
2 jam sudah berlalu, dan pekerjaan mereka berdua pun sudah selesai. karena cukup melelahkan, vanya pun beristirahat di sofa. sedangkan Marvin membawa berkas yang tidak terpakai lagi ke gudang. ketika Marvin kembali, Marvin ketawa kecil tak bersuara sambil menggeleng-gelengkan kepala ketika melihat Vanya tertidur di sofa.
Vanya sangat lelah ketika ia menyandarkan pundaknya ke sofa ia langsung mengantuk dan tertidur. Ditambah lagi dengan suhu AC ruangan mendukung rasa ngantuknya sampai tertidur. Marvin pun tidak membangunkan Vanya, dia memakaikan jaz nya ke badan Vanya yang sudah tertidur. Marvin tidak tega membangunkannya, Marvin pun keluar ruangan untuk ngajar.
1 Jam mata kuliah sudah berlalu, Marvin pun langsung kembali ke ruangannya. lagi lagi Marvin menggeleng-gelengkan kepalanya karena si Vanya belum bangun. Marvin pun duduk di kursi kerjanya dan sesekali memandang wajah cantik Vanya yang sedang tertidur. Diam diam Marvin mengambil foto saat Vanya tertidur lalu menyimpan di hp nya. Marvin pun membuka laptopnya dan mengamati skripsi Vanya yang kemarin Vanya kirim via WA.
Saat jam istirahat tiba, tepatnya pukul 12:00, Marvin pun mencoba membangunkan Vanya dengan memanggilnya. namun Vanya tidak bangun. Marvin pun berjalan mendekati Vanya.
"Vanya bangun, sudah siang" ucap Marvin sembari menggoyangkan lengannya Vanya.
Vanya pun terbangun, ia tidak sadar kalau dia tertidur dan barusan di bangunkan dengan dosen muda itu. Vanya pun masih menatap satu arah ke depannya jadi dia tidak melihat marvin disamping kirinya.. Vanya pun merenggangkan badannya dengan mengangkat kedua tangannya.
Spontan pak Marvin tertawa kecil melihat tingkah laku Vanya. Vanya pun langsung berbalik mengarah ke Marvin. betapa malunya dia saat dia tidur dan merenggang kan badannya tadi.
__ADS_1
"Pak Marvin sejak kapan disitu" ucap Vanya malu malu.
"Saya sudah dari tadi, dari kamu tidur, saya selimuti kamu dengan Jaz saya terus saya tinggalkan kamu ke kelas, saya balik lagi kamu masih tidur dan barusan saya bangunin kamu. tapi kayanya kamu tidak sadar saya bangunin." kata Marvin dengan ketawa kecil.
" Pak Marvin saya minta maaf tertidur di ruangan bapak. Saya tidak tahu kenapa sampai tertidur" kata Vanya sedikit bingung.
"Iya tidak apa apa. Kamu kan kecapean karena bantuin saya tadi. Yaudah sekarang kita makan siang yuk" ajak Marvin dengan harapan penuh.
"sudah jam 12:00 siang ya pak" Ucap Vanya sambil melihat jam tangannya.
Vanya sangat terkejut dengan kelakuan dosennya yang memegang tangannya. Marvin pun berhenti melangkahkan kaki mereka berdua sama-sama melihat tangan mereka. Marvin pun bergegas melepaskan tangannya yang memegang tangan Vanya.
"Vanya, saya minta maaf. Ayok jalan" ucap canggung Marvin setengah malu.
__ADS_1
Terus mereka berjalan menuju mobil Marvin. mereka pun masuk ke mobil dan mobil itu pun jalan menuju tempat makan. Di dalam mobil Marvin fokus mengemudi begitu juga dengan Vanya asyik memainkan sosmednya. mereka sama sama diam, tidak ada yang memulai berbicara. terlihat mereka berdua sama-sama canggung dengan posisi mereka berduaan di mobil.
Apalagi si Marvin rasa malu masih menghantuinya. ia tidak sadar tadi itu langsung memegang tangan Vanya lalu menyeretnya ke mobil. Marvin masih memikirkan itu dari tadi.
"Kamu mau makan apa Van" kata Marvin setelah lama terdiam dengan tatapan fokus ke jalan.
"Aku terserah aja pak. ikut bapak aja" balas Vanya setengah canggung.
"Mau makan masakan Padang?" tanya marvin lagi dan wajahnya mengarah ke Vanya.
"iya boleh pak" kata Vanya juga menghadapkan wajahnya ke arah Marvin.
Marvin pun memberhentikan mobilnya di salah satu rumah makan Padang terdekat dari kampus. Marvin pun memesankan masakan Padang dengan 2 porsi. merekapun makan dengan lahap.
__ADS_1
Vanya menunggu pesanannya datang