
Ning Yu Er terdiam saat melihat mulut Tong Fei telah membengkak dan menghitam, dia bisa mencium bau yang teramat busuk keluar dari mulut Tong Fei.
Ling Yuan melihat Ning Yu Er tiba-tiba saja melepaskan pakaian temannya, dengan marah dia berteriak.
"Hentikan …! apa yang ingin kau lakukan pada tubuh temanku?
Ling Yuan menyentuh punggungnya, dengan wajah yang kesakitan dia berdiri berusaha untuk menghentikan perbuatan Ning Yu Er.
Dengan tubuh yang berlumuran darah Ling Yuan mendekati Ning Yu Er wajahnya pucat dia berusaha menarik tangan Ning Yu Er, dengan wajah yang dingin Ning Yu Er menatap Ling Yuan lalu mendorongnya sampai jatuh ketanah.
Ling Yuan terjerembab ketanah dengan mata yang memerah dia menatap Ning Yu Er.
"Dasar wanita tidak punya hati!" Ling Yuan berteriak dengan marah lalu melempar tubuh Ning Yu Er dengan tanah
Ning Yu Er hanya menatapnya sebentar dia mengabaikan tanah yang menempel di tubuhnya, dengan senyum di wajahnya, dia berkata.
"4, 5 ikat orang ini di pohon! dengan keadaannya sekarang bahkan anak kecil bisa membunuhnya, oh iya …, ambil juga cincin penyimpanan dan kedua pedangnya! aku rasa itu bisa di jual dengan harga yang mahal! Ning Yu Er memerintahan mereka berdua dengan suara yang lembut.
" Baik Yang mulia," sahut mereka.
Tampa pikir panjang mereka langsung mengeluarkan tali untuk mengikat Ling Yuan, tentu saja Ling Yuan tidak tinggal diam, dia berusaha melawan kedua boneka tersebut. Tetapi sialnya kedua boneka itu sangat kuat hingga bisa membuatnya tidak bisa berkutik sama sekali.
Dengan pasrah Ling Yuan melihat pedang dan semua hartanya di ambil darinya, air mata yang membasahi wajahnya. Ling Yuan melihat Ning Yu Er membalikan tubuh Telanjang Tong Fei, dia menangis saat melihat buah itu mau masuk kedalam ''...'' pantat temannya.
"Hentikan …, jangan kau nodai kehormatannya, apa kau masih belum puas setelah membuat kami terlihat sangat menyedihkan seperti ini.
Akhirnya buah itu masuk kedalamnya. Sebelum peristiwa memalukan itu di mulai, Yu Ren dan Fuyuka, yang baru saja sampai hanya bisa melihatnya dengan tatapan kosong.
Di atas dahan yang gelap, Yu Ren dan Fuyuka bisa melihat dengan jelas pemandangan yang sangat menyedihkan.
Ling Yuan di ikat kepohon dengan air mata yang membasahi wajahnya, dia terus berteriak ke arah Ning Yu Er.
Di depan Ning Yu Er ada dua orang yang terbaring di tanah, ada seorang pria berpakaian hitam dengan mata yang melotot, kehilangan nyawanya dengan sebuah luka tusuk di lehernya dan yang satunya adalah Tong Fei si gorila botak dari Sekte pedang surga.
Dengan tubuh yang menelungkup ke tanah. Fuyuka dan Yu Ren melihat Ning Yu Er memasukan buah ke dalam "..." Pantat Tong Fei.
__ADS_1
Mereka sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi, tapi yang pasti, pemenang dalam pertarungan ini sepertinya adalah Ning Yu Er.
Ning Yu Er berdiri lalu menendang buah itu masuk kedalamnya, Ling Yuan yang melihat itu hanya bisa menangis dan bergumam.
"Maafkan aku …, karena tidak bisa melindungi kehormatanmu …, wanita ini pasti bukan manusia dia pasti terbuat dari gumpalan Es.
Ning Yu Er berjalan mendekati Ling Yuan, dia melihat wajah Ling Yuan dengan senyum kesal, Ling Yuan yang melihat Senyum aneh itu merasah terintimidasi.
Tapi belum sempat Ling Yuan mengatai Ning Yu Er, tiba-tiba saja Ning Yu Er langsung menyumpal mulut Ling Yuan dengan buah delima hijau.
Dengan wajah yang terkejut, Ling Yuan merasakan panas yang menjalar keseluruhan tubuhnya, dia bisa merasakan luka-luka yang ada di seluruh tubuhnya perlahan sembuh.
"Apa buah yang kau berikan padaku dan Tong Fei tadi adalah Buah Roh?" Tanya Ling Yuan dengan perasaan bersalah.
Ning Yu Er mengabaikan Ling Yuan lalu pergi menjauh, Fuyuka tiba-tiba saja melompat dari atas pohon menghantam wajah Ling Yuan.
Di sisi lain Yu Ren sudah berdiri di samping tubuh Tong Fei, dia menatap tubuh besar Tong Fei yang tidak memakai busana, Yu Ren mengambil kain panjang lalu di selimutkannya tubuh telanjang itu dengan kain tersebut.
Dengan wajah kasihan Yu Ren pergi meninggalkan Tong Fei, dia mendekati Fuyuka lalu berbisik.
Fuyuka hanya mengabaikan Yu Ren seperti angin lewat, walau dirinya telah mencari Ning Yu Er selama ini, dia kebingungan untuk memulai pembicaraan.
Ada keheningan di dalam hutan yang gelap itu, sampai sebuah suara besar terdengar di dekat mereka.
"Uohh …, apa aku telah berada di surga!" teriaknya lalu melirik pergelangan tangannya.
"Tanganku yang terpotong tumbuh kembali," ucapanya seraya mengangkatnya ke atas dan mengaguminya.
Ning Yu Er, Fuyuka, Yu Ren dan Ling Yuan yang masih di injak Fuyuka semunya menatap Tong Fei.
"Padahal kau itu seorang Kultivator, bagaimana bisa kau percaya pada yang namanya surga," ucap Ning Yu Er.
Tong Fei terdiam memandang 4 orang yang di kenalnya, sedang berdiri di depannya, dengan bodohnya dia mengabaikan perkataan Ning Yu Er.
__ADS_1
"Apa kalian juga telah mati oleh Assassin gila itu.
"Tong Fei kau masih hidup dan Aku juga masih hidup, ini kenyataan," ucap Ling Yuan.
Tong Fei melihat Fuyuka yang sedang menginjak Ling Yuan, dia menatap Ling Yuan dengan tidak percaya, dengan mata yang mengejek di berkata.
"Uah …, bisa saja kau berbohong, Ling Yuan itu bukan masokis lo.
Ling Yuan berteriak. "Ini aku Ling Yuan, saudara seperguruanmu, karena kehabisan Qi aku jadi tidak bisa memindahkannya dari punggungku.
Tong Fei terkejut dia merasa kasihan melihat temannya itu, Ning Yu Er dengan cepat menimpalinya lalu berkata.
"Jangan tertipu …, orang ini bukan Ling Yuan, dia mau membodohimu, itu hanya topeng," ucap Ning Yu Er.
"Dia adalah orang yang melukaimu.
Fuyuka, Yu Ren dan Ling Yuan terdiam mendengar pernyataan yang tidak masuk akal itu, mereka menatap tubuh si ninja yang terbaring kaku di samping Tong Fei.
"Jika gorila ini tidak bodoh, dia pasti tidak akan termakan tipuan gak berguna seperti ini," pikir mereka semua.
"Dasar bangsat, berani sekali kau menyamar sebagai temanku!" Tong Fei berteriak dia berdiri dengan tubuh besarnya.
"Dia tertipu," pikir mereka semua.
"Berani sekali kau menyamar sebagai temanku, akan ku robek wajah bodohmu itu.
Fuyuka menatap Tong Fei yang berdiri di depannya. Gorila botak itu sangat tinggi membuat Fuyuka harus melihat ke atas, gorila botak memasang wajah muram, dengan cepat Fuyuka menyingkir dari atas tubuh Ling Yuan.
"Tung-gu teman ini aku, " ucapnya dengan panik.
Bagaikan orang yang kesurupan, Tong Fei langsung mengangkat Ling Yuan ke atas, sebelum di lempar oleh Tong Fei, Ling Yuan berteriak.
"Dasar wanita sialan, jika kau mempunyai dendam padaku, jang gunakan cara kotor begini padaku.
Tong Fei dengan cepat melempar Ling Yuan ke pohon raksasa, hingga pingsan, Ning Yu Er tersenyum puas melihat itu, dia langsung berjalan pulang.
__ADS_1