Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
Episode 21 Lanjutan


__ADS_3

******


Vanya pun membalap langkahnya lalu memotong jalan Jonathan. Ia menatap wajah Jonathan, dan saat itu Jonathan tidak bisa menatap wajah imut Vanya. Jonathan sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu dan juga sesekali membuang mukanya.


" Kamu ngapain berdiri disitu. Awas aku mau jalan". ucap Jonathan lalu melewati Vanya.


Lagi-lagi Vanya melakukan dengan hal yang sama. Ia merasakan ada yang beda dengan laki laki satu ini. Ia lalu memicingkan matanya ke wajah Jonathan.


" Kamu kenapa sih Van, aneh banget" tanya Jonathan lagi.


"Kamu tu yang kenapa. Aneh banget sikap kamu tidak seperti biasanya. Kamu ada masalah cerita aja" tanya Vanya.


"Aku tidak apa-apa kok" ucap Jonathan lalu berjalan sambil melambai-lambaikan tangannya ke bawah. Vanya pun ikut berjalan juga.


"Lalu kamu kenapa murung begini. nggk mungkin lah kalo tidak ada masalah" tanya Vanya lagi.


"Aku cuma khawatir aja kok" Balas Jonathan.


"Khawatir kenapa" tanya Vanya lagi.

__ADS_1


"Khawatir kalo hati ku bakalan sakit" ucap Jonathan lalu mempercepat jalannya.


"Maksudnya apa sih, kamu punya penyakit hati ya" kata Vanya lagi dan mengejar jalannya.


Jonathan pun tidak menjawabnya ia hanya berbalik badan lalu tersenyum. Kemudian tas Vanya pun ia serahkan ke Vanya karena sudah sampai di parkiran.


"Sudah jangan dipikirkan lagi. Aku jalan dulu ya. Kamu hati hati di jalan" ucap Jonathan. sambil mengeluarkan motornya dari area parkir.


"Kamu juga hati-hati Jon jangan ngelamun". balas Vanya.


Jonathan hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Vanya sangat merasakan kejanggalan dengan diri Jonathan. Tidak pernah ia temui Jonathan jadi diam seperti ini kepadanya.


Lalu Vanya pun bersiap untuk pulang. Ia pun mengeluarkan motornya lalu menyalakannya.


Keesokan paginya.


Vanya masih saja berada diatas kasurnya dan memejamkan mata. Ia sangat sadar kalo hari ini hari Sabtu dan ingin istirahat di kosnya saja. Dia ingin uring-uringan saja tanpa ada kerjaan. Padahal disaat itu cucian bajunya menumpuk belum ia cuci. Ia benar-benar sangat merasa lelah satu Minggu ini lalu ia putuskan untuk bersantai dan masalah bersih-bersih bisa besok Minggu.


Ponsel Vanya berbunyi.

__ADS_1


Vanya mencoba mengabaikan suara telpon itu. Namun tidak bisa, tidur Vanya terganggu dengan suara telpon yang terus berdering. Vanya pun meraih ponselnya, ia ingin tahu siapa yang mengganggu tidurnya.


Matanya langsung melotot ketika melihat panggilan tak terjawab dari dosen muda itu. Vanya bingung apa dia harus telpon balik atau mengirim chat untuk dosen muda itu.


ia berpikir lama sehingga ponselnya berdering lagi. Marvin masih menelpon Vanya, kayanya ada hal penting sampai menelpon lagi.


"Halo assalamualaikum Pak" jawab Vanya dengan hati hati.


" Waalaikumsalam. Kamu kemna aja sih Van, ditelpon nggk di angkat-angkat. Baru bangun tidur ya kamu." Kata Marvin dengan nada sedikit tinggi.


"Hah, udah dari tadi dong pak mandi nya. Masa iya baru bangun. Saya juga sudah beres beres." Kata Vanya berbohong.


" Kirain baru bangun. Jam segini anak gadis baru bangun kebangetan itu." balas Marvin.


" He.. iya pak bener" jawab Vanya sedikit malu.


"Oh iya pak, pak Marvin ada hal apa sampai pagi-pagi sudah menelpon kayanya penting ya pak." ucapku mengalihkan pembicaraan.


"Ini Van, saya sudah mengoreksi file Skripsi kamu yang kamu kirim tadi malam. Kira-kira kapan bisa bertemu" Ucap Marvin.

__ADS_1


'Pak Marvin cepat banget periksanya. Baru juga tadi malam aku kasih, paginya sudah selesai aja.' gumam batin ku.


*******


__ADS_2