Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
episode 7 Bersemangat


__ADS_3

Vanya sangat asyik dengan laptopnya. dia mengetik dan mengetik sampai dia mengabaikan yang dari tadi berbunyi nada pesan masuk. Vanya tetap mengetik. menurut nya kalo masih chat itu artinya tidak penting banget. kalo ada yang nelpon baru itu penting. karena prinsipnya gitu, dialun tetap mengetik mumpung semangat dan moodnya lagi bagus.


Jemari tangannya Vanya pun terhenti ketika nada deringnya telponnya berbunyi. ia pun langsung mengambil. bertuliskan yang memanggilnya Jonathan.


" Halo assalamualaikum. Iya ada apa Jon" kata Vanya yang meangkat telpon. kata demikian bermakna kalo dia lagi sibuk.


"Waalaikumsalam. Sebenarnya tida ada apa apa sih Van. Cuma aku bingunh aja chat aku nggak ada yang kamu balas barusan. padahal aku chat kamu banyak banget." jawab Jonathan karena penasaran pesannya tidak pernah dibalas. padahal WA nya aktif saja.


"iya maaf Jon. Aku lagi ngetik buat skripsi. kamu kirim chat ada apa, maaf belum sempat baca chat kamu juga" kata Vanya sembari tangan kanannya sambil mengetik.


"sama sih nggak apa apa. cuma pengen tahu kabar kamu gimana, lagi apa, soalnya aku sudah tidak pernah lihat kamu di kampus lagi" jawab jonathan.


Vanya merasa kesal karena di ganggu dengan hal yang tidak penting seperti ini. namun vanya tidak mau menunjukkan rasa kesalnya.


"Oh gitu. aku baik aja kok Jon. Aku lagi ngetik skripsi nih mau nyelesain semester ini.aku emang udah jarang ke kampus. paling nunggu konsultasi baru ke kampus Jon." Ucap Vanya sembari menahan rasa emosinya .

__ADS_1


"Kamu perlu bantuan nggk. sapa tahu aku bisa bantu. seperti dektiin atau ngetikin gitu. sekalian belajar juga akunya" kata Jonathan mencari alasan agar bisa ketemu.


"Kamu seriusan mau bantu aku. aku mah seneng banget kalo gitu" ucap Vanya dengan rsay kesalnya memudar.


"iya seriusan. kalo mau kita malam ini ke cafe aja buat mengetiknya jadi bisa ngopo ngopi disitu." kata Jon triknya sudah mulai main.


"iya boleh. ok ntar malam ya, jam 7 malam gimana." balas Vanya.


" ok. aku jemput ya"


" hehe nggk usah aku bawa motor sendiri aja"


sore yang sudah menjelang malam, ketika jam 7 Vanya pun berangkat ke cafe janjian mereka. Ketika sudah tiba, Vanya pun langsung masuk dan sudah melihat ada Jonathan melambai-lambaikan tangannya menyuruh dia kesitu. Vanya pun mengikuti maunya.


"Maaf ya telat, kamu udah lama ya" ucap vanya sembari meletakkan tas laptop di atas meja.

__ADS_1


"nggk masalah kok. aku juga baru sampai. oh iya tadi minum dan makanannya aku sudah pesankan" kata Jonathan sambil tersenyum kecil.


"Loh kok makan sih, kan kita kesini mau lanjutin tugas aku." sahut Vanya dengan nada kesal.


"iya sapa tahu kita lapar jadi bisa makan habis ngerjain kan. sudah santai aja. pekerjaan kamu pasti akan selesai kok" jawabnya lalu membantu membuka laptop Vanya.


Pesanan mereka sudah datang. Dan Jon tetap mengetik, begitu juga dengan Vanya, dia tetap mendektekan.


"Jon, sudah dulu kamu minum dan makan dulu" ucap Vanya mengajak Jonathan karena dari tadi dia mengetik mulu tanpa menengok pesanannya itu.


"iya, tapi kamu makan juga ya"


"kamu makan dulu, gantian aku yang ngetik."


"nggk mau, yaudah aku selesaikan dulu baru makan sama sama" ucap Jonathan lalu tersenyum dan melirik wajah Vanya yang seperti serba salah.

__ADS_1


pemeran Sebagai Jonathan



__ADS_2