Path Of Eternity

Path Of Eternity
Chapter 50


__ADS_3

Ning Yu Er melompat dari satu dahan pohon ke dahan pohon yang lain, dengan mendekap Boneka nomor 4 dan 5, di belakannya ada Fuyuka yang mengikuti dengan senang.


Di belakang Fuyuka ada Yu Ren yang melompat dengan santai, membelakangi Ling Yuan dan Tong Fei.


Dengan wajah yang masam Ling Yuan, melompat di belakang Yu Ren, dia berusaha menghilangkan kenangan buruknya.


Ling Yuan bukan berasal dari Klan Kultivator, dia hanya seorang pria biasa dari orang tua biasa saja, selama hidupnya dia telah melihat banyak ketidakadilan yang di terima oleh manusia biasa/mortal, semua ketidakadilan itu selalu di lakukan oleh para Kultivator keabadian. 


Mereka selalu memandang manusia biasa seperti seekor semut, bahkan yang lebih buruk ada Kultivator yang melihat manusia seperti hewan ternak, walau diantara banyaknya Kultivator yang tersebar di dunia ini, kenyataannya masih terdapat beberapa kultivator yang baik.  


Ling Yuan sadar saat dia masih berumur 8 tahun, hanya yang kuat dan berkuasalah yang akan di hormati. Sebab itu, dia berjalan puluhan ribu kilometer hanya untuk menjadi Kultivator keabadian, untuk mendapatkan kekuatan dan kehormatan.


Itulah kenapa Ling Yuan sangat kesal, saat dia sadar kehormatan yang di dapatkannya selama ini, telah sirna bersama dengan semua uang dan pedangnya.


Ning Yu Er tidak tahu, bagi seorang Kultivator Pedang, senjata mereka telah menjadi kekuatan dan kehormatan itu sendiri.


Tong Fei yang bodoh, sedikit pun tidak mengerti apa yang di rasakan Ling Yuan, yang dia pahami saat ini hanya berusaha menghibur temannya.


Perjalanan itu sangat Sunyi, tidak ada satupun suara yang terdengar, bagaikan musik suara jangkrik terdengar nyaring di telinga.


Hentakan kaki terdengar seperti gendang melengkapi suara jangkrik yang nyaring, di dalam keheningan yang aneh itu Fuyuka memberanikan diri bertanya pada Ning Yu Er.


"Ning …, itu …, di mana kau mendapatkan buah roh?" Tanya Fuyuka dengan perasaan canggung.


Fuyaka tahu tidak mungkin Ning Yu Er akan mengatakan lokasi di mana dia mendapatkan buah roh, siapapun pasti akan berpikir untuk memonopoli buah roh tersebut. 


Itulah kenapa Fuyuka bertanya pada Ning Yu Er dengan tujuan untuk mencairkan suasana, karena dia tahu kalau Ning Yu Er berusaha memonopolinya, dia akan mengalihkan pembicaraan, itulah keinginan sesungguhnya Fuyuka.

__ADS_1


"Aku punya banyak apa kau ingin membelinya Fuyuka?" Tanya Ning Yu Er.


"Eh …," 


Fuyuka sangat terkejut mendengar pernyataan tersebut, dia sama sekali tidak menyangka Ning Yu Er akan mengucapkan sesuatu yang tidak masuk kedalam rencananya.


Dengan wajah yang kaku Fuyuka berkata. "Ah …, iya, aku ingin membelinya.


Ning Yu Er langsung menghentikan lompatannya, Fuyuka yang menyadari itu langsung berdiri di depannya, dengan wajah yang kaku, dia melihat Ning Yu Er mengeluarkan 3 buah roh berwarna hijau.


Dengan Senyum di wajahnya Ning Yu Er berkata. "300 Kristal Esensi.


Fuyuka terkejut, dengan wajah yang bingung, dia menatap Ning Yu Er, dengan senyum di wajahnya Fuyuka mengeluarkan 300 Kristal Esensi tingkat menengah. Ning Yu Er dengan cepat langsung menyimpan 300 Kristal Esensi dengan senyum bahagia.


"Tak ku sangka dia memberiku 300 kristal Esensi tingkat menengah …, beruntung sekali," pikir Ning Yu Er.


Ning Yu Er tidak tahu jika buah yang di jualnya,  pasti akan menghasilkan lebih dari 100 juta Kristal Esensi tingkat menengah. Tapi karena keserakahan, otaknya yang cerdas menjadi tidak berfungsi.


Jika saja dia menggunakan otaknya Ning Yu Er pasti akan mengerti buah roh yang di jualnya, setara dengan harta langit dan bumi, andai saja dia menggunakan otaknya, pasti saat ini dia akan langsung berguling di tanah.


Tapi kenyataannya, walau terkadang ketamakannya itu, menyebabkan otaknya menjadi tumpul! Ning Yu Er sama sekali tidak mengalami kerugian apa pun? Malah sebaliknya dia memperoleh keuntungan yang lebih besar, dari pada menjualnya di pelelangan.


Rombongan itu terus melompat dari satu pohon ke pohon yang lain dalam kesunyian, hingga akhirnya mereka melihat istana yang berdiri di atas bukit yang tinggi.


Sayang sekali istana itu hanya tinggal setengah? Ning Yu Er melompat turun dari dahan pepohonan dia berjalan di atas tangga yang menuju ke atas bukit.


Di samping tangga tersebut terdapat rerumputan yang sangat tidak terawat, rumput itu sangat panjang bagaikan ilalang.

__ADS_1


Setelah Ning Yu Er menghilang dari pandangan, Tong Fei angsung melompat turun dari pohon untuk menaiki tangga, tetapi seketika saat kaki Tong Fei menyentuh tangga tersebut, dia langsung terpental menghantam pohon raksasa.


Tong Fei mengerang kesakitan, dia menyentuh punggungnya terlihat bagaikan kakek-kakek tua, Fuyuka, Yu Ren dan Ling Yuan terkejut melihat kejadian yang aneh tersebut. Mereka saling memandang dalam diam, dengan cepat mereka turun dari pohon, mencoba untuk menaiki tangga tersebut satu-persatu.


"Ugh …" punggungku sakit sekali," ucap Tong Fei laou meregangkan tubuhnya dengan wajah yang bahagia terdengar suara yang nyaring dari punggungnya.


"Krakkk …,


"Uah …, luar biasa.


Ke tiga orang itu memandang Tong Fei dengan tatapan yang kosong. Fuyuka perlahan melangkah ke atas anak tangga pertama, dengan kaki kanannya, saat itulah Fuyuka sadar tangga ini bukan tangga biasa.


"Tekanannya kuat sekali? tapi kenapa Ning Yu Er bisa berjalan dengan mudah, di atas anak tangga ini?" Fuyuja bertanya dalam pikirannya.


"Kalian bertiga hati-hati, di atas tangga ini terdapat tekanan yang sangat kuat!" Ujar Fuyuka.


Mendengar apa yang di katakan Fuyuka mereka bertiga langsung terkejut. Setelah Fuyuka menaiki satu persatu anak tangga, mereka bertiga langsung menaiki anak tangga itu bergantian.


Walau tekanan itu konstan, Fuyuka merasakan tubuhnya mulai letih dan kesakitan, setelah mencapai 100 anak tangga, dia beristirahat untuk membiasakan dirihnya.


Di belakang Fuyuka ada Yu Ren yang sedang duduk tepat di bawah anak tangganya, dia terus memandangi wajah Fuyuka yang sedang berkultivasi dengan mata tertutup.


Di bawah tangga Yu Ren, Ling Yuan telah berkonsenterasi dengan mata yang tertutup untuk menyerap dan memurnikan Qinya. Sedangkan Tong Fei memanfaatkan tekanan itu untuk memperkuat tubuhnya dengan melakukan Push Up dan Sit Up, benar-benar terlihat bagaikan gorila botak otak otot.


"Sepertinya hanya aku yang tidak berkultivasi dengan serius," pikir Yu Ren lalu memandangi wajah Fuyuka kembali.


"Sudahlah …, biarkan saja …, jarang-jarang bisa melihat wajah cantik senior, dari jarak yang sangat dekat.

__ADS_1


Selama mereka menaiki tangga itu, Yu Ren hanya terus menatapi wajah Fuyuka, seperti yang di harapkan dari seorang jenius, dia sama sekali tidak mengalami kesusahan apapun saat menaiki tangga.


__ADS_2