
Vanya hanya mengikuti langkah dari seorang laki-laki yang menggenggam tangannya.
" Ayo Masuk" Ucap Marvin setelah membukakan pintu mobilnya.
" Iya pak " balas Vanya dengan sedikit canggung dengan sikap Marvin yang sangat aneh itu.
Marvin pun memasuki mobil juga dan tidak berapa lama mobil tadi sudah melaju.
Mereka berdua hanya terdiam. Tidak ada yang hendak memulai pembicaraan. Vanya yang biasanya banyak bicara mendadak bingung ingin bicara apa. Vanya pun mengalihkan kediaman itu dengan memainkan ponselnya.
Seketika terdengar lagu memories dari Maroon five. Ternyata Marvin merasakan hal yang sama. Mereka berada dalam kondisi yang memilukan sehingga mereka sama-sama bingung harus melakukan apa.
" Vanya, kamu bisa bantu saya nggk?" Kata Marvin setelah sekian lama terdiam.
" Apa pak ?"
" Saya ingin membeli hadiah ulang tahun. Nah kebetulan sekali sekarang saya dengan kamu. Jadi saya minta saran untuk hadiahnya, gimana bisa nggk Van?" kata Marvin.
" Cewek ya pak yang ulang tahun " tanya Vanya dengan sedikit nada sedih.
" Iya bener dia cewek. Lusa dia ulang tahun " jawab Marvin.
__ADS_1
Vanya hanya terdiam sambil memainkan bibirnya.
" Gimana Van bisa nggak "
" Oh iya bisa pak, Aku tidak ada kegiatan juga malam ini " jawab Vanya dengan berat hati ia mengatakannya.
" Makasih ya" kata marvin dan tersenyum kepada Vanya.
'Gimana nggak adem tuh lihat senyumnya pak marvin. Pak Rektor... aku sedang menginginkan dosen di kampusmu' Kata batin Vanya.
Mobil pun berhenti di gedung yang besar dan mewah. Gedung ini adalah pusat perbelanjaan wanita. Tempat ini menjual keperluan untuk wanita. Barang disini benar benar bagus dan mahal.
Vanya bengong dari mobil berhenti sampai ia keluar mobil masih bengong melihat bangunan mewah di depannya.
" Vanya ayo jalan " Kata Marvin yang ternyata sudah berjalan di depan Vanya.
" Eh iya pak " Sahut Vanya dan mengejar langkah Marvin.
Mereka berdua pun masuk ke tempat perbelanjaan itu. Lagi-lagi Vanya terpesona dengan apa yang di jual di tempat ini. Barang-barang disini benar-benar mahal dan bermerk. Mata Vanya melotot dan berpindah-pindah dengan memandangi barang yang ada di tempat perbelanjaan itu.
" Vanya kira-kira apa ya yang cocok hadiahnya" Kata Marvin sambil melirik barang yang di sampingnya.
__ADS_1
Namun Marvin tidak mendengar jawaban dari Vanya.
" Vanya " panggil Marvin ketika melihat Vanya sedang asyik memandangi barang disini.
" Eh iya ada apa pak " Sahut Vanya dengan sedikit kaget.
" Kok bengong sih. Saya tadi nanya ke kamu. Nggk denger ya!" kata Marvin.
Vanya menggeleng dengan imut. Spontan Marvin ketawa melihat sikap mahasiswa di depannya ini.
" Menurut kamu apa hadiah yang cocok" kata Marvin dengan tegas.
" Eee... sepatu atau tas pak" jawab Vanya.
" hmmt bener juga. Yaudah ayo kita cari." Kata Marvin lalu melangkah dengan cepat.
Mereka pun berhenti di tempat yang jualan tas.
'Masya Allah.. bagus banget tas nya.. jangan ngarep deh. Nggak bakalan bisa juga belanja disini. harganya mahal mahal.' Kata batin Vanya.
" Saya mau itu satu ya mba" kata Marvin menunjuk tas yang di berada di dalam lemari kaca.
__ADS_1
Setelah itu Marvin menyerahkan kartu debitnya. Tidak tahu semahal apakah tas itu. Tapi yang jelas tas di tempat itu sangat mahal karena memang tas yang bermerk.