
Marvin pun masuk ruangan dan langsung duduk dikursinya begitu juga dengan Vanya langsung duduk di depan Marvin. Vanya pun mengeluarkan naskah skripsinya dan dia perlihatkan ke Marvin.
“ Tadi malam kenapa tidak kirim via wa aja filenya ” kata Marvin sambil membuka naskah skripsi vanya.
“ Tadi malam masih memperbaiki belum selesai” balas Vanya.
“ lain kali kirim via wa aja ya. Sayang kalo saya coret-coret gini. Boros nantinya, atau kalo mau kertasnya ini kamu pakai lagi di halaman belakangnya kan masih bisa nih” kata Marvin memberi saran.
” Iya pak, gitu juga bisa” balas ku.
Setelah itu percakapan mereka tidak terdengar lagi.
Marvin sangat serius memeriksa skripsinya Vanya. Lembar per lembar di perhatikan oleh dosen itu, sangat detail sekali dosen muda itu memeriksanya. Sembari Marvin lagi sibuk memeriksa skripsinya Vanya, Vanya sesekali menoleh ponselnya untuk stalking lagi akun Instagram Marvin secara sembunyi-sembunyi.
Marvin pun mengetahui gerak-gerik Vanya berbeda untuk kali ini. tapi dia tidak mau ikut campur, karena itu mungkin urusan pribadi Vanya yang tidak mau kasih tahu ke dia. Marvin pun kembali dengan kerjaannya Sekarang.
__ADS_1
"Vanya saya sudah selesai memeriksanya.. dan kamu segera nyelesain revisinya. Besok saya tunggu revisinya ya." kata marvin lalu bersandar di sandaran kursi.
"Besok pak. Cepet banget" tanya Vanya.
"Iya Van, kamu tidak sanggup selesaiin besok ya" balas Marvin.
Vanya pun membuka skripsinya, ia ingin tahu apa aja yang salah dan masih kurang.
" Saya sanggup sih pak nyelesain besok. Tapi kan besok Sabtu pak. Kampus kan libur pak" kata Vanya dan tanyanya..
" Besok Sabtu ya. hmmt kirim file nya aja kalo gitu." balas Marvin seraya berpikir.
"Nanti saya atur lagi baiknya gimana, yang penting kerjain aja dulu revisinya ya" kata Marvin
Vanya mengangguk mendengar perkataan dosen muda itu. Dia tidak mau ambil pusing dengan masalah ini. Ikuti saja keinginan Marvin gimana nantinya.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 14:40, Vanya pun bersiap-siap ingin masuk kelas ajarnya.
"Pak Marvin saya keluar dulu ya, soalnya jam 3 ini mau ngajar. Saya mau siap siap dulu" kata Vanya.
" Oh iya, ingat jangan lupa pesan saya tadi ya" balasnya lagi.
" Ok pak" kata Vanya kemudian berjalan kearah pintu dan keluar dari ruangan pak Marvin.
Setelah keluar dari ruangan itu Vanya langsung menuju kelas ajarnya. ia udah tahu kelas yang ia tuju adalah kelas Jonathan. Ia baru saja berhadapan dengan orang yang dia suka dan sekarang ia akan menghadapi orang yang menyukai dirinya.
Ketika sudah sampai kelas itu, Vanya langsung masuk saja. dan seperti biasanya mengawali pelajaran dengan salam dan doa. Kemudian Vanya dan mahasiswa pun memulai pembelajaran dengan begitu hikmat.
Dan lagi-lagi ketika jam pulang Jonathan selalu menunggunya dan mengawalnya untuk pulang. ia selalu membawakan tas Vanya, dan Vanya hanya membawa 2 buku dengan posisi buku itu dipeluk dan berjalan menuju keluar.
Kali ini ada yang berbeda dengan Jonathan, perlakuannya masih sama tapi sikapnya berbeda. Dia murung dan bersikap dingin gitu kepada Vanya. Karena Vanya menyadari hal itu. Dia tidak segan-segan lagi untuk menanyakan ke Jonathan.
__ADS_1
"Jon, Kamu kenapa" ucap Vanya sembari berjalan.
"Aku tidak apa-apa kok. Emang aku kenapa" Balasnya seolah tidak terjadi apa apa.