Path Of Eternity

Path Of Eternity
Sebelum Ujian Ke 5


__ADS_3

Pria tak di kenal, terdiam untuk waktu yang lama, dia duduk di kursinya, melihat si gendut dan mata ikan saling menatap dengan tajam.


Setelah menghembuskan nafas panjang, pria tak di kenal, berbicara dengan santai.


"Sebelum bercerita aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu, watashi no namae Fushigi Tarou.


"Kalau begitu selanjutnya kalian yang memperkenalkan diri padaku.


"Namaku Chen Bao, aku tidak akan pernah menyakiti wanita, tapi beda ceritanya dengan pria …, salam kenal." Ucapnya dengan mata yang tajam.


"Namaku Shi Xiang salam kenal," Shi Xiang balik menatap Chen Bao dengan tajam.


Setelahh menghela napas panjang Fushigi Tarou, berkata dengan raut wajah yang sedikit lelah.


"Aku seorang kultivator yang berfokus di jalan seni, aku telah berkeliling ke berbagai tempat, untuk membuat seni yang bisa membuat semua orang bahagia saat melihatnya.


"Tujuanku menunggu di sini tidak seaneh dan luar biasa seperti kalian, aku hanya ingin melukis dirinya.


"Saat aku melihatnya di platform hitam di lantai pertama, aku ingin sekali melukis dirinya, sebab itulah, aku mengikutinya saat pertama kali aku melihatnya, di kota sebelum ujian ke 5.


"Walau menunggu selama apapun aku tidak akan gentar, tapi hari ini dengan jelas aku akan mengatakan, saat melihat wajah cantik itu langsung putus asa.


"Karena aku sadar dengan kemampuan seperti ini, aku tidak akan bisa melukisnya, malah sebaliknya aku mungkin akan merusak keindahan itu dengan kemampuanku yang seperti kotoran ini.


Setetes demi setetes air mata jatuh kelantai, Fushigi Tarou menangis saat melihat tangannya.  


"Dengan tangan kotor ini aku ingin melukisnya…, dengan tangan kotor ini aku ingin melukisnya…, sialan…' dengan kotoran ini aku menodainya….


Dengan cepat Fushigi mengambil pedang dengan tangan kirinya, lalu dengan cepat di bersiap untuk memotong tangan kanannya.


Sepontan melihat itu Shi Xiang langsung memotong pedang Fushigi Tarou, di belakangnya Chen Bao sudah menahan tubuh Fushigi Tarou dengan tangan besarnya.


"Lepaskan aku…, lepaskan aku bangsat…' akan ku potong kotoran ini.


Selagi mereka berusaha menyelesaikan Histeria Fushigi Tarou, mari kita mengikuti Ning Yu Er kembali.


Setelah Ning Yu Er meninggalkan penginapan dia berjalan, sejauh matanya memandang di jalanan itu sama sekali tidak ada orang lalu lalang.


Saat ada pertigaan Ning Yu Er berbelok kekanan menuju monumen pringkat, dia melihat tempat itu di penuhi kerusakan, seperti barusa ada angin topan.


Banyak penginapan dan jalan yang berlubang, serta atap penginapan yang berserakan, Ning Yu Er bingung dia berjalan sambil berpikir.

__ADS_1


Tidak terasa akhirnya dia sampai di depan monumen, Ning Yu Er melihat banyak sekali orang yang berkumpul di depan monumen untuk mengikuti ujian ke 5.


Ning Yu Er berjalan mendekati monumen, dia merasakan pandangan orang-orang ke arahnya, jantungnya berdegup dengan kencang, Ning Yu Er teringat kehidupan sebelumnya, dia mengingat saat gurunya menyuruh dirinya maju kedepan untuk menjawap pertanyaan di papan tulis.


Rasa gugupnya saat ini sama seperti itu, Ning Yu Er berjalan lalu memasukan tangan kirinya ke dalam lubang yang terdapat pada monument, bibir Ning Yu Er sedikit bergetar dia ingin tertawa.


Ning Yu Er meraskan tangannya seperti di kerumuni semut, rasanya sangat geli, dengan susah payah dia menahan tawanya.


Setelah proses pengambilan poin selesai, Ning Yu Er menarik tangnnya sambil menghela napas panjang, dia melihat poin yang ada di tangan kirinya yang hanya tersisa 2431 poin.


Ning Yu Er menatap peringkatnya yang tiba-tiba saja naik dari peringkat 10 ke peringkat 8. Dia sangat terkejut, dengan wajah yang kebingungan Ning Yu Er berpikir.


"Bagaimana bisa peringkatku naik dari 10 ke peringkat 8, padahal aku tidak melakukan apapun.


"Aneh sekali…" sebenarnya sistem peringkat di alam rahasia ini, cara kerjanya…' sangat aneh sekali.


Saat Ning Yu Er ingin pergi, seorang wanita cantik dengan rambut hitam yang di kuncir kuda, tiba-tiba menyapanya, dengan memakai kimono dan di belakangnya ada seorang pria tampan yang menggenggam sebilah pedang yang tersarung di pinggangnya.


"Ohayo gozaiimas, Ning Yu Er, sepertinya ini pertemuan pertama kita di dunia nyata.


Ning Yu Er langsung mengenalinya dengan cepat. Orang itu adalah Fuyuka wanita dari fuso yang pernah bertarung dengannya, tapi yang membuat Ning Yu Er sedikit terkejut, jantungnya yang berdetak dengan kencang sedikit berkurang, rasa gugupnya perlahan menghilang.


"Hei…, Ning…!" Teriak Fuyuka khawatir.


Ning Yu Er terbangun dari lamunannya, dia melihat Fuyuka dengan sedikit bahagia.


"Kenapa kau Ning?" Tanya Fuyuka.


"Tidak ada," sahut Ning Yu Er lalu berjalan pergi.


Fuyuka yang melihat Ning Yu Er berjalan pergi meninggalkannya, langsung berjalan  mengejar Ning Yu Er.


*****


Dia berjalan, dengan rambut putih yang tergerai di terpah angin, aku bisa mencium aroma harum dari rambutnya yang memantulkan cahaya.


Aku berjalan lebih cepat hingga bisa berdiri di sampingnya, aku menatapnya dia terasa sangat misterius dengan memakai topeng setengah rusak di wajahnya.


"Kenapa kau memakai topeng rusak itu?' aku bertanya dengan penasaran.


Dia menatapku dengan mata perak yang sedikit bergetar, dia menundukkan matanya yang sedikit terasa misterius, dia sedikit tersenyum, aku paham itu mata dari orang yang mempunyai banyak kisah.

__ADS_1


"Aku memakainya karena ini sangat berharga, bagiku topeng ini adalah harta yang lebih berharga dari apapun.


Saat membicarakan topeng itu, dia sedikit tersenyum, aku menyadari topeng itu pasti sangat berharga bagi dirinya, tapi yang pasti mata indahnya dan senyum itu sangat tidak adil.


Aku rasa Senyum itu mampu melelehkan batu terkeras dan gunung es tertinggi, hanya dengan melihatnya saja.


Bisa di lihat dengan jelas orang takberguna di sampingku, wajahnya langsung memerah saat melihat Senyuman Ning Yu Er.


Aku menatap bocah bangsat yang berusaha menutupi wajahnya yang memerah dengan mengipasinya, aku langsung menendang tulang keringnya.


"Aw…, aw…' kakiku patah.


Dia terkapar dengan kesakitan di tanah, aku hanya menatapnya dengan sinis lalu berkata.


"Menyatulah dengan tanah dasar berengsek.


Bocah berengsek itu menatapku dengan mata yang di penuhi amarah, aku hanya tersenyum padanya, lalu pergi meninggalkannya.


Aku berjalan mencari Ning Yu Er, yang ternyata sedang duduk di gang yang sempit sendirian, tempat itu di penuhi oleh debu.


Aku berjalan lalu duduk di sampingnya, dia menatapku sebentar lalu kembali duduk dengan tenang, untuk waktu yang lama tempat itu menjadi sangat sunyi.


Rasa canggung membasahi punggungku, dengan cepat aku membuka pembicaraan.


"Kenapa kau duduk di sini?” tanyaku.


"Karena tempat ini terasa lebih tenang.


Aku terkejut mendengar jawapan itu, pikiranku langsung kosong, usahaku untuk membuka pembicaraan yang panjang langsung sirna seketika.


Aku hanya bisa terdiam menatap tembok seperti Ning Yu Er, tapi aku sedikit terkejut perasaanku perlahan mulai tenang, saat menatap tembok penginapan di depanku.


Aku menatap Ning Yu Er, yang tersenyum padaku, aku ingin bertanya padanya lalu tiba-tiba saja, cahaya putih menyelimuti tubuh kami masing-masing.


Saat aku panik Ning Yu Er menatap tangan kiriku, dia melihat gelang yang terbuat dari benang yang kurajut.


"Aneh sekali benang putih yang memantulkan cahaya di tanganmu itu terasa familiar.


"Mungkin hanya perasaanmu saja.


Aku bisa melihat dari wajahnya dia tidak puas dengan jawabanku itu, untung saja sebelum dia sempat bertanya kami berdua, telah di pindahkan oleh pilar cahaya yang menyelimuti tubuh kami.

__ADS_1


__ADS_2