Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
episode 10 kepikiran tentang perempuan itu


__ADS_3

malam sudah berlarut. awan hitam Semakin menyelimuti bintang bintang. menambah kegelapan malam ini. keadaan malam ini benar benar sepi. tiada suara apapun yang terdengar. Namun di larut malam itu, Vanya masih belum tertidur. dia tidak bisa tidur cepat.


Dia mengalihkan risaunya itu dengan melanjutkan revisinya. namun tidak berangsur lama. Vanya tidak tau apa yang terjadi, sampai dia benar benar tidak bisa tidur bahkan mengantuk pun tidak.


Dia juga memainkan semua akun sosmednya tapi tetap saja perasaannya risau.


Vanya merasa aneh. pikirannya selalu tertuju kepada perempuan yang bersama pak Marvin. banyak pertanyaan bermunculan, apakah itu pacarnya Pak Marvin, atau bahkan tunangannya.


'Vanya sadar jangan mengagumi seseorang yang sudah memiliki pacar' gumam batin Vanya.


Vanya pun tertidur ketika jarum jam menunjukkan pukul 02:23.


#keesokan harinya Vanya berangkat ke kampus untuk melanjutkan konsultasi. target selesai skripsinya bulan ini. Sehingga dia dengan cepat juga maju sidang.


"Pak Imam, ada lihat pak Marvin" tanya Vanya dengan pak Imam.


"Pak Marvin belum datang Kayanya Van. kamu sudah ada janji" balas tanya pak Imam.


"Aku tidak tau nomor handphone nya pak, jadi nggk ada janji" ucap ku lesu.


"hmmt yasudah kalo gitu tunggu saja dulu" kata pak Imam.


Aku pun menunggu di depan ruang dosen.

__ADS_1


Tidak begitu lama Marvin datang. dan Marvin melihat Vanya sedang memainkan handphonenya.


"Vanya, mau Konsul lagi" Kata Marvin menyadarkan Vanya yang dari tadi murung.


"Iya pak. mau Konsultasi lagi, biar cepat selesai". usaiku dengan nada begitu lesu.


Marvin merasa bingung dengan sikap Vanya sekarang. karena yang marvin tau vanya orangnya periang dan sesuntuk ini.


" yaudah ayo ke ruangan saya" ajak Marvin.


Vanya tanpa banyak bicara langsung mengikuti Marvin.


Mereke pun masuk ke ruangan, dan duduk berhadapan. Vanya langsung mengeluarkan naskah skripsi agar di di periksa Marvin.


"Berarti saya lanjut ke bab 5 ya pak. Saya akan menyelesaikannya dengan cepat pak" ucap Vanya.


Vanya pun memasukan naskah skripsi nya ke tas nya dan bersiap mau keluar ruangan.


"Vanya" panggil Marvin ketika vanya hendak membuka pintu ruangan.


"iya kenapa pak" membalikkan badannya.


Marvin berdiri dan mendekati Vanya.

__ADS_1


"Kamu ada apa hari ini, kenapa jadi orang murung seperti ini. Sebelumnya saya tidak melihat kamu seperti ini." ucap dosen muda itu.


" Tidak ada apa apa pak. hanya kecapean aja tadi malam bergadang menyelesaikan bab 4". balas Vanya.


"Kalo cape jangan dipaksa nanti bisa membuat kamu sakit. ngerjain skripsi jangan dijadiin beban ya. Istirahat dan makan teratur."


kata Marvin memberi semangat ke Vanya.


" Oh iya sebenarnya saya di telpon sama pak Riko. pak Riko nitipin ke kamu ke saya. saya dipinta untuk ngebimbing kamu. sampai kamu selesai skripsinya" tambah Marvin.


"Jadi pak Riko ada nelpon pak Marvin." tanya vanya


"Iya"


"Berapa lama pak Riko"tanya Vanya lagi


"Pak Riko pelatihan selama 2 bulan" balas Marvin.


" Makasih ya pak udah bersedia ngegantiin pak Riko. klo gitu apa boleh saya minta nomor telepon bpk" kata Vanya sambil mengeluarkan handphone.


"oh tentu dong, 081252xxxx. hubungi aja kalo perlu bantuan ya van." katanya Marvin


"iya pak makasih" ucapku dan keluar ruangan itu.

__ADS_1


Aku berjalan dari ruangan itu. Entah kenapa langkah ku lamban. seolah hati dan pikiran tidak satu arah. pikiran ingin melangkahkan kaki sejauh mungkin dari ruangan itu. namun hatiku tetap menuntun ke ruangan itu. sehingga kakiku sangat lamban berjalan.


__ADS_2