Path Of Eternity

Path Of Eternity
Menunggu Ujian ke 5 part 2


__ADS_3

Ning Yu Er terbangun dari proses kultivasinya, dia berdiri merapikan gaunnya. Dia turun dari tangga seketika suasananya hening tampa suara, selama dirinya berkultivasi, biasanya ruangan bawah tempat orang-orang makan dan berkumpul ini di penuhi oleh kebisingan, hingga beberapa kali mengganggu proses kultivasinya.


Ning Yu Er bingung dia selalu merasa ada tatapan tajam yang mengarah ke punggungnya, tetapi saat dia menoleh hanya ada orang-orang yang sedang makan dengan lahap, tapi ada beberapa yang terlihat berbisik, Ning Yu Er menyapa resepsionisnya, lalu membayar biaya penginapan, dia bingung saat melihat wajah resepsionisnya memerah. 


Dia keluar dari penginapan melihat langit cerah tampa matahari, tampa awan, setelah bersembunyi diruangannya selama berhari-hari Ning Yu Er merasa matanya sedikit sakit saat melihat cahaya, Ning Yu Er sadar saat dia mengusap matanya, dia lupa memakai topengnya.


Dengan cepat Ning Yu Er memasang topengnya, dia kembali berjalan, sambil melirik resepsionis dan orang-orang yang sedang berkumpul dan makan di sana, mereka mengalihkan pandangannya dari mata Ning Yu Er , setelah Ning Yu Er pergi mereka menjadi sangat ribut.


“Woi… dia sangat cantik!” teriak pria gendut yang mulutnya di penuhi oleh nasi.


“Bangsat kau, telan nasimu baru berbicara. Itu muncrat kemana-mana,” sahut pria tak di kenal no 1 dengan suara yang keras.


Dengan suara yang sedikit,lemas seorang pria paru baya dengan mata ikan mati, berkata.


“Ke …, napa…” kalian berkumpul di sini, apa tujuan…, kalian…” sama denganku, hingga rela menunggu di sini selama 1 minggu.


Si gendut masih mengunyah daging yang dia makan, lalu dengan cepat dia menelannya, dengan wajah yang serius di menjawab.


“Aku tidak tahu apa tujuanmu, tapi kau benar, Sejak kecil aku mempunyai tubuh yang kuat dan napsu makan yang besar, di umur 5 tahun aku bisa mencabut pohon sampai ke akarnya, sebab itulah aku bergabung dengan sekte pedang untuk menjadi cultivator pedang.


“Tapi sayang sekali aku tidak punya bakat sama sekali, aku di usir dari sekte, bahkan mereka mengataiku makhluk tidak berguna yang menghabiskan makanan, tapi karena hinaan itu aku menjadi sangat bersemangat, seperti ada kekuatan misterius yang mendorongku.


“Aku bergabung dengan sekte Pukulan Langit, dan disana aku berlatih mati-matian, untuk menjadi petarung tangan kosong terkuat, hingga aku di angkat sebagai penerus sekte yang hanya di isi oleh pria.


“Akhirnya di hari pertarungan antar sekte, aku menemukan jatih diriku yang sesungguhnya, setelah memenangkan pertarungan berturut-turut, aku bertarung dengan anggota sekte Salju Utara yang semuanya di isi oleh wanita dan sekaligus rival Sekte Pukulan Langit.


"Di momen pertarungan,  itulah aku menyadari, untuk membuat nyalinya ciut, aku membiarkan dirinya mmemukuliku beberapa kali, tapi entah kenapa serangannya terasa sangat nikmat.


"Sampai dia kelelahan aku terus membiarkannya memukuliku, akhirnya aku menyadari, aku …, M…" 


"Setiap kali dia memukuliku, rasanya…, sangat nikmat…' semua beban yang ada di punggunggku seperti di tarik dan di bilas oleh tangan lembutnya itu, jiwaku seperti melayang saking ringannya, itu…, Nikmat sekali.


"Saat ku ingat-ingat, waktu aku di usir dari sekte pedang, tubuhku yang tiba-tiba saja di penuhi tenaga saat itu, mungkin karena aku di hina oleh seorang wanita, haha …, haha …' aku tidak sadar mungkin saja aku telah M sejak awal.

__ADS_1


"Aku tidak sabar untuk di pukuli dan di cambuk olehnya, hah…, hah …" aku tidak sabar untuk melihat eksperesinya nanti.


Pria tak di kenal meneguk air liurnya, dia menatap si gendut yang sedang tertawa dengan wajah yang memerah, dengan mata yang melotot, dia berkata.


"Orang ini gak waras," pikir pria tak di kenal lalu berjalan pergi dari hadapan si gendut 


Si gendut menatap pria tak di kenal no 1 yang sedang duduk di depannya, dengan penasaran dia berkata.


 


"Hoi …, kenapa kau pindah dari hadapankudi kelangtak di kenal menatap si gendut sebentar, lalu dia mengabaikan sigendut, dia duduk di dekat pria bermata ikan, lebih tepatnya dia duduk di meja di depan si mata ikan yang di kelang 1 meja.


Si mata ikan menatap pria tak di kenal dengan si gendut, dengan mata suramnya, si mata ikan berkata dengan lemas.


"Aku rasa tujuanmu menunggu di sini tidak terlalu buruk, bahkan itu terdengar lebih baik dari tujuanku.


Mendengar ucapan si mata ikan, sepontan mereka langsung melirik si mata ikan dengan raut wajah yang penasaran.


"Aku ingin di bunuh oleh wanita cantik.


"Sejak aku masih kecil, kedua orang tuaku di bunuh oleh penghianat, untung saja aku berhasil menyelamatkan diri, aku menjadi seorang kultivator yang terkenal dan berhasil membalaskan dendamku.


"Aku menihkah dengan seorang wanita yang mmenyelamatkanku saat terluka parah setelah membalas dendam, aku punya satu anak dan juga harta berlimpah, harusnya aku bisa hidup bahagia," katanya dengan air mata yang berlinang dengan lesu dia melanjutkan perkataannya.


"Siapa yang tahu anak yang sangat kusayangi ternyata bukanlah anaku dan istri yang kucintai, telah berselingkuh dengan temanku sendiri…. " Air matanya menetes kelantai.


Si gendut dan pria tak di kenal, seketika terdiam mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menghentikan tangisan si mata ikan, mereka saling memandang tapi yang jelas tidak ada dari mereka berdua yang mau berdiri dari kursi yang mereka duduki.


Mereka hanya menatap si mata ikan dalam diam dengan rasa pahit di mulut mereka, si mata ikan menghapus air matanya, lalu melanjutkan perkataannya.


"Saat itu aku ingin sekali mencabik-cabik tubuh mereka, untuk di berikan pada seekor anjing, tapi aku berhenti setelah memotong alat kelamin temanku itu, aku menyadari ini adalah karma yang kudapatkan setelah membantai keluarga orang-orang sialan itu.


"Selama 500 tahun aku hidup sendirian tampa mempercayai siapapun, menghianati, dihianati, aku telah melihat banyak orang yang mengalami proses ini, yang akhirnya putus asa dan terjatuh kedalam jalan iblis.

__ADS_1


"Aku telah putus asa pada kemanusiaan, aku ingin sekali mati, tapi tidak mau bunuh diri, aku ingin mati tapi tidak mau mati di tangan orang jelek, hingga akhirnya aku mencapai sebuah kesimpulan.


"Aku ingin mati di tangan wanita cantik, tapi  di mataku saat ini, semua manusia hanya terlihat seperti monyet dan gorila yang bergelantungan di pohon.


Dengan wajah terkejut, pria tak di kenal berkata.


"Tunggu…, tunggu…' kalau begitu di matamu saat ini kami terlihat seperti apa?" Tanya pria tak di kenal penasaran.


"Di mataku saat ini kalian terlihat, seperti seekor babi dan kelinci.


Pria tak di kenal menunjuk dirinya dengan wajah kebingungan. "Kelinci …" jawab si mata ikan. Lalu dengan cepat pria tak di kenal menunjuk si gendut. "Babi…" ucapnya.


Pria tak di kenal langsung tertawa sambil menutup mulutnya, si gendut tidak terlihat tersinggung sama sekali, tapi untung saja pria tidak di kenal telah menjauh dari si gendut jika tidak tubuhnya pasti sudah remuk sekarang.


"Jika semua manusia terlihat seperti hewan di matamu, lalu Peri Salju terlihat seperti apa di matamu, apa dia terlihat seperti kupu-kupu?" Tanya si gendut penasaran.


Tiba-tiba saja si mata ikan duduk dengan tegap, dari yang awalnya dia duduk dengan posisi bungkuk, dia mengambil secangkir air minum lalu berkumur dan meminumnya, karena tidak cukup dia mengambil teko air dan dia meminumnya sampai mulutnya bersih, dia mengambil kain dan membersihkan air matanya, dengan wajah yang tersenyum di berkata.


"Di mataku dia terlihat seperti Dewi sangat menyilaukan seperti matahari…, dia sangat indah dan cantik aku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata.


"Gara-gara melihat dirinya …' tujuanku berubah …, yang awalnya aku ingin di bunuh oleh wanita cantik… tidak bukan …, asalakan dia terlihat seperti manusia wanita …' aku akan dengan sukarela menusukan diriku ke pedangnya dan sebelum aku mati, aku akan menatap wajah cantik itu, sebagai keindahan yang kulihat di akhir hayatku.


Si gendut dan Pria tak di kenal saling menatap dengan wajah yang kebingungan, tapi saat itu terpikir satu kata yang sama di pikiran mereka.


"Orang ini sudah tidak waras.


"Tapi tujuanku berubah …, setelah melihat dirinya, aku tidak ingin mati dengan sia-sia …' akan kupersembahkan pedang ini padanya dan menghabisi musuh-musuhnya, yang berusaha mengotori cahayanya.


Si mata ikan mengarahkan pedangnya pada si gendut, dengan mata ikannya dia melotot tajam pada si gendut, dia berkata.


"Aku akan menghgabisiamu dulu babi maso.


Si gendut yang mendengar hinaan itu berdiri dengan tinju yang telah di selimuti oleh api, mereka sudah bersiap untuk bertarung, kemudian dengan cepat pria tak di kenal berdiri di antara kedua orang gila itu meghentikan mereka bertarung.

__ADS_1


"Tunggu dulu sebelum kalian bertarung lebih baik kalian mendengar ceritaku juga, apa kalian tidak ingin mendengar.


Si gendut dan si mata ikan kembali duduk di tempat mereka.


__ADS_2