
"Dret Dret Dret" suara pesan Handphone Vanya. Namun vanya tak menghiraukan pesan tersebut. Dia sangat ngantuk dan kembali tidur lagi. Karena vanya ingat dia tidak ada kegiatan ataupun janji hari ini.
Namun tidur Vanya tidak bisa di lanjutkan ketika suara dering telpon handphonenya. Vanya pun mengambil handphone nya dengan malas.
"Halo" ucapnya dengan suara lemas dan ngantuk.
"Vanya kamu dimana, bisa kamu ke Kampus sekarang" kata seorang laki-laki. Tanpa disadari yang menelpon itu adalah dosen pembimbing skripsinya. Mata Vanya langsung terbelalak dan seketika ngantuknya hilang.
"Eh iya pak ada apa" sahutnya sambil menggsosok matanya.
"Nanti aja saya bahas, yang penting kamu kesini ya. Bapak tunggu." kata pak Riko.
"Oh iya pak. Saya secepatnya ke kampus". sahut vanya dan mengucapkan salam lalu mematikan telpon. Vanya bergegas mandi dan siap-siap ke kampus.
Hubungan Vanya dan pak Riko memang dekat. Mereka tidak sengaja sering dipertemukan di pelatihan pelatihan kampus. Seperti pelatihan magang, dosen pembimbing magangnya adalah pak Riko, dosen PPI (Praktek Pengamalan Ibadah) juga pak Riko. Sehingga pak Riko paham sifatnya Vanya. Terlebih lagi Vanya orang nya lembut, bertutur kata sapa sopan dan juga penurut.
Vanya pun siap dia langsung menunggangi motornya dengan kecepatan tidak terlalu lambat.
Setiba di kampus dia langsung menuju ruangan pak Riko, namun pak Riko tidak ada di ruangan.
__ADS_1
"Bu, apa ibu ada lihat pak Riko pagi ini" tanyanya sambil senyum dan menahan ngos-ngosannya. Vanya menanyakan kepada staff ruang dosen yang kebetulan lewat didepan nya.
" Oh pak Riko baru aja masuk kelas. Kamu sudah ada janji dengan pak Riko" balas ibu staff itu.
Vanya pun mengangguk masih mengatur
nafasnya.
" Ya sudah tunggu aja dulu,." kata ibu staff lalu lanjut berjalan menuju ruang staff.
Vanya pun duduk di depan ruang dosen. Di depan ruang dosen sudah disiapkan kursi panjang yang muat 3-4 orang untuk duduk disitu.
Vanya menunggu sambil memainkan handphonenya. Sesekali ia selfi dan bikin Boomerang dan kemudian memposting di akun sosmednya.
Laki-laki itu adalah dosen muda kemarin. Rasa penasaran vanya semakin menjadi-jadi terhadap dosen muda dan tampan itu.
"Pak Imam saya mau minta jadwal saya. karena saya tidak tahu jadwal saya ngajar." tanya dosen muda itu.
"Pak Marvin ngajar apa aja ya" balas Pak Imam. Pak Imam adalah staff bagian TU fakultas Ekonomi.
__ADS_1
" Saya ngajar akuntansi semester 4&6 pak. saya sementara gantiin pak Ali" sahut dosen muda itu yang ternyata bernama Marvin.
Marvin Arganata ya itulah nama lengkap dosen muda dan juga tampan. Siapa yang mengira, pasti pak Marvin dambaan mahasiswi Ekonomi dan pasti juga banyak mahasiswa yang iri dengan pak Marvin. Karena ketampanan pak Marvin yang menarik daya tarik mahasiswa perempuan.😂
"Vanya" panggil pak Riko mengagetkan Vanya. yang saat itu sambil foto-foto.
"Ehh bapak, sudah selesai ngajar pak" tanya Vanya sambil nyengir karena kepergok foto Selfi.😂
"Belum lah, saya kira kamu cepat datangnya rupanya lama juga makanya saya masuk dulu." kata pak Riko menyalahkan Vanya.
" Hehe iya maaf pak, tadi saya sarapan dulu makanya telat." kata vanya sambil ketawa kecil.
"oh iya bener. Sarapan itu harus jangan sampai tidak sarapan." kata pak Riko membenarkan kata vanya.
" hehe iya pak." kata Vanya ketawa kecil lagi.
'padahal aku telat bukan karena sarapan. tapi karena baru bangun tidur makanya telat. padahal Perut aku lapar karena tidak sarapan' batin Vanya murung.
foto Selfi Vanya
__ADS_1
ingat guys sarapan itu perlu ya💪