Path Of Eternity

Path Of Eternity
Chapter 45


__ADS_3

Fuyuka dan Yu Ren terus-menerus mencari Ning Yu Er, selama 3 hari mereka telah melompat bagaikan monyet dari satu pohon ke pohon yang lain.  Memang berlebihan menyebut mereka seperti monyet, karena mereka hanya beristirahat di atas pohon saja.


Fuyuka dan Yu Ren duduk di atas dahan pohon, mereka memandang satu sama lain, Fuyuka menatap Yu Ren yang duduk di atas dahan yang lebih tinggi dengan kesal.


Dengan wajah yang memerah Yu Ren menatap Fuyuka yang sedang duduk di dahan yang lebih rendah darinya, dengan senyum mesumnya dia melihat gunung yang menjulang kedepan.


"Bocah sialan …, kenapa kau duduk disana …, turun sekarang!" Perintah Fuyuka dengan kesal.


"Aku tidak mau …, pemandangan di sini jauh lebih indah …, dari tempat ini aku bisa melihat bukit yang menjulang dengan lebih jelas," sahut Yu Ren dengan senyuman di wajahnya.


Fuyuka menarik nafas panjang lalu mengeluarkan udara panas dari hidungnya, dia menatap Yu Ren dengan wajah yang ganas, Yu Ren meneguk air liurnya sendiri, dia tersenyum dengan sedikit ketakutan.


"Turun sekarang, 'atau mati …, pilihlah.


Yu Ren dengan cepat turun ke bawah, lalu  dia duduk di samping Fuyuka, karena dia tahu kalau dia duduk sedikit lebih dekat lagi pasti dia akan '...' sebab itulah Yu Ren duduk sedikit menjauh dari Fuyuka.


"Senior mungkin saja kita telah mencari di tempat yang salah. Aku rasa seorang raja tidak mungkin tinggal di dalam hutan, menurutmu seorang raja …, biasanya tinggal di mana, senior …?" Yu Ren bertanya dengan maksud untuk mengalihkan pembicaraan.


Fuyuka terdiam untuk waktu yang lama, dia menatap Yu Ren kembali dengan kesal, dengan wajah yang sedikit memerah Fuyuka menahan amarahnya.


"Dasar sialan …, tidak mungkin seorang raja tinggal di dalam hutan, pasti ada istana di suatu tempat di dalam hutan ini.


****


Darah membasahi pakaian hitam Ling Yuan, dengan sangat kesal dia menatap, seorang pria muda yang tampan dengan bekas luka di bibirnya, yang saat ini sedang menonton Ling Yuan dan Tong Fei dari dahan pohon yang tinggi.


Senyuman menjjijikan di wajahnya membuat Ling Yuan dan Tong Fei sangat kesal. 


Ling Yuan dan Tong Fei saling memunggungi, mereka menjaga satu sama lain, hal ini tidak mungkin bisa di lakukan tampa kepercayaan yang tinggi pada temannya.

__ADS_1


"Hei Ling …, ayo kita lari jika bertarung seperti ini, cepat atau lambat Qi yang kita miliki pasti akan habis, jika itu terjadi kita pasti akan mati dikeroyok oleh mereka semua.


Ling Yuan mendengar bisikan Tong Fei dia ingin sekali segera melarikan diri, tapi setelah dia menatap mereka bergerak dengan cepat untuk menutup jalan keluar, Ling Yuan sedikit kecewa dan kesal.


"Aku tahu …, tapi semua jalan keluarnya, telah di tutup oleh mereka, tak mungkin kita bisa kabur.


Tong Fei dengan cekatan menahan serangan yang mengarah padanya, dia sadar orang-orang ini sedang mempersiapkan Formasi, dengan kesal dia berbisik pada Ling Yuan.


"Aku akan menggunakan teknik itu …, jika mereka berhasil membentuk Formasi penekan kita berdua pasti akan mati lebih cepat, aku hanya perlu satu menit, selama itu apa kau bisa bertahan.


Ling Yuan sangat marah mendengar pernyataan Tong Fei, dia sadar teknik bodoh apa yang ingin di gunakan Tong Fei. "Apa kau gila, jika kau menggunakan teknik itu kau tidak akan bisa bergerak, apa kau tidak menyayangi kultivasimu.


Tong Fei sadar apa yang ingin di katakan Ling Yuan, tapi dia tahu dalam situasi ini jika dia menahan kartu asnya, dia pasti akan mati.


"Tidak ada pilihan lain, hanya ini caranya untuk selamat di situasi ini.


Ling Yuan sangat kesal, hingga dia tidak sadar telah meneteskan air matanya walau hanya sedikit. Qi langsung merembes dari dalam tubuh Ling Yuan ke dunia luar.


Puluhan pedang Qi terbentuk di langit, dengan 2 pedang di tangannya, Ling Yuan membentuk formasi yang di seputarnya, terdapat puluhan pedang Qi.


Saat seseorang assassin menebaskan pedang padanya. Ling Yuan dengan mudah menepisnya memakai pedang di tangan kirinya, lalu dengan cepat dia menebaskan pedang di tangan kanannya ke arah si Assassin.


Di saat berikutnya pedang di tangan kanan Ling Yuan di tepis oleh assassin yang lain. Ling Yuan sangat terkejut dia dengan cepat, menggerakan pedang Qinya untuk bertahan dan menyerang.


Saat assassin pertama menyerang menebaskan pedangnya, Ling Yuan langsung menahannya dengan pedang Qi yang ada di udara.


Kedua assassin yang terburu-buru itu terkejut, mereka dengan cepat melompat kebelakang, tetapi mereka telah masuk kedalam Formasi pedang Ling Yuan.


Tentu saja mereka tidak mungkin bisa mundur, pedang Qi Ling Yuan langsung mencegat mereka dari belakang dan menusuk tubuh mereka, lalu dengan kecepatan yang sangat tinggi tubuh mereka langsung terpotong-potong.

__ADS_1


Ke dua assassin itu langsung terkapar di tanah, dengan bagian tubuh yang berserakan, darah meresap ke dalam tanah, banyak assassin yang melihat itu gemetar ketakutan, tapi saat mereka ingin mundur, niat membunuh yang sangat gila terasa di punggung mereka.


Mereka tahu Niat membunuh itu berasal dari Assassin Nomor 1 yang sudah gila, mereka kembali bersiap menyerang Ling Yuan, kenyataannya mereka lebih takut terbunuh pada Assassin nomor 1 dari pada di bunuh Ling Yuan.


Semua assassin langsung menyerang bersamaan, sebagian besar assassin menyerang Tong Fei, Ling Yuan tidak tinggal diam dia mengerahkan semua pedang Qinya untuk melindung Tong Fei.


Tiga orang Assassin menyerang Ling Yuan, tampa bantuan pedang Qinya Ling Yuan sangat kesulitan menahan setiap serangan mereka yang berasal dari berbagai sisi.


Apa lagi sebagian kesadaran Ling Yuan, sedang digunakan untuk menggerakkan pedang Qi untuk melindungi Tong Fei, dia jadi lebih kesulitan untuk berpikir dan memperoses informasi lebih cepat.


Dengan konsentrasi yang terbagi menjadi 2, Ling Yuan menjadi sangat rentan, dia terluka di berbagai sisi, untungnya Ling Yuan bisa menghindari bagian Vital yang ada di tubuhnya.


Darah mengalir di seluruh tubuhnya, menetes ke tanah, dengan tubuh yang kelelahan Ling Yuan akhirnya berhasil menahan semua serangan itu selama 1 menit.


Ling Yuan menatap Tong Fei dengan serius, dari pedang besar Tong Fei Qi pedang yang sangat kuat langsung menyayat tubuh setiap Assassin, semua assassin yang menyerang Tong Fei langsung terpental.


Setelah Tong Fei mengangkat pedang besar ke atas kepalanya, pedang itu dengan cepat di selimuti oleh Qi pedang yang sangat padat, semakin lama Qi pedang itu menjadi sangat besar dan panjang. Semakin lama warna biru yang menutupi Pedang besar Tong Fei menjadi lebih terang, yang artinya Qi pedang Raksasa itu telah siap.


Darah menetes dari hidung dan mulut Tong Fei, dengan wajah yang marah di berteriak.


"Mati kalian …, dasar anjing bodoh yang menyalak di ekor gajah, Sword of Punishment.


Pedang Qi raksasa menebes tubuh para assassin menjadi dua beserta pohon-pohon raksasa, hutan yang gelap itu seketika menjadi terang benderang.


Pohon-pohon raksasa itu terjatuh ke semua tempat, bagaikan domino pohon-pohon raksasa itu membuat semua pohon yang ada di tempat mereka roboh ikut roboh.


Mayat para assassin yang terpotong ikut tertimpa pohon raksasa yang roboh, Ling Yuan dengan cepat menggendong Tong Fei, dengan tubuh yang di penuhi oleh luka, mereka melarikan diri.


 

__ADS_1


__ADS_2