Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
episode 17 Makan


__ADS_3

Pesanan mereka pun datang. Vanya hanya bengong melihat makanan itu. ia sangat lapar. cacing cacing perutnya terus meronta-ronta untuk makan.


"Van, ayok makan. jangan di lihat aja makananya" ucap marvin ketika melihat vanya hanya bengong saja.


"Eh iya pak" ucap vanya lalu mulai mengambil sendok dan garpu dan langsung menyantap makanan itu.


Begitu juga dengan Marvin. ia juga langsung makan makanan itu. Ia juga lapar dan cukup lelah hari ini. Kebahagiaan Marvin tidak bisa di pungkiri. Ia sangat bahagia bisa makan di luar bersama Vanya yang tidak lain mahasiswi bimbingannya itu.


Mereka sangat lahap menyantap makanan mereka. saking khusyuk nya mereka makan tidak sambil bicara. hanya deting suara sendok dan garpu yang bertemu. ketika Vanya sudah selesai makan. Vanya langsung berdiri dan hendak menuju kasir. Spontan Marvin berdiri dan menahan jalannya Vanya dengan menarik tangannya Vanya. seketika saja Vanya kaget dan terhenti lalu menghadap ke arah Marvin.


"Biar aku saja yang bayar" ucap marvin lalu meninggalkan meja makan dan menuju kasir untuk bayar.


Vanya pun disitu duduk kembali dan menunggu Marvin kembali. ketika Marvin kembali, Vanya berdiri.


" Pak Marvin, tunggu sebentar ya. saya mau ke toilet dulu" sambil tersenyum lalu berjalan.


Marvin pun duduk lagi dan memainkan ponselnya.


vanya ke toilet untuk membenarkan rambutnya dan menambah sedikit polesan bedaknya lagi.

__ADS_1


Vanya pun keluar dari toilet dan menuju ke Marvin. Marvin langsung berdiri.


"Ayokk langsung pulang" ucap Marvin dan berjalan bergandengan.


Vanya hanya mengikuti, Vanya ingin berjalan di belakang Marvin. disaat langkah Vanya melambat, Marvin juga melambat langkahnya juga sehingga membuat jalannya sejajar atau bergandengan.


Mereka pun masuk mobil dan Marvin langsung menyalakan mobil dan mulai jalan.


Kembali lagi pada situasi membisu, mereka berdua sama-sama merasa begitu canggung sehingga untuk memulai berbicara itu susah.


"Pak Marvin terimakasih ya makannya tadi udah di bayarin" ucapnya dengan ketawa kecil.


"oh iya pak sama sama"..balas Vanya.


Marvin pun fokus mengemudi dan menambah kecepatannya. begitu juga dengan Vanya. Vanya sudah mulai sibuk dengan ponselnya.


Tidak berapa lama mereka tiba di kampus. Vanya pun langsung keluar dari mobil karena jam ngajarnya sebentar lagi.


"Pak marvin makasih banyak ya. saya pamit ke kelas dulu" ucap vanya.

__ADS_1


"Iya Vanya. semangat ya" ucap Marvin lalu Tersenyum kepadanya.


Vanya pun membalas senyum itu dan berlalu pergi. iya berjalan dengan cepat dan sesekali tersenyum karena bisa berduaan dengan dosen tampan itu, bisa makan berduaan dan lebih pasti bahagia bisa dapat makanan gratis lagi.😂.


Vanya pun sudah tiba di ruang E2.2, Sudah banyak mahasiswa yang sudah duduk di dalam ruangan. Vanya pun langsung masuk dan meletakkan tas nya di atas meja.


"assalamualaikum wr wb" salam Vanya.


"waalaikumsalam wr wb" balas salam mahasiswanya.


"semua tentu masih ingat saya, saya asdos pak Riko sementara ini. kebetulan pak Riko sedang ada pelatihan di Jakarta dan lamanya Sekitar 2 bulan. jadi setiap mata kuliah pak Riko untuk sementara saya yang isi". ucap Vanya.


"Jelas semuanya" tambah Vanya.


"Jelas Bu" jawab serentak lagi.


'apa 2 bulan, lumayan lama. jadi aku bisa lihat vanya di kampus ini. dia bakalan menjadi penyemangat aku buat terus masuk kuliah' batin Jonathan girang.


Vanya pun memulai pelajarannya. mahasiswa nya pun begitu fokus dengan materi yang di bawakan oleh Vanya. Vanya memang sudah memahami materi tersebut. akuntasi juga merupakan salah satu mata kuliah yang ia gemari.

__ADS_1


__ADS_2