
Dengan nafas yang tersengal-sengal, Ling Yuan melompat dari satu pohon ke pohon yang lain, dia menengok kebelakang dengan wajah yang pucat.
Seorang Assassin dengan wajah yang tampan serta bekas luka di bibirnya, mengikuti Ling Yuan dari belakang dengan wajah yang garang.
Dia melompat dengan sangat cepat, membuat Ling Yuan menjadi lebih panik. Tentu saja dengan tubuh yang penuh dengan luka, tidak mungkin bagi Ling Yuan untuk bisa bergerak lebih cepat dari Assassin nomor 1.
Setiap kali Ling Yuan melompat darah langsung berceceran kemana-mana, Tong Fei sangat marah/kesal, dia menggigit bibirnya sampai berdarah.
Setiap kali temannya itu melompat, Tong Fei bisa membayangkan rasa sakitnya, dia merasa dirinya sangat tidak berguna, tangannya bergetar, dia marah dan kesal.
Tong Fei menengok kebelakang, dia bisa melihat dengan jelas Assassin sialan itu sudah ada di belakang mereka. Tidak sampai 10 meter, dia sangat marah melihat senyuman menjijikan Assassin sialan itu.
Mata biru kosong Assassin nomor 1 berkilat dengan cahaya, dia terlihat sangat terhibur melihat Tong Fei dan Ling Yuan kesakitan.
Tong Fei dan Ling Yuan sadar dari jarak sedekat ini harusnya mereka bisa di tangkap dan di bunuh secepatnya, tapi mereka paham saat melihat wajah orang gila itu yang sedang tersenyum bahagia.
Mereka sedang di siksa secara perlahan, dia ingin menghancurkan mental dan kepercayaan diri mereka, untuk membuat dirinya terlihat superior.
"Ling Turunkan aku di sini, biar aku yang jadi umpan…, akan kubunuh anjing sialan ini, walau mati sekalipun tak akan kubiarkan dia merasa bahagia!"
"Akan kutunjukan cara, seekor anjing kelaparan, menggigit harimau perkasa, sampai mati," Tong Fei berkata dengan mata yang memerah, terlihat sangat marah.
Dengan wajah yang pucat karena kehabisan darah, Ling Yuan berhenti setelah mendengar perkataan Tong Fei, dia perlahan menurunkan Tong Fei dari punggungnya.
"Jika kau ingin turun dan bertarung sampai mati, maka aku juga akan berhenti disini, kita adalah teman yang telah bertarung bersama aku juga akan ikut bertarung denganmu sampai mati.
Senyum Assassin langsung terhenti saat dia melihat, Ling Yuan dan Tong Fei berbalik dan menatapnya dengan tajam, dengan senyum yang mengerikan dia menatap mereka berdua dengan tatapan menghina.
__ADS_1
"Ayo kita tunjukan padanya, cara 2 ekor anjing kelaparan menggigit harimau sampai mati.
****
Di malam yang gelap Ning Yu Er terbangun dari kultivasinya, dia di tatap oleh Pohon Delima tua serta boneka nomor 4 dan 5 dengan kebingungan.
"Yang Mulia kenapa anda berhenti berkultuvasi?" Tanya boneka nomor 5 penasaran.
Ning Yu Er terdiam sambil menghela napas panjang, dia menatap boneka nomor 4 dan 5 lalu menatap Pohon Delima tua.
"Ada apa …, Yang Mulia, kenapa anda berhenti berkultivasi?" Tanya Pohon Delima Tua.
Ning Yu Er tertunduk lesu dengan wajah yang sedih, lalu dia berkata. "Bukannya aku tidak mau menerobos. Tapi aku rasa hanya dengan 15 buah delima yang tersisa, tidak mungkin aku bisa menerobos.
"Apa hanya dengan 15 buah delima tidak cukup, lalu berapa banyak menurutmu, buah delima yang kau butuhkan untuk menerobos Ranah Golden Core?" Pohon Delima tua bertanya dengan penasaran, di tidak sabar untuk mengetahui jawapannya.
Pohon Delima tua sangat terkejut, mendengar apa yang di katakan Ning Yu Er, dia sama sekali tidak bisa berkata-kata.
Sampai akhirnya dia sadar, di telah melupakan sesuatu. Selama ini dia terlalu fokus pada Ning Yu Er yang selalu bisa membuatnya kebingungan dan terkejut, di setiap gerakannya.
"Yang Mulia, apa anda tidak merasakan hal aneh, di tubuh anda saat ini.
"Hal aneh …, maksudmu apa, kakek," ucap Ning Yu Er penasaran.
"Yang Mulia, mungkin ini sulit di percaya, tapi aku rasa, Qi yang anda miliki sudah setara dengan kultivator ranah Golden Core.
"Itu tidak mungkin …, aku rasa dengan kekuatan yang kumiliki saat ini, tidak mungkin bagiku setara dengan kultivator Ranah Golden Core.
__ADS_1
"Hah …, meskipun anda memiliki Qi yang setara dengan Kultivator Ranah Golden Core, tentu saja anda tidak mungkin bisa setara dengan mereka.
"Seseorang yang bisa di sebut sebagai kultivator Ranah Golden Core, harus lah mengalami kesengsaraan surgawi.
"Apa lagi meskipun anda mempunyai Qi yang setara dengan kultivator Ranah Golden Core, belum tentu anda memiliki Qi yang lebih murni dari mereka.
Ning Yu Er paham pada apa yang ingin di katakan oleh kakek Pohon Delima, dia sadar perbedaan kekuatan antar ranah bukanlah masalah yang mudah di atasi.
Kekuatan, Qi yang meningkat secara Signifikan serta kemurniannya menjadi lebih jelas. Apa lagi setiap kali seorang kultivator naik ranah mereka akan mendapatkan kemampuan ilahi.
Tentu saja untuk mengalahkan seorang kultivator yang lebih kuat 1 ranah, tidak mungkin dilakukan tampa Fondasi yang sangat-sangat kuat.
Ning Yu Er menarik napas panjang lalu menghembuskannya, hatinya menjadi sedikit lebih tenang.
Flash….
Ning Yu Er, Kakek Pohon Delima, Boneka nomor 4 dan 5, semunya terkejut saat melihat cahaya biru menyinari langit malam.
Di arah barat daya di sertai dengan suara pohon-pohon yang roboh, suaranya sangat keras hingga bisa memekakan telinga.
"Yang mulia sepertinya di arah sana, sedang terjadi pertarungan, apa yang harus kita lakukan?" Boneka nomor 5 bertanya dengan penasaran.
Ning Yu Er menatap Kakek pohon delima lalu berkata dengan tersenyum.
"Kakek aku akan melihat pertarungan itu bersama dengan mereka," ucap Ning Yu Er.
"Pergilah …, jangan lupa sebelum itu bawalah sisa buahnya bersamamu, mungkin itu bisa menolongmu jika dirimu dalam bahaya.
__ADS_1
Ning Yu Er mengangguk, lalu pergi dengan mendekapkan boneka nomor 4 dan 5 di dadanya.