
Sesudah Ning Yu Er mengumpulkan semua buah yang ada di Pohon Delima tua. Dia duduk bersila untuk memulai Kultivasinya.
Ning Yu Er memulai Kultivasinya dengan di pantau oleh Pohon Delima tua di belakangnya dan di sampingnya Boneka Nomor 4 dan 5 berdiri di kiri dan kanan untuk melindungi Ning Yu Er dari segala bahaya.
Kemudian Ning Yu Er mengambil buah delima Kuning dan Ungu. Dia langsung menelannya membuat Pohon Delima tua terkejut.
"Apa yang ingin di lakukan anak ini (?) Bukannya dia sudah mengerti kedua buah itu berbahaya," pikir Pohon Delima tua.
Jauh di dalam kesadarannya, Ning Yu Er menyaksikan cairan Qi yang di keluarkan oleh buah delima kuning dan ungu mengalir kedalam meridiannya. Dia terkejut saat melihat Energi Positif dan Negatif yang bertabrakan. Meridian Ning Yu Er terluka darah menetes dari mulutnya.
"Inilah yang ku takutkan, prosesnya telah di mulai.
Dengan perasaan khawatir Pohon Delima tua melihat Ning Yu Er. Qi yang sangat kuat menyelubungi tubuh Ning Yu Er, Qi itu bergejolak bagaikan lautan yang sedang murka.
Ning Yu Er melihat Meridiannya di hancurkan Qi Negatif dan di sembuhkan Energi Positif, walau terasa menyakitkan itu sama sekali tidak cukup untuk membuat Ning Yu Er kehilangan konsentrasinya.
Dia mengeluarkan Qi hitam dari dalam dantiannya, menuju Energi Positif dan Negatif yang terus berkonfrontasi.
Energi negatif dan positif terus bertabrakan. Tapi sesaat ke dua Qi yang menmpunyai sifat yang berbeda itu menjadi satu, dengan cepat mereka akan menolak satu sama lain.
Hal aneh itu terus berulang, mereka akan bertabrakan dan menolak satu sama lain. Ning Yu Er sadar setelah mengamati ke dua energi yang mempunyai sifat yang berbeda itu.
"Aku rasa …, jika proses ini tidak kuhentikan sekarang, ini pasti akan berlangsung sampai ke dua energi sialan ini menghilang," pikir Ning Yu Er.
Kemudian Ning Yu Er langsung menutupi ke dua Qi-dengan energi negatif dan positif itu, menggunakan Qi hitamnya, setelah berhasil Ning Yu Er langsung tersenyum dengan bahagia.
"Seperti yang ku pikirkan, Qi hitam ini mampu mengubah energi apapun menjadi sepertinya.
Pohon Delima tua melihat Qi yang bergejolak saat menyelubungi tubuh Ning Yu Er telah menjadi sangat tenang. Dia bingung bahkan ke dua boneka anak kecil itu juga kebingungan.
__ADS_1
"Apa yang terjadi (?) Harusnya Qi Negatif dan Positif yang di telan Yang mulia, saat ini sedang bertabrakan (?) Tapi kenapa dia hanya terluka sedikit saja?" Pertanyaan itu terngiang di pikiran Pohon Delima tua.
Sesaat kemudian Ning Yu Er mengambil 2 buah delima kuning dan ungu, lalu menelannya kembali. Pohon Delima tua terdiam menatap Ning Yu Er. Dia tidak mengerti apa yang terjadi, dia bingung saat melihat Ning Yu Er malah mengambil lebih banyak buah delima.
Butuh 3 hari bagi Ning Yu Er untuk menerobos Ranah Permurnia Qi tingkat 10 tahap awal, tetapi setalah mencobanya kembali dia tidak bisa menerobos lagi, dia sadar Qi yang di serapnya masih tidak cukup.
Selagi Ning Yu Er berusaha untuk mencapai ranah Golden Core dalam 1 gebrakan, panel akan berpindah pada Ling Yuan dan Tong Fei.
Di suatu tempat yang berada di alam rahasia ujian ke 5, Tong Fei dan Ling Yuan, duduk bersantai di atas batu raksasa yang sebesar rumah.
Mereka melihat pohon-pohon raksasa yang ada di sekitarnya, dengan wajah yang kelelahan, Tong Fei menunduk ke bawah dia melihat daun-daun dan ranting pohon yang telah membusuk.
Tong Fei berdiri dia melompat, lalu memotong daun dan ranting yang menutupi cahaya. Bagaikan berkah yang jatuh dari langit cahaya yang menyinari tanah membuat tanaman yang selama ini telah mati dan menjadi lapuk bisa dilihat dengan jelas.
Daun-daun, ranting dan dahan yang dulunya padat dan keras, kini telah berganti menjadi serbuk yang sangat lembab. Tidak berlangsung lama dari balik serbuk itu dengan cepat sehelai daun hijau beserta batangnya mencuat dari dalam serbuk lembab tersebut.
Mata Ling Yuan terlihat sangat lembut saat menatap hutan hijau, karena itu sangat indah.
"Bahkan rumput sekalipun tetap berusaha untuk hidup sebaik-baiknya, di tempat yang keras.
Ling Yuan mengalihkan pandangannya, dia menatap tajam ke arah pohon-pohon raksasa, yang dahannya tertutup oleh bayangannya sendiri.
Mata itu sangat kontras dari mata lembut yang di perlihatkannya tadi, dengan mata tajam dan tegas dia memandang kegelapan yang ada di balik pohon raksasa.
Dari dalam bayangan gelap tersebut, tepukkan tangan yang terdengar mengejek, membuat hutan yang terlihat sunyi itu menjadi terasa lebih suram.
Sesosok pria berpakaian serba hitam muncul dari balik bayangan pepohonan, Ling Yuan langsung menarik pedangnya dia tahu Assassin ini sangat berbahaya.
"Tong Fei bersiaplah …, ayo kita kabur!" Bisik Ling Yuan.
__ADS_1
Dengan wajah yang tegas dan garang Tong Fei mengeluarkan pedang besarnya, dia mengabaikan bisikan Ling Yuan dan bersiap untuk menyerang Assassin gila itu.
"Mana mungkin aku lari dari Ninja Rendahan sepertinya?" Ucap Tong Fei dengan tegas.
Belum sempat Tong Fei menyerang, Ling Yuan langsung menarik tangan Tong Fei, lalu dia kembali berbisik.
"Dasar bodoh coba kau lihat baik-baik …, kita telah terkepung, apa lagi mereka semua ranah Golden Core tidak lebih rendah dari kita berdua.
Tong Fei terdiam, dia melihat orang-orang berpakaian hitam muncul di sekelilingnya, dengan wajah yang memucat. Keberanian yang dia tunjukan sebelumnya langsung sirna.
Assassin No 1 membuka topeng kainnya dia, tersenyum dengan bibir yang memiliki bekas luka, dengan wajah yang sedikit tampan, dia mempunyai mata biru dengan tatapan yang kosong.
"Bunuh mereka berdua …, jangan biarkan satupun orang dari Sekte Pedang Surga hidup di alam rahasia ini," ucapnya dengan nada yang dingin.
Puluhan Assassin melompat dan menyerang Ling Yuan serta Tong Fei, mereka berdua dengan cepat menyatukan pergerakan, melindungi punggung satu sama lain.
"Hei Ling apa mereka punya dendam padamu …, mata mereka selalu melihatmu dengan kebencian.
"Aku tidak tahu …, aku yakin ini pertama kalinya aku bertemu dengan mereka.
Dengan wajah yang kebingungan, Ling Yuan menatap mereka semua satu persatu, dia yakin tidak mengenal siapapun, Ling Yuan bertanya pada Assassin nomor 1.
"Ehem …, sebelum nyawaku menghilang bisa aku bertanya alasan kalian menyerang ku.
Dengan senyuman yang menyeramkan di wajahnya, Assassin nomor 1 berkata. "Karena kau telah melukai dan membunuh mahakarya ku.
"Tung-gu mahakarya apa yang kubunuh, sampai ujian ke 5 ini di mulai, aku belum pernah menghilangkan nyawa siapapun.
"Jangan banyak tanya bersiaplah untuk mati.
__ADS_1