
Setelah berhasil melarikan diri dari Kota Vermilion, satu minggu kemudian. Ning Yu Er pergi ke dalam Hutan ilusi, yang terdapat banyak sekali hewan iblis di dalamnya.
Ning Yu Er terus berjalan menyusuri hutan, beberapa kali Ning Yu Er berpapasan dengan Hewan iblis, walau terjadi pertarungan sebentar, Ning Yu Er bisa mengatasinya dengan cukup mudah.
Setelah mengambil batu roh yang terdapat di perut hewan iblis, Ning Yu Er langsung pergi menyusuri hutan kembali, setelah menyusuri Hutan ilusi seharian Ning Yu Er hanya mendapatkan 10 batu roh dan darah, dari hewan iblis tingkat 1.
Malam hari sudah dekat Ning Yu Er mulai mencari sebuah goa untuk di tinggali, tapi bahkan setelah matahari berganti menjadi bulan, Ning Yu Er masih tidak menemukan goa sama sekali, jadi terpaksa Ning Yu Er menetap di tengah hutan yang gelap.
Tempat tidur Ning Yu Er terbilang sangat sederhana, dia mengumpulkan beberapa rumput dan menjadikannya tempat tidur dengan menutupnya memakai kain, Ning Yu Er perlahan berbaring di atas tempat tidur sederhana miliknya, lapisan luar gaunnya yang bisa di lepas berubah menjadi selimut yang sangat nyaman bagi Ning Yu Er yang sedang kedinginan.
Di malam yang panjang itu Ning Yu Er bersantai, dengan menatap Bintang yang berhamburan di angkasa, Ning Yu Er mengalikan pandangannya pada bulan yang menghiasi langit malam.
“Ini dunia yang aneh, walau di penuhi dengan bahaya, entah kenapa aku menyukainya, meskipun bertarung itu tidak menyenangkan, tapi aku tetap akan bertarung, membalas semua perbuatan mereka pada orang tua ku.
Ning Yu Er perlahan tertidur, banyak hewan iblis yang berdatangan menyerang Ning Yu Er, tetapi semua itu percuma, tidak perduli sebanyak apapun hewan iblis menyerang Ning Yu Er, tidak ada satupun hewan iblis yang bisa mendekati Ning Yu Er, hingga bulan berganti menjadi matahari.
Di pagi hari yang cerah, di sekitar tempat Ning Yu Er tertidur telah berubah menjadi area yang di tutupi Es, terdapat benteng Es yang memutari tempat Ning Yu Er tertidur sejauh 10 meter, di luar benteng Es itu ada ratusan Es yang sangat tajam mengelilinginya, di tempat itu juga terdapat seluncuran Es yang sedang di panjat para hewan iblis, yang tidak mengetahui kalau mereka berhasil sekalipun, mereka akan mati terjatuh ke Es yang sangat tajam.
“Hua….
Ning Yu Er bangun dari tidurnya, di menatap gerombolan hewan iblis yang berada di luar bentengnya, dia tersenyum, seketika ratusan pedang Es terbentuk di atas langit, yang akhirnya membunuh puluhan hewan iblis, melihat sesama mereka terbunuh banyak hewan iblis melarikan diri.
Setelah di hitung Ning Yu Er mendapatan lebih dari 30 hewan iblis tingkat pertama, setelah mengambil batu roh dan darahnya Ning Yu Er juga mengambil daging dan kulitnya.
__ADS_1
Ning Yu Er pergi meninggalkan Hutan ilusi, berjalan menuju kota selanjutnya.
Selama perjalanannya Ning Yu Er terkadang melihat padang bunga dan padang rumput yang luas, di siang hari yang panas, Ning Yu Er berjalan menyusuri jalan setapak, dia melihat banyak darah berceceran di tanah, serta potongan kereta yang rusak.
Melihat darah yang berceceran di tanah, membuat Ning Yu Er menjadi lebih waspada, dia mengeluarkan pedang yang di simpannya di dalam cincin, pedang itu sebenarnya milik pria paru baya yang di bunuh Ning Yu Er sebelumnya.
Ning Yu Er bergerak lebih cepat, dia berlari dengan semua kekuatannya, setalah dia mencapai hutan, Ning Yu Er melompat dari satu pohon ke pohon yang lain.
Ning Yu Er mendengar suara orang bertarung dan minta tolong di kanan dan kirinya.
Tentu saja Ning Yu Er, mengabaikan semua suara yang dia dengar dan melanjutkan perjalanannya, Ning Yu Er mempercepat langkahnya, hingga dia terhenti saat melihat seorang Gadis kecil menangis di depan tubuh pria kecil yang terbaring di tanah.
Tepat di belakang gadis kecil yang sedang menangis, ada sesosok pria berpakaian hitam, seperti Ninja, mengangkat pedang dan menebaskannya ke arah si gadis kecil, Ning Yu Er menggerakkan semua tenaga ke kakinya, lalu melompat dari atas pohon, pria berpakaian hitam, merasakan bahaya dari sampingnya.
Ninja langsung terpental, dia berlutut di tanah dengan pedang di tangannya, lalu memuntahkan seteguk darah, Ning Yu Er sangat terkejut, dia yakin Ninja ini lebih kuat darinya, Ning Yu Er langsung menyerang si Ninja dengan seluruh kekuatannya.
Untuk ke dua kalinya pedang Ning Yu Er berbenturan, kali ini Ning Yu Er yang terpental, si Ninja mengambil kesempatan ini untuk melancarkan serangan terus-menerus.
Pergerakan Ninja itu sangat cepat, hingga membuat sebuah ilusi optic di mata Ning Yu Er, setiap kali Ning Yu Er melancarkan serangan, yang di tebasnya ternyata hanyalah bayangan yang di tinggalkan si Ninja.
Ning Yu Er sangat kewalahan terlihat dari luka dan gaun Ning Yu Er yang penuh dengan sobekan, Ninja memiliki banyak kesempatan untuk melancarkan serangan fatal ke pada Ning Yu Er, tapi dia hanya ingin memamerkan kekuatannya dan menyiksa Ning Yu Er secara perlahan, Ning Yu Er sama sekali tidak takut terluka tapi dia sangat marah melihat gaun yang di sukainya rusak.
Ninja itu memang sangat kuat tapi dia terlalu meremehkan Ning Yu Er, dia tidak menyadari selama ini dia telah terjebak, saat dia menyadarinya itu semua telah terlambat, kakinya telah membeku hingga membuatnya tidak bisa bergerak, dia berteriak ke arah Ning Yu Er.
__ADS_1
“Jalang sialan…, apa kau pikir, Es kecil ini bisa menghentikan ku.
Ning Yu Er menatap si Ninja, yang sedang berteriak, dan berusaha menghancurkan es dengan melelehkannya, dia hanya menatap pria itu, dengan tersenyum, lalu membekukan setengah bagian tubuhnya.
“Kau, wanita sialan…, cepat lepaskan aku, kau tidak tahu siapa musuhmu, walau kau berhasil membunuhku, teman-temanku pasti akan mengejar mu!” teriak Ninja dengan wajah yang sangat marah.
Ning Yu Er hanya menatap Ninja itu sejenak, lalu membekukan seluruh tubuhnya dan menebasnya hingga mati.
“Hah… ini ke dua kalinya aku membunuh, tapi perasaan ini tidak seburuk yang pertama, mungkin aku akan terbiasa pada hal, yang mengerikan ini,” ucap Ning Yu Er dengan wajah yang murung.
Ning Yu Er berjalan menghampirinya, lalu mengetuk kepalanya sambil tersenyum, Ning Yu Er berkata. “Berhentilah menangis saudaramu masih bisa di selamatkan.
Gadis kecil menatap Ning Yu Er yang sedang menyentuh perut saudaranya, dia melihat Air berkumpul di tangan Ning Yu Er lalu berubah menjadi Es yang menutup luka tusuk dan menghentikan darah mengalir.
“Untung saja aku pernah mempelajari ilmu ke dokteran, saudaramu sudah baik-baik saja,” ucap Ning Yu Er.
Gadis kecil menatap Ning Yu Er dengan mata yang memerah, lalu melihat saudaranya, dia mau menangis terlihat dari air matanya yang menetes, tetapi dia menghapusnya lalu menatap Ning Yu Er.
“Kakak, tolong selamatkan ibuku,” ucapnya dengan mata yang berseri.
Ning Yu Er menatap mata anak itu sejenak, dia hanya bisa menghela nafas, lalu berkata. “Aku tidak bisa, jika kau mau, kau bisa menyelamatkannya sendiri, aku tidak bisa menyianyiakan nyawaku, untuk melawan satu saja aku sudah kewalahan, aku juga tidak mengenal kalian,” ucap Ning Yu Er.
Ning Yu Er perlahan menjauh, lalu berkata. “Kau bisa ikut denganku jika ingin selamat, tapi jika kau ingin mati, kau bisa pergi sendiri.
__ADS_1
Gadis kecil itu memandang Ning Yu Er, lalu melihat saudaranya yang sekarat, dia menangis lalu berteriak. “Aku akan ikut denganmu jadi tolong… bawa kakakku.