Path Of Eternity

Path Of Eternity
Pertarungan Pertama


__ADS_3

Dari tempat yang cukup jauh, Ning Yu Er melihat seorang pria paru baya, dia membawa pedang yang sangat besar, cukup aneh untuk mengatakannya, Ning Yu Er sangat terkejut, walau tidak ada matahari tempat ini bisa di bilang cukup terang, seperti di terangi oleh bola lampu.


“Kepala botaknya memantulkan cahaya, padahal tempat ini tidak mempunyai matahari, apa kepalanya terbuat dari cermin,” pikir Ning Yu Er


Si botak berjalan dengan gagahnya, dia menatap Ning Yu Er dengan mata yang menyempit, dia tersenyum, lalu berkata.” Heh… sepertinya ini hari keberuntunganku, bisa bertemu dengan seorang wanita lemah, apa lagi dia sangat cantik, sepertinya para dewa juga merestui ku untuk memasuki ujian ke lima.


Ning Yu Er tidak bisa berkata-kata, melihat gerak-geriknya, juga, mendengar omongannya yang menjijikan itu, membuat Ning Yu Er naik pitam, dia mencengkram pedangnya dengan erat, jika pedang itu bisa berbicara, dia pasti akan langsung menjerit karena kesakitan.


Walau Ning Yu Er sangat jengkel dia masih bisa sabar, Ning Yu Er hanya tersenyum manis pada si botak, perlahan Ning Yu Er menarik pedangnya ke luar dari sarungnya, si botak menatap pedang besi Ning Yu Er dengan senyum mengejek.


“Oh…, sial, ternyata dia kecantikan yang terendam dalam lumpur… kasihan seka… uohh… bahaya sekali,” ucapnya.


“Sudahi ocehan sampahmu, dasar botak, kepala cermin,” ucap Ning Yu Er lalu tersenyum. 


Setelah selesai mengoloknya Ning Yu Er menyerangnya dengan cepat, pedang besi dengan pedang besar saling berbenturan, tentu saja pedang besi Ning Yu Er langsung hancur berkeping-keping, bersamaan dengan hancurnya pedang besi Ning Yu Er juga terpental menjauh.

__ADS_1


“Kuat sekali…, pedang besi yang menemaniku selama 1 tahun di ujian ke empat hancur hingga berkeping-keping, pedang besar itu pasti artefak tingkat tinggi, walau aku punya beberapa artefak tingkat rendah yang sudah di murnikan, tapi saat ini cincin penyimpanannya sama sekali tidak bisa di buka, sial sepertinya aku harus berusaha mati-matian, si botak ini benar-benar menyebalkan,” pikir Ning Yu Er.


Perlahan si botak berjalan, setiap kali dia melangkah tubuhnya membesar, ototnya mengembang, pakaian yang di kenakannya robek, dia benar-benar terlihat seperti binaragawan, bagaikan raksasa, setiap kali dia melangkah, itu membentuk jejak kaki yang cukup besar, Ning Yu Er tersentak dia sangat terkejut, si botak yang awalnya hampir 2 meter, tingginya bertambah menjadi 2 meter lebih.


“Menyerah lah, gadis kecil, kau tidak mungkin menang melawanku, aku ini sangatlah kuat,” ucapnya.


“Aku tahu kau memang kuat, tapi aku juga ingin menjadi lebih kuat, lagi pula di arena ini kau dan aku tidak akan mati jika terbunuh, maaf saja tapi aku tidak mempunyai niat untuk menyerah sampai aku terbunuh, bersiaplah aku akan mengeluarkan semua kemampuanku, lalu mengalahkan mu.


Si botak hanya tersenyum, lalu dia langsung menghilang dari tempatnya berdiri, saat Ning Yu Er sadar pedang besar si botak telah di tebaskan ke arahnya, si botak terkejut ketika dia melihat pedangnya telah di tepis oleh pukulan Ning Yu Er, bersamaan dengan itu Ning Yu Er langsung memukul perutnya hingga dia terdorong menjauh.


“Uhuk… gila pukulannya kuat sekali, tapi Qi dingin yang menyelimuti tangannya itu benar-benar berbahaya sekali, organ dalamku hampir membeku di buatnya, untung  saja aku langsung mengalirkan Qi ke organ dalamku, jika tidak aku pasti sudah sekarat sekarang,” pikirnya.


Ning Yu Er membentuk sebuah pedang es, lalu dia menarik semua air yang ada di tanah dan udara,  padang rumput seketika di tutupi oleh embun yang sangat tebal, untuk menanggapinya si botak menyelimuti pedangnya dengan Api merah yang di buat dari Qi api, panas yang di keluarkannya menyebabkan embun-embun itu langsung menguap dan mongering dengan cepat.


“Qi api… jika pedang itu berhasil mengenai ku, pasti aku akan terluka sangat parah, apa lagi Qi hitamku, sepertinya akan memperkuat panasnya berkali-kali lipat, tapi aku akan menggunakan semua kekuatanku sekarang, aku yakin, aku pasti akan kalah jika memperlama pertarungan ini.

__ADS_1


Berkat embun yang sangat tebal jarak pandangan si botak menurun tajam, di lain pihak Ning Yu Er bisa melihat si botak dengan jelas, berkat apinya yang sangat terang, setelah mengambil nafas panjang, Ning Yu Er langsung menyerangnya.


Saat mendengar langkah kaki Ning Yu Er, si botak langsung mengalihkan pandangannya ke arah Ning Yu Er, dia melihat puluhan jarum es, yang sangat tajam mengarah padanya,  dia dengan cepat menghindarinya, lalu berlari ke sana ke mari, ratusan jarum Es menghujaninya dari segalah arah, tapi walau dengan tubuh sebesar itu dia masih bisa menghindari dan menahan semuanya.


Si botak terkejut kakinya tiba-tiba saja menjadi sangat kaku, dia melihat kakinya telah di selimuti oleh Es yang sangat tebal, dengan satu dan dua kali hentakan kakinya es itu hancur berkeping-keping, saat dia melihat ke atas Ning Yu Er telah ada di depannya dengan pedang Es yang terarah kepadanya, tapi si botak benar-benar sangat cepat, dia bisa bereaksi dengan cepat lalu menahan pedang Es Ning Yu Er, tentu saja es itu langsung mencair dengan cepat.


Tapi saat itu juga puluhan jarum es telah di lepaskan ke arah si botak, melihat itu si botak langsung melepaskan Qi api yang sangat panas dari tubuhnya, hingga membuat semua jarum Es itu meleleh dengan cepat, tapi saat itu Ning Yu Er dengan cepat, langsung menggantikan pedang esnya yang mencair, dengan memadatkan Qi pedang berwarna hitam, yang terbakar dengan api hitam, saat si botak lengah Qi pedang api hitam Ning Yu Er telah mendorong si botak menjauh.


Si botak dengan cepat mengangkat pedang besarnya, ingin menebas Ning Yu Er yang sedang berlari ke padanya menjadi 2, si botak yakin Ning Yu Er tidak akan mampu menahan tebasannya, hanya dengan bermodalkan Qi pedang, tapi saat si botak sadar perut bagian kirinya telah terpotong, darah membasahi rumputnya.


“Agh… apa yang terjadi kenapa pedangnya tiba-tiba saja telah memotong perut bagian kiriku, ke mana dia,” pikirnya.


“Di situ kah!”teriaknya.


Si botak dengan cepat berputar dan mengarahkan pedangnya, ke arah Ning Yu Er yang sedang bersiap untuk menusuknya, tapi karena kecerobohan si botak ada sebuah titik lemah yang di temukan oleh Ning Yu Er, saat pedang besar itu dengan cepat mengarah pada lehernya, Ning Yu Er dengan muda menahannya hingga pedang besar itu terlepas dari tangan si botak lalu terpental.

__ADS_1


Si botak terkejut dia panic, lalu menyerang Ning Yu Er dengan tinjunya yang telah di lapisi dengan Qi api yang membara, tinju raksasa itu hanya baru melayang setengah jalan, tapi itu langsung terpotong, si botak sadar ada yang aneh dengan teknik pedang Ning Yu Er, walau kecepatannya sangat lambat, harusnya dia bisa menghindari setiap tebasan pedang Ning Yu Er dengan mudah, tapi entah kenapa meskipun dia bisa melihatnya.


 “Kenapa aku tidak bisa menghindarinya sama sekali…


__ADS_2