
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17:00 WIB. Vanya pun menutup pertemuan nya dengan mahasiswa. Dan mahasiswa bagaikan anak ayam yang keluar dari kandangnya. Mereka berhamburan ketujuan masing masing. Ada yang langsung pulang, ada yang jajan dulu dan ada juga yang masih nongkrong di area kampus. Begitu juga dengan Vanya. Usai Vanya ngajar, ia langsung ke parkir motor dan bersiap pulang. Ketika Vanya hendak menyalakan motor. Ada seseorang laki laki yang menghampirinya yang bergegas menahan motornya.
"Jonathan" kaget Vanya setelah Jonathan berdiri didepan motornya.
"Ka eh Vanya, apa aku bisa minta nomor handphone kamu" ucap Jonathan
"No handphone? buat apa kan aku tadi nggk ada ngasih tugas kan" ucap Vanya
dengan rasa heran.
"Aku pengen kenal kamu lebih jauh. Kayanya asyik dan seru berteman dengan kamu" ucap Jonathan mencari alasan.
Vanya pun membacakan no handphone nya. dan dengan semangat Jonathan langsung mengetik di handphone nya.
Setelah itu Vanya pun pulang. Dia tidak mau ambil pusing. Dia langsung saja memberikan no handphonenya. Karena dia pikir menambah teman apa salahnya. Vanya salah mengira akan niat Jonathan. Jonathan sudah menyimpan perasaan ke Vanya sejak pertama bertemu. Dan sekarang Jonathan mau menjalankan aksinya untuk mendapatkan Vanya.
Gelap sudah menjadi malam. Bintang bintang sudah bermunculan dan sudah berkelip. Tapi tidak bersama rembulan. Malam ini rembulan tidak muncul, tidak menambah pencahayaan di bumi. Begitu juga dengan perasaan Vanya pada malam hari itu. Dia sangat merasakan kesepian teman temannya tidak ada menemaninya. Dia layaknya bumi yang merindukan sinar rembulan agar dapat memberi senyum.
Dering suara Handphone Vanya berbunyi.
"Halo assalamualaikum" kata Vanya sembari menempelkan handphone dipipinya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam wr wb. Vanya ini aku Jonathan" jawab Seseorang laki laki yang ternyata Jonathan.
" Iya ada apa ya Jonathan" tanya Vanya bingung kenapa Jonathan menelponnya ketika malam hari.
" Tidak, aku hanya memastikan saja. Kalo nomor yang kamu kasih adalah nomor kamu ternyata benar." jawabnya sambil ketawa kecil.
"Aku nggk pernah membohongi seseorang Jon" balas Vanya.
" Eh Syukur lah kalo gitu. Yaudah aku matiin ya . kapan kapan aku telpon lagi. Assalamualaikum" ucap Jonathan.
"Iya waalaikumsalam" ucap Vanya lalu menutup telponnya.
Vanya lagi lagi bingung dengan ulah Jonathan yang aneh itu. Sedangkan dia tidak mengerti maksud Jonathan demikian.
Keesokan harinya seperti biasa Vanya bangunnya siang. Karena dia tidak ada kegiatan ataupun janji. Dia pun membuka handphone dan memberi pesan kepada Diah. Kalo dia mau ke kosnya Diah. Setelah itu dia bersiap mandi.
"Tok tok tok assalamualaikum" ucap Vanya mengetuk pintu kos Diah.
" Waalaikumsalam, kenapa Van kelihatan murung banget. " jawab Diah.
" Aku lagi gabut banget nih. Nggak tahu harus ngapain." kata vanya sembari berjalan menuju kamar Diah dan langsung berbaring ke kasur Diah.
__ADS_1
"Yee kamu kesini mau numpang tidur aja ya. datang datang main hempaskan badan aja kamu" ucapnya kesal karena kamarnya baru dibereskan.
Si Vanya hanya tersenyum mengejek saja. mereka berdua tidak pernah mempermasalahkan satu sama lain. Omongan Diah tadi sama sekali tidak menyakitinya.
" Bagaimana kita jalan jalan aja Van
aku juga bete di kos aja" ajak Diah bersemangat.
" Aku lagi nggk mood kemana mana Diah. kalo kamu mau jalan. Jalan jalan aja tu pakai motorku" jawabnya sambil ketawa mengejek.
" Iishh kamu mau aku masuk got ya. Kalo aku bisa naik motor nggk bakalan ngajak kamu juga" jawab Diah.
" lagian kamu sudah semester tua juga. Belum bisa naik motor belajar dong." kataku lagi sambil menertawakannya.
"Bukannya belum bisa tapi memang sudah nggk bisa. Aku takut naik motor sendiri tu. Bayangan aku macam-macam kalo motor sendiri. Yaudah mending aku nggak bisa aja biar bisa di gonjeng ayang beb aku." kata Diah nakal sambil memeluk boneka pemberian pacarnya.
"Ayang beb ayang beb itu ayang beb kamu" sahutnya sambil menunjuk iklan makanan bebek panggang di tv dan tertawa terbahak bahak.
Diah hanya geram dengan ulah Vanya.
foto Vanya dan Diah
__ADS_1