
Sekarang mereka mencari sepatu lagi. Selera Marvin memang bagus, ia selalu memilih barang yang bagus dan barangnya pasti akan di sukai oleh perempuan.
" Vanya, kalau mau beli sepatu harus tahu ukuran kakinya ya? " Tanya Marvin.
" Iya pak. Bapak tahu nggak ukurannya?" Tanya balik Vanya.
" Saya nggak tahu "
" Coba bapak tanya "
" Kalau saya tanya ketahuan dong hadiahnya. Saya mau memberi hadiah kejutan." Kata Marvin.
" Aaaa.. saya tahu. Pakai ukuran kaki kamu aja. Kayanya sama dengan kamu. " kata Marvin dengan melirik ukuran kaki Vanya.
Vanya pun melihat kakinya.
" Emang sama pak?" tanya Vanya lagi.
" Iyaa coba aja deh. Dia hampir seusia kamu juga " Kata Marvin lalu mencari sepatu yang cocok.
Setelah berapa lama mereka mencari tapi belum ketemu juga. Terlihat Vanya sudah lelah.
" Kamu istirahat aja Van. Biar aku aja yang cari " Kata Marvin lalu meninggalkan Vanya di tempat duduk.
__ADS_1
Vanya hanya diam, karena saat itu dia benar-benar lelah.
" Ehh lihat deh suaminya sedang cariin sepatu buat istrinya. So sweet banget kan "
Suara pelayan yang jaga sepatu di tempat itu sedang mengobrol dengan temannya.
Vanya tidak menghiraukannya, dia hanya diam saja dan beristirahat.
" Iya bener aku juga pengen punya suami ganteng dan sebaik dia" balas temannya.
' Hmmmt jangankan kalian aku juga mau. Tapi dia sudah milik orang' kata Vanya menjawab dalam hati ketika mendengar pelayan itu membicarakan dosennya.
" Van, kamu coba dulu yang mana nih yang cocok " Kata Marvin dengen menentang 3 pasang sepatu.
Vanya pun mencoba sepatu itu satu persatu secara bergantian.
" Nah, kamu cocok pakai yang ini Van. Aku ambil yang ini aja. " Kata Marvin ketika melihat Vanya memakai sepatu pilihannya.
" Tapi menurutku bagus yang ini deh pak " Kata Vanya menunjuk sepatu yang hendak ia pakai.
" Hmmt itu boleh juga, Yaudah kamu tunggu disana ya, kamu pesan minuman buat kamu dan buat saya. Saya mau bayar sepatu dulu " Kata Marvin dengan menunjukkan stand minuman.
" Iya pak, " Ucap Vanya lalu berjalan ke arah stand minuman itu.
__ADS_1
Marvin pun membawa sepatu pilihannya dan membayarnya.
Minuman yang di pesan Vanya sudah jadi. Begitu juga Marvin sudah selesai mengurus administrasi belanjanya.
" Pak, maaf saya lupa tanya tadi. Bapak mau minum apa, jadi saya pesankan rasa mocchacino pak. Atau bapak mau minum punya saya rasa Vanila blue" Kata Vanya sambil menentengkan dua minuman itu.
Marvin pun mengambil minuman rasa mocchacino dari tangan Vanya.
" Apapun saya minum Van, makasih ya" Jawab Marvin. Lalu menuju ke stand itu untuk membayar minuman tadi.
Setelah mereka berjalan untuk keluar dari area belanja. Vanya melihat papan iklan lantai 3. Yaitu iklan film terbaru yang baru tayang malam ini juga. Vanya tiba-tiba mau nonton film itu karena ia memang menunggu jadwal rilisnya.
" Kenapa Vanya, kamu suka dengan film itu " Tanya Marvin ketika melihat Vanya memperhatikan papan iklan itu.
" Iya pak. Aku nunggu banget film itu tayang pak dan baru tayang malam ini. Tapi besok malam juga nggak apa-apa. Sudah malam juga. Ayokk jalan pak" kata Vanya lalu berjalan di depan Marvin.
Marvin pun berjalan lalu menarik tangan Vanya dengan arah ke samping.
" Kamu salah jalan " kata Marvin menuntun Vanya ke arah lantai 3 menuju bioskop.
" Bapak mau kemana, " Tanya Vanya.
" Kamu kan sangat menunggu film itu tayang. Jadi harus segera juga menontonnya, kalau nggk rasa penasaran kamu menjadi-jadi " kata Marvin. Lalu mereka menaiki eskalator menuju lantai 3.
__ADS_1