Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
Episode 1 Pertemuan


__ADS_3

Adzan ashar berkumandang, Vanya bersiap-siap untuk mengambil air wudhu dan sholat di masjid Darussalam di samping Kampusnya. Selesai sholat diapun berjalan ke kampus untuk melanjutkan menanti dosen pembimbingnya agar dikoreksi hasil penelitiannya.


Penantian itu tidak lama, ketika terdengar suara motor pak Riko. Vanya menunggu di taman fakultas yang berdekatan dengan parkir kendaraan Dosen. Vanya sangat hapal suara motor Scoopy pak Riko. Dan mereka sudah membuat janji untuk bertemu di taman itu.


"Sudah sampai mana penelitian kamu Van" ucap pak Riko sambil menghampiri vanya dan meletakkan tas dia diatas meja bundar itu.


"Sudah lumayan sih Pak, udah di BAB 4. tapi aku kurang begitu yakin hehe" ucap Vanya sambil ketawa kecil lalu memperlihatkan kertas penelitian yang sudah di jilid.


"Oh, ini sudah bagus, kamu tinggal banyakin subjek aja biar nambahin teori kamu nanti" ucap pak Riko dan menyerahkan kertas tersebut ke Vanya.


"Jadi ditambah lagi ya pak subjeknya. saya kira sudah cukup. Yaudah nanti saya tambah lagi" ucap Vanya sambil ketawa kecil lagi.


" Iya, eh saya mau minta tolong, ini ada daftar hadir kelas E2. Tolong kamu antar kesana ya. kasih ke Dosen yang ngajar" ucap pak Riko dan mengeluarkan daftar tersebut.


" Oh mata kuliah akuntansi, dengan pak Ali kan pak" ucap Vanya .


"Bukan, dia dosen baru. Pak Ali lagi ambil cuti. Saya mau ngajar dulu" ucap pak Riko lalu pergi meninggalkan Vanya.

__ADS_1


Pemeran utama Sebagai Vanya



Vanya pun juga berjalan menuju ruang kelas E2.


Ruang kelas E2 itu berada di lantai dua dari gedung yang punya lantai 3 itu. Vanya pun menaiki anak tangga dengan pelan sambil main HP. Ketika sudah sampai didepan ruang kelas E2. Vanya pun melihat pembelajaran sudah dimulai dan memang benar dosen yang ngajar bukan pak Ali tapi orang asing yang baru dilihatnya.


"Tok tok tok"


Vanya mengetuk pintu ruangan kelas. Serontak pembelajaran berhenti dosen baru itu dan mahasiswa pun melihat ke arah vanya. Tidak berpikir lama dosen yang masih tergolong muda itu menghampiri vanya. Wajahnya sangat bersih dan tampan juga, dosen yang mempunyai perawakan yang bagus.


" Ehh ini pak, saya mau ngasih dftar hadir kelas bapak. Tadi dititipkan ke saya dari pak Riko" ucapnya sambil mengeluarkan daftar hadir dari tasnya dengan rasa gugup.


" Oh iya, tadi saya juga nyariin ini tapi saya bingung cari kemana. Terimakasih ya sudah di antar kan" ucapnya Sambil tersenyum.


Senyuman yang sangat manis dan bisa bikin hati meleleh.

__ADS_1


Pemeran sebagai Dosen Muda



"Oh iya pak sama-sama" ucap Vanya. Dan dosen muda itu pun melanjutkan pembelajaran lagi. Terlihat Vanya yang masih banyak menyimpan pertanyaan tentang dosen itu. Namun dia urungkan dan beranjak pulang.


Di perjalanan pulang vanya berhenti ke kos temannya Diah, satu satunya teman yang masih tersisa di kota ini. Teman yang lainnya sudah pada pulang kampung karena penelitian skripsi mereka memang di kampung masing-masing.


"Assalamualaikum, tok tok" ucap vanya sembari mengetuk pintu kos Diah.


" Waalaikumsalam" terdengar suara Diah dari dalam kos lalu membuka pintu.


"Eh Vanya knpa nggk bilang mau kesini. kebiasaan dadakan Mulu. Untung aku ada di kost, coba lagi jalan nggk ada yang bukain pintu buat kamu" kata Diah sambil mengejek Vanya.


"Iya iya tahu kok yang sudah punya cowok. apalah daya ku nasib jomblo ini" ucap Vanya dan berlaga sedih.


"Aduh aduh sayang, nggk lah. Dia juga sibuk kali kan semester akhir juga" ucap Diah dan memeluk manja Vanya.

__ADS_1


Mereka pun bercerita tentang masa lalu, masa sekarang dan berhalu di masa depan. mereka tertawa terbahak bahak di kos tersebut untungnya kosnya kedap suara. jadi tetangga tidak kebisingan.


__ADS_2