Path Of Eternity

Path Of Eternity
Chapter 42


__ADS_3

Ning Yu Er berjalan di belakang boneka gadis kecil, dia di tuntun menuju area selanjutnya, Ning Yu Er berjalan menelusuri lorong yang panjang.


Di kejauhan Ning Yu Er melihat cahaya. Yang artinya akhir dari lorong yang panjang itu sudah kelihatan, pemandangan yang di lihat Ning Yu Er dari balik lorong itu benar-benar kontras.


Ning Yu Er tidak bisa berkata-kata, dia melihat area yang ada di luar lorong itu hancur berantakan, puing-puing dari bangunan yang hancur tersebar di berbagai tempat. Seperti di tiup angin tornado.


Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Ning Yu Er bisa melihat dengan jelas tempat yang dia tinggali. Istana itu sangat besar tetapi sebagiannya telah hancur berantakan, hanya menyisakan sabagian istana yang di tempati Ning Yu Er sebelumnya.


Ning Yu Er berjalan mengikuti boneka gadis kecil, tak lama di area yang sangat luas dia melihat potongan tubuh boneka yang telah hancur berserakan di mana-mana.


Ning Yu Er ingin bertanya tetapi dia menghentikan niatnya, setelah melihat boneka yang seperti anak laki-laki melompat dengan satu kaki, sedang mengumpulkan bagian tubuh boneka yang hancur.


"Nomor 4 apa yang kau lakukan disini.


Nomor 4 menatap Nomor 5 dengan terkejut, tapi setelah melihat Ning Yu Er dia menundukan kepalanya hingga terjatuh, melihatnya terjatuh ada sedikit perasaan iba di hati Ning Yu Er. "Nomor 5 apa kau sedang menemani yang mulia.


"Iya aku sedang membawa yang mulia berkeliling untuk melihat istana ini.

__ADS_1


"Kalau begitu boleh aku….


Saat mereka sedang berbicara Ning Yu Er langsung menyelah pembicaraan mereka, dia terlalu penasaran, hingga merasa aneh saat melihat banyak sekali bagian tubuh boneka yang hancur di tempat ini.


"Sebelum kau menyelesaikan ucapanmu boleh aku bertanya?" Mereka berdua menatap Ning Yu Er dengan bingung lalu menganggukan kepala mereka secara bersamaan. "Kenapa tempat ini bisa mengalami kerusakan separah ini. Apa bagian tubuh boneka yang berserakan ini sama seperti kalian.


Ke dua boneka itu saling memandang lalu boneka nomor 5 berkata dengan raut wajah yang sedikit kaku.


"Sebenarnya sebelum yang mulia mewarisi tahta, sudah ada 300 raja yang kami layani, tetapi para pemberontak selalu menyerang dan membunuh semua raja yang kami layani, hancurnya istana dan semua bagian tubuh boneka ini, di sebabkan oleh pertarungan yang terjadi saat itu.


Ning Yu Er adalah orang yang cerdas, tampa perlu mendengarkan penjelasan lebih lanjut, dia sudah paham dengan kelanjutan cerita nomor 5.


Dua boneka berbentuk anak-anak itu langsung mengangguk, mereka menunggu Ning Yu Er yang berjalan memasuki lorong yang gelap.


Ning Yu Er menarik mahkota yang menempel di kepalanya dengan putus asa, dia bisa membayangkan malapetaka apa yang akan memdatanginya.


"Sial…, sial…, sial…, sial…, sial…, sialannn…," Ning Yu Er berteriak di dalam hatinya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku bisa melawan seorang kultibator Ranah Golden Core, dengan kekuatan seorang kultivator ranah Pemurnian Qi. Sudah jelas aku akan mati.


"Sial apa yang harus ku lakukan sekarang.


Ning Yu Er terduduk lesu, dia bersender di dinding lorong yang di penuhi debu, dengan wajah yang murung dia menunduk ke lantai.


Setelah menghela nafas panjang Ning Yu Er berbicara pada dirinya sendiri.


"Nasi sudah menjadi bubur. Tidak perduli sebanyak apapun aku berpikir tak mungkin ada jalan keluar dari situasi ini. Aku hanya perlu mengerahkan semua kekuatanku untuk bertahan hidup.


"Ke…kuatan…ku….


Ning Yu Er terdiam dia dengan cepat mengeluarkan sekeranjang buah delima dari cincin penyimpanannya, dia seketika tersenyum saat menatap buah delima yang ada di tangannya.


"Jika aku tidak bisa mengalahkan mereka dengan kekuatanku saat ini, maka aku hanya perlu memperkuat diriku hingga mampu mengalahkan mereka semua.


Ning Yu Er berdiri, dia berjalan menuju cahaya di ujung lorong, lalu menghampiri boneka nomor 4 dan 5.

__ADS_1


"Nomor 5, bisa kau bawah aku menuju tempat, kau mengambil buah delima ini.


Nomor 5 langsung menganggukan kepalanya, dia menuntun Ning Yu Er menuju Kakek pohon Delima. Ning Yu Er dan boneka nomor 4 mengikutinya dari belakang.


__ADS_2