Path Of Eternity

Path Of Eternity
Chapter 47


__ADS_3

Di malam yang gelap Ning Yu Er melompat dari satu pohon ke pohon yang lain. Sebelum tiba di lokasi pertarungan, dia terkejut ketika melihat lokasi di mana cahaya dan kegelapan berdampingan.


Dengan wajah yang bingung Ning Yu Er bergumam. "Apa, alam rahasia, di ujian ke 5 ini, mempunyai 2 siklus waktu, yang berbeda.


Ning Yu Er menjulurkan tangannya dari dalam kegelapan menuju cahaya terang di depannya, dengan wajah yang tersenyum dia terlihat sangat bahagia dan bersenang-senang.


"Hah …, sayang sekali, di dunia ini tidak ada kamera," ucapnya.


Walau sedikit sedih karena tidak bisa menyimpan momen langkah tersebut, Ning Yu Er tetap bahagia bisa melihatnya dengan matanya sendiri.


Dia melanjutkan perjalanannya, dengan di temani boneka nomor 4 dan 5, akhirnya dia sampai di lokasi pertarungan.


Tempat itu benar-benar terlihat sangat berantakan, pohon-pohon raksasa roboh ke segala arah, tanah yang berlumuran darah tercongkel dan berhamburan ke semua tempat.


Tetapi Ning Yu Er lebih terkejut saat dia melihat puluhan Assassin yang kehilangan Nyawanya dengan tubuh terpotong-potong, bahkan di antara Assasin itu ada beberapa yang tubuhnya telah hancur tertimpa pepohonan. 


Ning Yu Er mengenali pakaian yang di kenakan oleh para Assassin, pakaian itu sama persisi dengan pakaian Assassin yang menyerang keluarga Ding Yuan, tapi dia merasa sedikit kasihan melihat cara kematian mereka yang sangat mengerikan. Dengan wajah yang tersenyum Ning Yu Er menurunkan Boneka nomor 4 dan 5.


"Kalian berdua, bantu aku mengumpulkan cincin penyimpanan mereka!" Perintah Ning Yu Er dengan senyum tamaknya.


"Baik yang mulia," sahut mereka berdua.


Selagi mereka berdua mengumpulkan Cincin penyimpanan, Ning Yu Er menggali tanah dengan ukuran yang cukup besar dan dalam.


Setelah dia mengambil Cincin mereka semua, Ning Yu Er langsung melempar mereka kedalam tanah yang dia gali, lalu dengan cepat dia mengubur mereka semua.


"Yang Mulia, kenapa anda harus merepotkan diri anda, dengan mengubur mereka semua?" Boneka nomor 4 bertanya dengan penasaran.


"Jika tubuh mereka tidak di kubur sekarang, cepat atau lambat itu pasti akan membusuk. Aku tidak mau tempat ini menjadi sarang penyakit, sebab itulah aku menguburkan mereka semua.

__ADS_1


"Ayo kita pergi dan ikuti jejak tetesan darah ini," ucap Ning Yu Er.


Ling Yuan, Tong Fei dan Assassin Nomor 1 tidak tahu bahwa saat ini, Ning Yu Er sedang mengikuti mereka dari belakang.


Setelah Ning Yu Er pergi Fuyuka dan Yu Ren tiba-tiba saja muncul dari balik pohon yang roboh, mereka melihat pohon-pohan yang terpotong dan berjatuhan.


Dengan wajah yang terkejut Fuyuka dan Yu Ren melihat tanah yang di penuhi oleh darah, tetapi tidak ada bagian tubuh apapun yang tergeletak di tempat itu, mata mereka teralihkan pada gundukan tanah yang sangat besar.


Mereka yakin mayat orang-orang yang bertarung di tempat ini, telah di kuburkan oleh seseorang, tiba-tiba Yu Ren berseru.


"Senior coba lihat ini, aku rasa dia sedang terluka parah dan mencoba untuk melarikan diri. 


Fuyuka berjalan mendekati Yu Ren dia melihat tetesan darah yang terdapat di atas dahan pepohonan. Walau darah itu telah mengental dan mengering di atas dahan pohon, Fuyuka yakin dengan tetesan darah sebanyak itu tidak mungkin orang itu bisa kabur, kemungkinan orang itu terluka sangat parah.


"Ayo kita temukan orang ini, aku khawatir pada pemilik darah ini. Mungkin saja dia Ning Yu Er.


Yu Ren menganggukan kepalanya. Akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan, dengan mengikuti darah yang berceceran di dahan, untuk memeriksa siapa yang sedang bertarung di tempat ini sebelumnya.


     Di kegelapan malam itu Ning Yu Er bersama dengan boneka nomor 4 dan 5 mendengar suara pertarungan, dengan cepat Ning Yu Er bersembunyi di balik dedaunan.


"Kalian berdua jangan berisik …, ya, nanti kita ketahuan.


Mereka berdua dengan cepat mengangguk, lalu menonton pertarungan itu dengan santai, di pangkuan Ning Yu Er. Seperti sedang melihat pertarungan tinju.


Walau sebenarnya, Ning Yu Er bisa melihat dengan jelas, wajah ketiga orang yang sedang bertarung di dalam kegelapan, tapi dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun, Ning Yu Er lebih memilih tidak ikut campur pada pertarungan seorang Kultivator Ranah Golden Core.


"Yang Mulia apa anda mengenali pria dengan bekas luka di bibir itu?" Tanya Boneka nomor 5.


"Aku tidak tahu …, entah kenapa aku merasa pernah bertarung dengannya, tapi aku yakin orang ini, pasti adalah angota dari para Assassin yang terbunuh tadi.

__ADS_1


Selaggi Ning Yu Er menonton pertarungan mereka, Ling Yuan dan Tong Fei malah tampak lebih menyedihkan dari sebelumnya.


Darah telah membasahi tubuh mereka berdua, di sekujur tubuh Ling Yuan darah terus mengalir bagaikan air membasahi pakaian hitamnya. Darah itu mengalir dari bekas lukanya.


Di lain pihak Tong Fei malah terlihat semakin pucat dan kurus, dia telah menguras semua Qi yang ada di dalam tubuhnya, dengan napas yang terputus-putus, dia memuntahkan darah lalu mengusapnya dengan tanganya.


"Apa salah kami hingga kau ingin menjadi musuh dari Sekte Pedang Surga …" setalah mengatakan itu Tong Fei melihat Assassin tersenyum dengan bahagia, dengan wajah yang marah dia menatapnya dalam keheningan.


Assassinn itu tertawa dengan mulut yang terbuka, dia menutup matanya dengan jari yang terbuka untuk bisa melihat Ekspresi kesal mereka berdua.


"Haha …, lucu sekali, kalian bertanya hal bodoh seperti itu padaku.


Selama Assassin itu berbicara, mereka berdua dengan cepat memakan segenggam pil penyembuhan untuk menyembuhkan diri, tapi bodohnya Assassin itu tidak sadar sedikit pun pada apa yang dimakan Ling Yuan dan Tong Fei.


Walau pil penyembuhan tidak bisa menyembuhkannya tubuhnya, Ling Yuan cukup senang dia bisa menghentikan pendarahan di tubuhnya.


Begitu pula dengan Tong Fei. Walau tubuhnya masih pucat dan kurus, tapi setidaknya dia bisa menstabilkan Qinya yang bergejolak.


"Orang yang kalian sakiti adalah karya seni yang kutemukan secara tidak sengaja, dengan kulit putihnya yang terlihat seperti kaca, aku ingin sekali mengukir namaku di atasnya, dia sangat indah.


Ling Yuan dan Tong Fei terus mendengarkan ocehan tidak berguna Assassin gila tersebut, mereka merinding saat mendengarkan pujianya yang tidak bermoral tersebut.


Mereka merasa kasihan pada wanita yang di sukai oleh Assassin gila tersebut, tapi semakin lama dia berbicara Ling Yuan dan Tong Fei merasa semakin familiar dengan orang yang di katakan olehnya.


Dengan wajah yang pucat mereka berdua berpikir hal yang sama. "Kita kena sial, gara-gara wanita gila itu.


Di sisi lain setelah mendengarkan omongan Assassin gila, Ning Yu Er merinding, dia menatap Assassin gila tersebut dengan jijik.


Bahkan dia telah mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan, untuk berjaga-jaga jika kedua orang itu di kalahkan, dia bermaksud untuk menyelesaikan Assassin itu sendiri.

__ADS_1


Dia paham jika orang ini di biarkan hidup, untuk waktu yang lama. Itu pasti akan berubah menjadi malapetaka di dalam kehidupannya.


__ADS_2