
Ning Yu Er sangat terkejut dia menghampiri si mayat, Dia berhenti dengan wajah yang kebingungan, Ning Yu Er merasa pernah melihat orang yang memakai pakaian Ninja seperti itu, setelah berusaha untuk mengingatnnya akhirnya dia tahu, mayat Ninja yang ada di depannya, memakai pakaian yang sama dengan Ninja yang menyerang Ding Yuan Shen dan Ding Mei Er, rasa prihatin yang di tunjukan Ning Yu Er menghilang seketika.
Ning Yu Er menyelimuti telapak tangan kanannya dengan api, dia dengan cepat membakar tubuh mayat ninja tersebut, tiba-tiba saja mayat itu melompat lalu berteriak.
“Aw… aw… panas.
Mayat itu tiba-tiba saja terbangun lalu berguling-guling di tanah, berusaha untuk memadamkan api yang membakarnya, setelah api itu padam, dia melompat ke atas pohon yang sudah kering, Ninja itu memandangi Ning Yu Er dengan marah, seperti ingin ******* tubuh Ning Yu Er hidup-hidup.
“Ternyata kau masih hidup, kukira sudah mati, apa kau mau di bakar lagi?” tanya Ning Yu Er.
Mendengar pertanyaan Ning Yu Er tersebut membuat ninja tersebut naik pitam, dia berkata dengan suara yang kecil. “Dasar Wanita ******.
Ning Yu Er adalah seorang introvert akut tetapi jika dia marah, rasa malu dan kecenderungannya yang membuatnya sealu dalam masalah akan berkurang, ini di sebabkan kemarahannya dapat membuat pikirannya yang rasional perlahan berkurang, bisa di bilang ini adalah kebiasaan Ning Yu Er yang tidak akan bisa menghilang seumur hidupnya.
Ning Yu Er menatap si ninja dengan sinis, walau dirinya tidak terlalu mengenal orang ini, dia sedikit membencinya, yang pasti mereka saling memandangi musuh yang ada di depan mereka dengan waspada, Ning Yu Er cukup kesulitan karena dia tidak bisa melihat ninja dengan jelas, dia berpikir ninja itu pasti akan kesulitan untuk melihatnya, sampai Ning Yu Er melihat sebuah belati terbang ke arahnya.
Ning Yu Er menghidarinya dengan mudah, dia berpikir setelah melihat belatinnya, semua itu pasti hanya kebetulan, tidak mungkin ninja bisa menemukannya di tempat seperti ini. Ning Yu Er terperanjat saat dia merasakan dingin di punggungnya, banyak belati yang diarahkan padanya dari segalah arah.
Ning Yu Er berusaha menghadirinya, tetapi walau dia sudah berusaha semampunya untuk menghindar, masih terdapat beberapa luka tusuk dan sayat di tubuhnya, dengan cepat Ning Yu Er membuat pedang Qi, walau ukurannya kecil karena di buat tergesa-gesa, dengan bantuan pedang kecilnya, Ning Yu Er mampu menahan dan menangkis setiap belati yang terarah padanya.
Setelah semua belati yang menyerangnya berhasil di tahannya Ning Yu Er terdiam lalu berkata, dengan kelelahan. “Sepertinya…, ini, bukan kebetulan, ninja sialan itu, bisa melihatku, tapi bagaimana carannya.
Ning Yu Er menatap belati yang tergeletak di tanah yang di penuhi tanaman kering, Ning Yu Er terkejut setelah di lihatnya dengan baik-baik, di gagang belati yang terlihat seperti lubang jarum, terdapat benang transparan yang sangat tajam terikat di lubang tersebut.
Ning Yu Er sadar akan bahaya yang menantinya, dia ingin melompat pergi dari tempat itu, tapi kenyatan berkata lain, saat Ning Yu Er menyadarinya itu sudah terlambat, racun pelumpuh telah menyebar di dalam tubuhnya membuatnya tidak bisa bergerak.
Jika saja Ning Yu Er menyadari kalau dia telah di racuni, harusnya dia mampu mengurangi efek sampingnya dengan sedikit membakar racun yang ada di tubuhnya dengan Qi api, walau akan ada efek samping yang buruk, jika di menggunkan cara ini, tapi itu hanya akan menjadi masalah di kemudian hari, apa lagi tempat ini adalah dunia cermin, tidak aka nada efek samping yang berbahaya bagi tubuh aslinya.
Ning Yu Er tidak bisa bergerak, tubuhnya terlilit benang transparan, dia tidak menunjukan ketakutan sedikitpun di wajahnya, karena dia tahu ketakutan tidak akan merubah situasinya saat ini, hanya tekad yang kuatlah yang bisa meyelamatkannya dalam kondisi seperti ini.
Walau di terikat seperti sedang di salip, gaun putih tebal yang di pakainya sama sekali tidak mengalami kerusakan, Ning Yu Er masih berusaha untuk melepaskan dirinya, Ning Yu Er berhenti saat melihat Ninja berjalan kearahnya dari balik kabut.
__ADS_1
Mata ninja di penuhi oleh arogansi, dia menatap Ning Yu Er yang di salipnya bagaikan karya seni, dia mendekati Ning Yu Er lalu memandangi tubuhnya, dia terkejut saat melihat tubuh Ning Yu Er sama sekali tidak terluka.
Dari sekian banyak belati yang di lemparkannya, Ninja melihat dengan jelas terdapat beberapa belati yang di lemparkannya menusuk dan menggores tubuh Ning Yu Er, tapi saat ini, dia terkejut karena di tubuh Ning Yu Er tidak ada bekas luka dari benang yang saat ini menjerat tubuhnya.
“Tubuh wanita bertopeng ini sangat aneh, bukan hanya semua lukanya sembuh dengan sangat cepat, tubuh wanita ini juga sangat kuat benang besi putih yang kugunakan, sedikitpun tidak bisa menggores tubuhnya,” pikir si Ninja.
Ninja mendekati Ning Yu Er lalu melepaskan topeng yang sedang di pakai Ning Yu Er saat ini,dia terkejut saat melihat wajah di balik topeng tersebut, dia melihat seorang wanita cantik dengan mata perak yang bercahaya, terasa kontras dengan buluh mata putih dan alis putih.
Dia selalu mengira wanita berambut putih yang di hadapinya adalah seorang wanita tua, tapi siapa yang mengira saat membuka topeng yang di pakai wanita ini, dia bisa melihat seorang wanita yang sangat cantik.
Jantung Ninja berdegup dengan kencang saat menatap mata perak Ning Yu Er, yang sedikit terlihat gelisa, Ning Yu Er sedikit mengalihkan pandangnnya dari mata ninja yang terlihat menjijikan, dia bertanya pada Ninja.
“Bagaimana kau bisa mengetahui lokasiku?” tanya Ning Yu Er penasaran.
Ninja menjawab lalu menyentuh wajah Ning Yu Er, dengan wajah yang seikit memerah. “tentu saja karena tempat ini adalah Arena pertarungan miliku.
“Milikmu,” ucap Ning Yu Er dengan wajah yang terkejut.
“kau tidak perlu bertanya, karena kau pasti tahu, di mana kau terkenanya.
Ning Yu Er terkejut dia tidak tahu selama ini arena pertarungan bisa di beli dengan poin, tapi yang pasti Ning Yu Er menatap wajah Ninja yang terengah engah di depannya ini, dengan jijik, entah kenapa ninja yang ada di depannya ini terlihat seperti orang gila.
“Akan kutandai kau sebagai karya seniku, yang sangat indah… cantik sekali,” ucap Ninja sambil membelai wajah Ning Yu Er.
Ning Yu Er merinding mendengarnya, Dia tidak tahu Ninja itu sejak awal memang tidak waras, tapi karena wajah cantiknya ninja itu menjadi lebih tidak waras.
Belum sempat ninja itu melakukan apapun padanya, Ning Yu Er dengan cepat membunuh Ninja tidak waras itu tampa dia sadari, Ninja itu terbangun di dalam Ruangan Cermin, dia merenung seperti orang gila, tampa suara dengan tatapan mata yang kosong.
“Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa aku ada disini… apa yang di lakukannya.
Ninja berpikir dengan keras dia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, dia bahkan berkali-kali membenturkan kepalanya ke dinding yang membuat darah di kepalanya bercucuran seperti air mancur, sampai seorang Ninja masuk tampa megetuk pintu.
__ADS_1
“Bos wanita ****** yang tadi mengalahkanmu, saat ini sedang bertarung dengan anggota sekte pedang, dia….
Belum sempat ninja nomor 2 menyelesaikan omongannya, kepalanya telah terpotong, darah bersimbah di lantai mewarnainya dengan warna merah, ninja nomor 3 yang melihat kepala temannya itu, melihat bosnya itu dengan ketakutan.
Nomor 1 berjalan mendekati jasad nomor 2, lalu dia menginjak dan menendang jasad nomor dua terus menerus, nmor 3 yang melihat jasad temannya itu di injak malah semakin ketakutan, organ dalam nomor 2 berserakan di lantai.
“Sialan…sialan…, dasar bajingan sialan…,beraninya kau menyebut karya seniku sebagai wanita ******, mati… mati… kau bangasat, “ teriak Nomor 1 seperti orang gila sembari terus menginjak mayat Nomor 2.
Nomor 3 yang melihat jasad hancur tidak berbentuk itu langsung memuntahkan isi perutnya, dia menatap bosnya yang melihatnya dengan mata melotot, nomor 3 sangat ketakutan hingga dia hampir terkencing-kencing di celana.
“Hoi orang bodoh di sana, mulai sekarang kau nomor 2, coba kau ceritakan apa yang ingin di katakan oleh makhluk yang tidak berguna di sana.
Nomor 3 melihat apa yang di tunjuk oleh bosnya, itu adalah gumpalan daging yang telah hancur, dengan keringat dingin nomor 3 berkata.
“No,na… peri yang bos biarkan menang… saat ini dia sedang bertarung dengan pria bajingan dari sekte pedang, dia sedang kesusahan.
“Bajingan sialan, aku harus mengkoreksi perkataanmu, bukan aku yang membiarkannya menang, tapi daia menang secara misterius dengan kemampuannya sendiri.
Ucap nomor 1 dengan mata yang melotot, melihat tatapan mata yang mengerikan, kakinya langsung lemas dia terjatuh kelantai tidak bisa berdiri.
“kau mengerti.
Nomor 3 menganggukan kepalanya, dengan wajah yang pucat.
“Oh iya kumpulkan orang-orang tidak berguna itu, aku ingin melihat, jika ada 1 luka goroes ditubuh karya seniku, 1 kepala dari orang-orang sekte pedang akan melayang, jika ada 10 goresan maka aka nada 10 kepala yang melayang.
“Hanya aku, hanya aku, yang boleh melukainya, dia adalah miliku-miliku, tubuhnya, jiwanya, semuanya adalah miliku, jika ada yang melukainya kematianlah yang akan menghampiri mereka.
Nomor 3 yang mendengar itu tidak bisa berkata-kata, dia menyadari orang di depannya ini sangat tidak waras, sebab itulah dia hanya bisa megikuti alurnya, dengan wajah yang kaku dia berkata.
“Baik tuan, kita akan musnakan sekte pedang jika mereka melukai Nona peri.
__ADS_1