Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
episode 19 Akun Instagram


__ADS_3

Angin bersepoi-sepoi menyapa pagi hari.


Ada canda yang ingin dibalas dengan tawa. Ada tangan yang ingin digenggam. Ada bahu yang ingin dirangkul. Dan ada hati yang kian hari menanti untuk dilengkapi.


Hari-haripun sudah berlalu, Vanya masih terlihat fokus dengan laptopnya. Ia ingin sekali mengakhiri masa bertualangnya ini. Permainan baru di mulai, dan dititik ini dia bukan apa-apa.


Ia hanyalah daun kering yang akan terjatuh ketika ditiup angin kencang. Sesekali pikirannya bercampur aduk dengan penelitiannya, dengan dosen muda itu dan juga dengan mahasiswanya yaitu Jonathan.


Vanya sudah mengerti maksud perhatian Jonathan selama ini. Tidak ada pertemanan lawan jenis sedekat ini dan seperhatian kaya Jonathan. Cepat atau lambat Jonathan akan mengutarakan perasaannya ke Vanya. Sedangkan Vanya sudah mengakui perasaannya ke dosen muda itu yaitu Marvin.


*******


Sementara itu, Marvin juga bingung dengan perasaannya. Perasaan senang yang muncul ketika bersama Vanya. Perasaan rindu ketika tidak berjumpa denga n Vanya. Sehingga Marvin bersemangat menanyakan kabar skripsi Vanya sebagai alasan untuk bisa bertemu dengan Vanya.


Marvin takut akan ada perasaaan yang lain yang tumbuh. Ia memikirkan statusnya seorang dosen dan vanya adalah mahasiswa bimbingannya. Ia takut akan memberi kesan yang buruk untuk kampusnya. Marvin terus berpikir itu, sehingga ia takut akan tumbuh rasa sayang dan cinta ke mahasiswanya yaitu Vanya.


*******


Siang ini sangat terik sekali, namun panasnya hari ini tidak menghilangkan semangat Vanya untuk konsultasi penelitiannya itu. Hari ini tepat 1 Minggu ia dibimbing dengan Marvin. Ia tidak menyangka akan dibimbing sementara dengan Marvin, dosen muda yang pertama kali ia lihat dan langsung kagum kepada dosen muda itu.

__ADS_1


Tepat pukul 13:00 Vanya tiba di kampus. Ia pun langsung melangkahkan ke ruangan pak Marvin. Terlihat ruangan Marvin kosong, sepertinya Marvin belum datang. Hari ini hari Jumat, Marvin kemungkinan telat ke kampus karena menunaikan sholat Jumat. Vanya pun menunggu di depan ruangan Marvin.


Walaupun sebelumnya ia pernah diizinkan untuk menunggu di dalam ruangan Marvin, ia berpikir sangatlah tidak etis mahasiswa masuk keruangan dosen ketika dosen itu tidak ada diruangan.


Vanya pun membuka ponselnya dan mengecek akun instagramnya. Matanya melotot seketika melihat akun dosen muda itu muncul di sarankan teman. Ia tidak pikir-pikir lagi, ia langsung stalking akun.


Potret stalker



“ Ya ampun ganteng banget in foto”


Vanya sangat senang melihat akun instagram Marvin. Ia tersenyum-senyum sendiri melihat foto marvin. Sampai-sampai ia tidak sadar kedatangan Marvin.


“ Vanya, lagi ngapain. Kok senyum-senyum sendiri” tanya Marvin mengagetkan Vanya yang sedang asyik dengan ponselnya.


Vanya pun sangat merasa malu ketika Marvin tahu ekspresinya tadi. Untung saja dia tidak menyebut nama Marvin saat dia senang tadi. Jadi Marvin tidak tahu apa yang membuat Vanya segirang ini.


“Vanya kok diam aja sih” tanya Marvin lagi.

__ADS_1


“eeh iya Pak Marvin, nggk ada apa-apa kok. Hehhe tadi ada video lucu makanya aku tertawa” katanya sambil menyimpan ponselnya di tasnya.


“kamu tidak tertawa tapi senyum-senyum. Coba bapak lihat” kata Marvin penasaran.


“Mendingan konsultasi skripsi aja pak, video tadi mah nggk penting. Nanti jam 3 aku ada kelas pak” kata Vanya menghindari kemauan Marvin. Marvin masih penasaran apa yang dilihat oleh Vanya.


“ Pak Marvin.. ayokk ” ajak Vanya untuk membuka ruangan.


*Foto di Instagram Mar



**



*


__ADS_1


__ADS_2