Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
episode 13 Akhirnya vanya menyadari


__ADS_3

alarm pun sudah berbunyi. sehingga dapat membangunkan tidur Vanya. Vanya masih merasakan pusing. padahal vanya sudah ada janji untuk konsultasi skripsi dengan Marvin. Vanya pun menghubungi marvin.


"assalamualaikum pak Marvin. sepertinya saya tidak bisa ke kampus hari ini. saya tadi malam demam dan pusing pak. Alhamdulillah sekarang udah mendingan cuma rasa pusing masih ada. Saya minta maaf tidak tepat janji pak" pesan Vanya kemudian dikirimnya.


Marvin saat itu masih di kamar mandi. setelah 15 menit kemudian, Marvin pun keluar dari kamar mandi. dia bersiap-siap memakai kemeja untuk ke kampus. dia sarapan pagi dengan potongan sandwich di meja makan. Marvin tinggal dengan mamanya saja.


Setelah sarapan Marvin pun bersiap ke kampus. lalu ia mengambil tas dan HP nya di kamar lagi. dia pun mengambil hp dan membuka pesan WA yang masuk.


Ada banyak pesan WA di HP nya Marvin. Namun Marvin lebih mendahulukan membuka pesan dari Vanya.


Marvin juga menaruh perhatian saat mendengar Vanya lagi sakit. cuma dia tidak menonjol kan rasa perhatiannya yang berlebihan. dia hanya memberi perhatian layaknya dosen ke mahasiswa nya.


"waalaikumsalam wr wb, iya tidak apa apa. semoga lekas sembuh ya. ingat makan yang teratur." pesan Marvin ke Vanya.


Vanya pun membuka pesan itu dan sedikit tersenyum karena mendapatkan perhatian dari dosen muda itu walaupun hanya beberapa kata yang tertulis. tapi pesan itu sudah bisa membuat hatinya damai bisa tersenyum lagi.


"Terimakasih pak Marvin. aamiin semoga lekas sembuh. iya pak saya jaga pola makan saya lagi" pesan dari Vanya

__ADS_1


"Iya sama sama Vanya. saya berangkat ke kampus dulu ya" pesan pak Marvin.


"iya pak" tutup pesan Vanya..


sementara itu Jonathan juga mengkhawatirkan keadaan Vanya. dia pun berencana untuk ke kos Vanya dan membawakan sarapan.


"Kringg Kring" Dering handphone vanya berbunyi.


"halo assalamualaikum" kata Vanya


"Alhamdulillah sdh sehat Jon. sekali lagi terimakasih banyak ya. kamu sdh ngerawat aku" kata Vanya.


"iya tidak masalah kok untuk ngerawat kamu Van. aku lakukan dengan ikhlas tanpa paksaan." ujar Jon dan memarkirkan mobil didepan kos Vanya.


"Alhamdulillah kalo gitu Jon. kamu lagi dimana, kaya suara lagi jalan gitu" tanya heran Vanya karena terdengar suara bising.


"iya aku lagi di jalan dan sekarang sudah sampai" ucap Jonathan di depan kos Vanya.

__ADS_1


"sampai mana" tanya heran kembali dari Vanya.


" sampai di depan kos kamu, ayok buruan buka biar kita bisa sarapan bareng" ujar Jonathan dengan bersemangat bertemu dengan vanya.


" Hah" ujr Vanya lalu menuju pintu dan membuka pintu.


Ternyata benar-benar Jonathan datang dengan membawa sarapan. terlihat Jonathan sangat senang melakukan hal demikian. Vanya tersenyum melihat perhatian laki laki yang baru ia kenal itu.


Vanya sudah paham perlakuan Jonathan mengarah kemana. Namun Vanya tidak mempunyai perasaan lebih ke Jonathan. Vanya juga menyadari bahwa dirinya tertarik dengan dosen muda itu yaitu pak Marvin.


"aku tidak disuruh masuk nih" kata Jonathan sambil tersenyum kecut.


"hahha iya aku lupa, ayok masuk" ujr vanya lalu membukakan pintu dengan lebar.


"hmmt gitu dong" kata Jonathan lalu masuk ke kos itu.


Dia langsung berinisiatif mengambil peralatan makan seperti piring, gelas dan sendok. dia sudah paham betul bagaimana memperlakukan seorang perempuan yang sakit.Kemudian dia memindahkan makanan ke piring dan bersama-sama mereka sarapan.

__ADS_1


__ADS_2