
"Sudah cukup bicaranya, sekarang waktunya kalian mati.
Assassin itu mengeluarkan belati biru pekat dari balik pakaian hitamnya, dengan senyum di wajahnya dia melesat ke arah Tong Fei, gerakannya sangat cepat hingga bayanganya saja bisa tertinggal.
"Pertama kau …, saatnya bagimu, untuk berubah menjadi gorila cincang.
Tong Fei terkejut dengan cepat dia menahan belati, yang di hunuskan ke lehernya, memakai pedang besar di tangannya.
Dengan keadaanya sekarang, Tong Fei langsung terdorong dari dahan pohon, hingga terjatuh ketanah.
Walau tubuhnya di penuhi oleh otot, tapi sekarang otot kebanggaannya itu telah menghilang, akibat terlalu berlebihan memakai Qinya.
Ling Yuan terkejut dia menoleh ke samping, dengan senyum tipis di wajahnya Assassin itu menatapnya.
Tampa kata-kata Assassin itu langsung melayangkan belatih biru ke arahnya, dengan susah payah dia menahan setiap serangannya.
Kecepatan tangan Assassin itu sangat tidak masuk akal, setiap kali dia mengayunkan tangannya itu selalu meninggalkan bayangan, yang membuat Ling Yuan kesulitan menentukan arah serangannya.
Luka sayat yang telah menutup di tubuh Ling Yuan, langsung terbuka membuat darahnya kembali menetes, akibat serangan yang intesn itu, Ling Yuan mengalami banyak sekali luka sayat baru.
Tong Fei tidak tinggal diam, meliahat temannya itu dalam bahaya, dia langsung melancarkan tebasan yang sangat kuat. Dengan bodohnya Assassin itu menahan tebasan itu memakai belatinya.
Dia langsung terpental hingga menghantam pohon raksasa, assassin itu tersenyum lalu tertawa dengan darah segar yang masih membasahi mulutnya, dia menatap tajam Tong Fei dan Ling Yuan dengan marah.
"Hah …, tidak ku sangka ikan teri di atas talenan, ternyata bisa menyengat juga.
"Sepertinya aku telah melakukan kesalahan, untuk bermain-main dengan kalian.
Mendengar perkataan itu Ling Yuan mempunyai firasat buruk, dia terus menatap Assassin itu, berusaha untuk tidak menghilangkannya dari pandangan.
__ADS_1
Tapi saat Ling Yuan sadar Tong Fei telah berteriak di sampingnya, dengan bingung Ling Yuan melihat beberapa jari tangan Tong Fei telah terputus.
Pedang besarnya hampir terjatuh ketanah, yang dengan cepat ditangkap Ling Yuan. Dia menatap Tong Fei merungut seraya melihat jari tangannya yang terpotong.
Ling Yuan menengok kebelakangnya, dia melihat jari Tong Fei ada di genggaman, Assassin gila.
"Cepat sekali.
Assassin itu tersenyum penuh Arti, ada perasaan takut di hati Ling Yuan saat melihat senyuman itu, di menoleh kembali ke arah Tong Fei yang tangannya telah menghitam.
"Sial …, ada racun di belatihnya!" Ling Yuan berteriak lalu mendekati Tong Fei.
Tong Fei dengan cepat menghentikan Ling Yuan lalu berkata. "Tidak apa-apa, Ling …, kau harus melihat lukamu, yang terkena tusukan belatih birunya tadi.
Ling Yuan terkejut dia baru sadar, tadi dia juga terkena sayatan dan tusukan belati biru Assassin.
"Sejak kapan dia mengoleskan racun pada belatihnya," pikir Ling Yuan dengan penasaran.
Tong Fei berdiri dengan wajah yang lebih pucat, tangan kanannya menghitam darahnya menetes baunya sangat menyengat, Ling Yuan tidak bisa membayangkan seberapa sakitnya itu, dia menyentuh pundak Ling Yuan, lalu berbisik.
"Ling …, cepat atau lambat aku pasti akan mati, racun ini menyebar dengan sangat cepat, ugh …, hah …, hah …, aku akan jadi umpan lalu bunuh dia," ucap Tong Fei dengan suara yang lemah.
Ling Yuan termenung dengan wajah yang kesal dia sangat marah, dengan tekad yang kuat dia mengalirkan Qi pedang pada kedua senjatanya. Bersiap untuk memberikan serangan terakhir, Tong Fei tersenyum melihat itu dia berkata.
"Ayo Ling …, aku akan menjadi perisaimu
Ning Yu Er menatap mereka berdua dengan perasaan bersalah, dia tahu bahwa penyebab pertarungan ini adalah dirinya, sebab itulah dia telah berpikir keras untuk membantu mereka berdua.
Tetapi sayang sekali setelah berpikir untuk waktu yang lama, dia tidak bisa memikirkan ide brilian apa pun, malah sebaliknya dia yakin jika menghentikan pertarungan mereka, dia akan mati dengan tubuh yang tidak untuh.
__ADS_1
Ning Yu Er hanya terdiam untuk waktu yang lama, dia hanya menonton pertarungan dari jauh, dengan tujuan untuk menemukan titik lemah Assassin gila, lalu memberikan serangan mematikan.
Dengan mata seorang pemburu dia berjalan dengan mengendap-endap mendekati area pertarungan. Di lain pihak Ling Yuan dan Tong Fei telah siap untuk menyerang assassin.
Assassin itu menyeringai dengan aneh, melihat Ling Yuan dan Tong Fei yang bersiap untuk menyerang dirinya, ada keheningan yang aneh sesaat sebelum Tong Fei menerjang kedepan, itu terlihat seperti serangan bunuh diri.
Dengan tangan kosong dia menyerang Assassin, yang dengan santai menghindari semua pukulan yang di arahkan padanya, setiap kali Tong Fei menyerang darah busuk dari jarinya yang terpotong memercik kemana-mana.
“Ada apa tikus kecil, apa kau takut pada pamanmu ini …, dasar banci!” kata Tong Fei dengan nada yang lebut tapi menghina.
“Jangan menghindar dasar anak tikus, jika kau tidak mau bertarung, maka menyusulah kau pada ***** ibumu yang beracun.
Tong Fei terus memperovokasi Assassin untuk menyerang dirinya, hingga akhirnya Assassin itu muak mendengar perkatan dan hinaan Tong Fei. Dengan cepat Assassin itu memotong ke dua pergelangan tangan Tong Fei, dia menjerit kesakitan darah menglir dengan deras bagaikan air terjun, walau begitu Tong Fei tetap menyerangnya dengan putus asa, air matanya membasahi wajahnya.
Assassin itu menusuk perut Tong Fei dengan belatinya hingga berlubang, melihat itu Tong Fei sadar tidak mungkin baginya untuk bertahan hidup, dengan muka yang marah dan air mata yang terus mengalir Tong Fei menggigit leher Assassin, lalu menahan kaki si Assassin dengan kakinya yang telah di perkuat dengan sisa Qinya.
Tong Fei sadar saat di menggigit leher Assassin itu darah orang ini sangat beracun, dengan cepat bagian mulutnya langsung menghitam, setelah Tong Fei kehilangan kesadarannya, dari belakang Ling Yuan muncul dengan 2 pedang yang telah di lapisi dengan Qi.
Assassin itu dengan panic menyingkirkan tubuh Tong Fei darinya, tapi sebelum dia sempat memindahkan tubuh si pria besar sebuah tombak Es langsung menembus tangannya, dengan cepat Ling Yuan langsung menikam tubuh assassin, yang terlihat sedang menatap ke dalam hutan gelap yang jauh di sana.
Ling Yuan tertunduk lemah dia menatap tubuh temannya, yang sedikit demi sedikit kehilangan panas tubuhnya.
Tangisan pecah dari mata Ling Yuan air matanya menetes bagaikan hujan, dia menatap seorang wanita yang muncul dari balik kegelapan.
Yang muncul sambil mendekap 2 boneka anak-anak, Ling Yuan tahu semua masalah ini berasal dari wanita di depannya, tapi dia tidak bisa marah padanya sama sekali.
Ning Yu Er dengan cepat berlari lalu mendorong Ling Yuan menjauh dari tubuh Tong Fei, Ning Yu Er dengan cepat mau memasukan buah delima hijau ke dalam mulut Tong Fei.
Tetapi Ning Yu Er langsung terdiam saat melihat mulut bengkak Tong Fei yang penuh dengan racun yang membusuk.
__ADS_1