Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
episode 3 Mahasiswa


__ADS_3

"Vanya besok saya harus ke Jakarta mengikuti seminar nasional di sana. kebetulan saya besok ngajar. Kamu bisa gantiin saya besok Van". Ucap pak Riko.


"Bisa pak. Mata kuliah apa aja pak, dan ruangan apa" tanya Vanya bersemangat.


"Nanti kamu tanyain sama pak Imam biasanya saya juga gitu." balas pak Riko.


" Ok siap pak" kata Vanya sambil meangkat tangannya seperti orang yang sedang hormat.


pak Riko hanya menertawakan kelakuan mahasiswi bimbingannya itu. Pak Riko sudah biasa terhadap kelakuan vanya yang membuat tawa.


'Keesokan hari nya.


Suara alarm di handphone Vanya sudah berbunyi dengan volume paling keras. Sehingga dengan gampang membangunkan tidur Vanya. Vanya pun segera mandi dan bersiap karena dia ditugaskan untuk mengajar menggantikan pak Riko.


setelah sudah siap, Vanya pun langsung pergi ke kampus.


Setiba di kampus karena Vanya belum sempat sarapan. Vanyapun sarapan di kantin kampus.

__ADS_1


'Hmmt sedih banget jadi mahasiswa akhir, pada sepi teman teman pada balik kampung. tinggal aku disini' batin murung vanya ketika mengingat dua sahabatnya yang sering makan bersama di kantin kampus.


selesai sarapan, Vanya langsung ke ruang TU untuk bertemu pak Imam menanyakan jadwal ia mengajar.


"Pagi pak Imam. jadwal pak Riko ngajar jam berapa aja ya pak" kata vanya sambil meletakkan tangannya di atas meja yang tingginya hampir sedadanya.


" Pagi, kamu ngegantiin pak Riko lagi." ucap pak Imam sambil menyalakan komputer.


" Iya pak. Berapa matkul ya pak" balas Vanya.


"Ya Allah pak banyak banget. Ok deh nggak apa apa. Amanah hehe" sahut vanya dan tertawa kecil.


Vanya memang orangnya tidak putus asa. Dia akan mencoba sampai bisa. Apapun yang akan diamanahin dia berusaha untuk bisa melakukannya.


Vanya pun membuka materi pelajarannya. dia belajar sebentar sembari menunggu jam masuk. Tidak begitu lama, jam masuk pun sudah tiba.


Vanya berjalan menuju ruang kelas yang hendak ia ajar.

__ADS_1


"Ruang E 2.2, ahh itu dia". ucapnya dengan nada begitu ngos-ngosan karena habis naik dari tangga.


Di ruang itu pun mahasiswa sudah berkumpul dan siap mengikuti mata kuliah kali ini.


Vanya pun langsung masuk ruangan itu dan meletakkan tasnya di meja dosen. Tentu saja mahasiswanya tercengang dan heran karena Vanya masuk tanpa basa-basi.


"Assalamualaikum wr wb." salam Vanya seketika membangunkan keheningan mahasiswanya.


"Waalaikumsalam wr wb." balas salam serempak dari mahasiswa.


" Saya Vanya Dha Syifa, panggil saja saya Vanya. Hari ini saya di amanahin pak Riko untuk menggantikan beliau mengajar di kelas ini. Saya harap kita bisa bekerja sama. Dan tetap tertib dalam pembelajaran." ucap Vanya. Vanya tidak merasa canggung lagi, karena memang sebelumnya Vanya sering menggantikan pak Riko tapi belum pernah di kelas yang satu ini.


Vanya pun langsung memulai pembelajaran.


mahasiswa yang bernama Jonathan dari tadi memperhatikan Vanya. Jonathan memiliki rasa penasaran yang paling kuat diantara teman-temannya. Dia sering kali menatap Vanya tanpa berkedip dan tanpa memalingkan wajahnya.


Vanya juga menyadari itu. Namun vanya abaikan karena tatapan mahasiswa itu hanya memperhatikan pembelajarannya saja.

__ADS_1


__ADS_2