
Ning Yu Er perlahan menginjakan kaki kanannya ke depan, dia dengan cepat melangkah ke depan, membuat Wiliam terperanjat Ning Yu Er sangat cepat dia telah berdiri di depan Wiliam, lalu Ning Yu Er menebaskan pedangnya berniat menghabisi Wiliam dalam 1 kali tebasan.
Awalnya mata Wiliam menatap pedang Ning Yu Er yang terlihat sangat lambat, di saat yang sama dia merasakan bahaya dari pedang Ning Yu Er, mata biru Wiliam seketika berubah menjadi merah, dengan cepat dia menahan tebasan yang mengarah tepat di kepalanya itu dengan Rapiernya, Wiliam terpental menjauh dia terdiam menatap Ning Yu Er dengan ekspresi kosong, darah menetes dari dahinya dengan terengah-engah, Wiliam menstabilkan kuda-kudanya.
“Hah… hah… bagaimana bisa dia bergerak sangat cepat dengan memakai gaun setebal itu, di tambah teknik pedangnya benar-benar aneh, walau terlihat sangat lambat, siapa yang akan mengira jika pedangnya itu sangat cepat, jika bukan karena mata magis turun-temurun ini, sudah pasti kepalaku akan terbelah,” pikir Wiliam dengan raut wajah yang sedikit kesal.
“Biar ku katakan padamu, Ning Yu Er, teknik yang sama tidak akan bekerja untuk kedua kalinya, sekarang giliranku untuk menyerang.
Ning Yu Er sangat terkejut saat mengetahui serangan pedangnya di tahan, hingga membuatnya terlambat merespon perkataan Wiliam, walau sebenarnya Ning Yu Er ingin membalas perkataan Wiliam, tapi karena sudah terlambat Ning Yu Er mengabaikannya, Ning Yu Er merasa malu membalas perkataan yang terlambat di jawabnya, tapi bagi Wiliam itu adalah penghinaan untuk mengabaikan dan menyepelekan dirinya, dia merasa di pandang rendah oleh Ning Yu Er, Wiliam sangat marah.
Fuyuka, Yu Ren dan para penonton yang sedang melihat pertarungan Ning Yu Er melawan Wiliam, sedikit merasa terkejut, dengan teknik pergerakan kaki Ning Yu Er yang sangat luar biasa.
“Fuyuka san bukannya teknik kakinya itu sama dengan teknik mu.
__ADS_1
“Ya… itu mirip dengan Shunpo, teknik langkah dasar yang di gunakan oleh para samurai, tapi juga terasa sangat berbeda, Shunpo langkah cepat tampa suara, hanya mempunyai satu gerakan lurus yang sangat cepat, di saat yang sama biasanya para samurai, memanfaatkan gerakan itu untuk memperlancar Katananya memotong lawan mereka, tapi gerakan kaki wanita salju ini sangat berbeda, terasa sedikit aneh dan membingungkan bagiku.
“Mau di lihat bagaimanpun gerakan yang di lakukan si Wanita salju, sangat mirip dengan gerakan bunga sakura yang sering kau gunakan, gerakannya sangat lembut seperti tampa beban, walau begitu pergerakannya benar-benar luar biasa, bahkan pergerakannya dan kekuatannya jauh lebih cepat dari bayangan hasil Teknik Materialisasi, apa teknik materialisasi yang di buat guru salah.
Fuyuka langsung terdiam saat mendengar ucapan Yu Ren, dia mengingat pertarungannya melawan bayangan Ning Yu Er dengan Teknik Materialisasinya, walau dirinya menang melawan bayangan Ning Yu Er, dia kehilangan tangan kanannya serta mengalami serangan fatal di kakinya yang memungkinkan untuk membuatnya cacat, untung itu Cuma simulasi bukan kenyataan.
“Yu Ren teknik guru tidak salah, yang salah adalah wanita salju itu, dia telah bertambah kuat hanya karena satu pertarungan, atau dia selama ini telah menahan kekuatannya, Wiliam pasti kalah jika dia tidak menyadari kekuatan sejati lawannya.
“Fuyuka apa kau kenal si kuning itu.
“Si kuning itu Ras Superior…, kau bercanda kan senior.
Fuyuka hanya menganggukkan kepalanya, untuk membenarkan jawabannya, selagi Yu Ren yang masih sangat terkejut, di tempat yang lain, Ning Yu Er menatap Wiliam yang sedang mengalirkan banyak sekali Qi pedang ke dalam rapiernya.
__ADS_1
Ning Yu Er merasa tidak nyaman melihat Rapier Wiliam, dia akhirnya juga melapisi Pedang Qinya dengan Qi pedang untuk berjaga-jaga, walau merasa sedikit kelelahan dia mampu menyembunyikannya dengan baik dari Wiliam.
Wiliam menatap Ning Yu Er dengan mata merahnya, ada perasaan merinding di punggung Ning Yu Er saat melihat mata merahnya, setelah merasa cukup bersiap Wiliam selangkah demi selangkah berjalan menghampiri Ning Yu Er, Ning Yu Er juga berjalan menghampiri Wiliam.
Pedang dan Rapier berbenturan menimbulkan percikan Api, Ning Yu Er langsung terdorong menjauh, tentu saja Kekuatan tubuh Ning Yu Er tidak mungkin mampu menyaingi tubuh seorang cultivator Ranah Golden Core, setelah Ning Yu Er terpental Wiliam tidak menyianyiakan kesempatannya, Rapiernya yang di gunakan olehnya untuk menahan tebasan dan membuat Ning Yu Er terpental, dengan bilah yang setipis itu Rapiernya sama sekali tidak bengkok, setelah menahan tebasan Ning Yu Er.
Wiliam langsung mengarahkan Rapiernya ke arah Ning Yu Er, saking lenturnya rapier itu bisa kembali kebentuknya semula dengan cepat, walau Rapier itu masih bergetar dengan kencang, seketika saat Wiliam menusukan rapiernya ke arah Ning Yu Er yang sedang kehilangan keseimbangannya, dari jarak yang cukup jauh Rapier itu memanjang dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
Ning Yu Er menatapnya sebentar lalu berusaha untuk menepisnya dengan pedang Qi, tapi Wiliam menggerakkan tangan kanannya sedikit membuat Rapiernya bergetar dan meliut seperti ular, Ning Yu Er berpikir dia telah berhasil menepisnya tapi seketika Rapier itu berhasil menusuk bahu kirinya, Ning Yu Er langsung melompat menjauh sebelum Rapier itu melukainya lebih dalam.
Ning Yu Er menatap bahunya yang terkena tusukan, dia melepas lengan gaun yang menutupi bahunya, tangan seputih salju di lumuri oleh darah terpampang jelas di mata semua orang, Ning Yu Er menatap luka tusuk yang melubangi tulang bahunya, Ning Yu Er tidak memperlihatkan rasa sakit sama sekali, dia hanya menatapnya dalam diam, bagi Ning Yu Er luka tusuknya tidak lebih sakit dari gigitan semut, walau sebenarnya dia cukup kesulitan menggerakkan tangan kirinya, setelah Ning Yu Er mengalirkan Qi kedalam lukanya, bahunya langsung sembuh dengan sangat cepat, hal ini mungkin dilakukan, karena Ning Yu Er mempunyai kemampuan penyembuhan yang sangat luar biasa.
Wiliam, Yu Ren, Fuyuka, dan para penonton, terdiam melihat kemampuan penyembuhan yang tidak masuk akal itu, Ning Yu Er mencoba menggerakkan tangan kirinya dia sadar tangan kirinya telah sembuh sepenuhnya, Ning Yu Er dan wiliam sekali lagi bentrok tapi kali ini Ning Yu Er mampu menghindari tusukan Wiliam, walau terdapat beberapa luka sayat di kulitnya, tapi di saat yang sama Wiliam juga mampu menepis semua tebasannya.
__ADS_1
Ning Yu Er menjauh dia tidak bisa berkata-kata, mata Wiliam benar-benar petaka bagi kemampuan berpedangnya, tidak perduli bagaimana caranya menyerang Wiliam mampu melihat semua pergerakannya, di tambah dia juga bisa memprediksi pergerakan Ning Yu Er.
Saat Ning Yu Er membuat jarak darinya, Wiliam tidak membuang kesempatan dia menusukan Rapier sekali lagi ke arah Ning Yu Er, tentu saja serangan yang jelas seperti itu bisa di hindari Ning Yu Er dengan mudah, Rapiernya terus memanjang hingga melubangi batu besar di belakang Ning Yu Er.