berkultivasi untuk menstabilkan kultivasinya.


__ADS_2