
Jam pembelajaran pun sudah selesai. Mahasiswa bersegegas keluar ruangan. lain halnya dengan Jonathan, ia masih memperhatikan Vanya, rasa penasarannya ingin menuntun untuk berkenalan dengan Vanya.
Vanya pun mengetahui hal itu,
"Apakah kamu mau menanyakan sesuatu, saya lihat kamu memikirkan sesuatu. Tanyakan saja kepada saya." ucap Vanya yang juga menemukan Jonathan diam diam memperhatikannya.
" Iya Bu, ada yang ingin saya tanyakan" ucap Jonathan sambil berjalan mendekati Vanya.
" Ya sudah tanyakan saja" balasnya sambil memasukan buku ke tasnya. Dan bersama-sama mereka berdua berjalan kearah pintu keluar kelas.
" Ibu muda banget, sudah jadi dosen hebat banget. Saya dari tadi bingung usia ibu itu berapa. Pasti nggk terlalu jauh kan sama saya bu." ucap Jonathan dengan ngomong sedikit terbata.
"ohh itu (tertawa kecil) saya ini hanya asdos pak Riko, saya bukan dosen. Saya juga masih mahasiswa. Saya semester akhir, saya sekarang sedang penelitian dan kebetulan dosen pembimbing saya pak Riko. Jadi pak Riko menyuruh saya menggantikan beliau ngajar." ucap Vanya sambil berjalan keluar.
mendengar perkataan dari Vanya. Jonathan merasa senang, karena apa yang dipikirkannya benar.
"Jadi ibu itu Kaka tingkat saya ya" ucap nya sambil tersenyum tipis. Jonathan tidak bisa membuang rasa girangnya makanya dia bertanya sambil menahan rasa bahagianya.
" Iya saya Kaka tingkat kamu. Panggil saja saya Ka Vanya, Vanya juga boleh kalo ketemu diluar. kalo di ruangan harus sopan jadi panggil saja saya ibu atau kaka" ucap Vanya lalu tersenyum.
__ADS_1
"Oh iya Bu eh ka Vanya." ucapnya dengan sedikit canggung.
Vanya pun berjalan kearah ruangan pak Riko. karena Vanya di perbolehkan untuk beristirahat di ruangannya.
karena merasa begitu lelah Vanya sempat menutupkan matanya. namun rasa kantuknya terbangun saat ada yang mengetuk pintu.
"Ya silahkan masuk saja" ucap Vanya setelah mendengar suara dari luar hendak masuk ruangan pak Riko.
Betapa kagetnya Vanya ketika tahu yang masuk itu dosen muda kemarin atau pak Marvin.
Marvin juga kebingungan kenapa ada seorang perempuan diruangan pak Riko.
" Saya mau ngantar berkas ini mau minta tanda tangan pak Riko. Maaf sebelumnya ibu siapa ya" sambil duduk di kursi di depan Vanya. tanya Marvin sedikit bingung dengan keberadaan Vanya di ruangan ini.
" Ohh saya mahasiswa bimbingan pak Riko pak. kebetulan saya sekaligus asdosnya pak Riko. dan saya juga sudah diperbolehkan untuk beristirahat di ruang ini." ucap Vanya sambil tersenyum.
"Ohh begitu rupanya. jadi bagaimana saya bisa dapat tanda tangan stempel pak Riko" ucap Marvin lagi.
" Tentu pak" ucap Vanya sambil mengambilkan stempel tanda tangan pak Riko menyerahkannya langsung ke Marvin.
__ADS_1
"Sudah, ini di simpan lagi stempelnya." ujar Marvin sambil menyodorkan stempel itu ke Vanya.
"Saya keluar dulu ya. assalamualaikum" ucap Marvin dan keluar ruangan itu.
"Waalaikumsalam wr wb. " jawab Vanya kaku.
karena benar benar ngantuk Vanya pun beristirahat di ruangan itu.
"Ada siapa di ruangan pak Riko" tanya pak Imam ke Marvin.
" Ada perempuan, katanya mahasiswa bimbingan sekalian asdos pak Riko." balas Marvin.
" Ohh iya itu si Vanya. Memang sudah sering Vanya diruangan itu. Dia memang sering gantiin pak Riko kalau lagi sibuk." kata pak Imam sambil membersihkan meja.
" Saya tadi juga heran pak, kenapa ini perempuan diruangan pak Riko, terus dijelaskan sama dia" ucap Marvin mengutarakan kebingungannya.
"Tapi orangnya cantik kan, baik dan sopan lagi" kata pak imam menggoda dosen muda itu.
lalu mereka tertawa bersama.
__ADS_1