Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
Episode 8 lanjutan


__ADS_3

Dengan hal demikian, Vanya jadi serba salah. dia pun menarik laptopnya dan mematikan laptop lalu membuat ke dalam tas laptop.


"Loh kenapa dimasukkan ke tas. kan masih belum selesai" ucap Jonathan heran


"Sudah, aku bisa menyelesaikannya di kos nanti. kita makan aja dulu. kasian makanannya dianggurin". kata vanya dan menyodorkan makanan ke Jonathan.


"iya sesuatu yang dianggurin itu nggk enak. yang enak itu di apelin" sahut Jonathan dan tertawa ke arah Vanya. begitu juga Vanya, Vanya terasa terhibur dengan tingkahnya barusan.


Mereka pun makan bersama, Jonathan dengan lahap sehingga dengan cepat menghabiskan makanannya. Jonathan pun memandangi wajah Vanya yang sedang makan. Jonathan sangat mengagumi sosok perempuan didepannya. Jonathan mulai berhalu untuk mendapatkan perempuan itu. yang tidak lain kakak semesternya. hal demikian sama sekali bukan masalah buatnya. tidak ada aturan negara ataupun agama.


Vanya pun baru menyadari bahwa Jonathan memandangnya dari tadi. Vanya menjadi serba salah dan jadi melting buat lanjutin makannya. Vanya pun meneguk air minum.


"kamu kenapa ngelihatin aku kayagitu" ucap Vanya karena merasa risih dilihat Jonathan seperti itu.


"Kamu cantik Van" ucap Jonathan tanpa sadar


"apa Jon" ulang Vanya.

__ADS_1


"eh perempuan itu emang dilahirkan untuk cantik dan laki laki itu terlahir untuk ganteng" ucapnya mengalihkan ucapannya barusan.


Vanya hanya tersenyum canggung.


" Van menurut aku kamu itu cantik tahu, kalo menurut kamu aku ganteng nggk" ucap Jonathan mulai menjurus ngegombalin.


"Kan kamu tadi bilangnya wanita terlahir untuk cantik dan laki laki terlahir untuk ganteng" ucap Vanya ambil simple aja sembari mengunyah makanan.


" kalo lebih Pesifiknya aku gimana. jujur" sahut Jonathan lagi


Vanya terdiam sejenak. ia memikirkan kata kata yang mau dia ucap.


Selesai mereka makan, karena sudah larut malam. mereka pun pulang dengan arah yang sama. sehingga posisi motor mereka bergandengan.


"Kamu duluan nggk apa apa kok Jon. kan kamu lebih jauh dari pada aku" ucap Vanya sambil mengemudi


"Aku mau lihat kamu sampai kosan kamu. baru aku ngebut nanti" balasnya dengan nada suara nyaring. karena bising banyak motor berlewatan.

__ADS_1


Vanya sebenarnya risih dengan situasi ini. namun Vanya juga takut pulang malam sendirian.


Sesampainya di depan kos, Vanya merasa lega akhirnya dia pulang dengan selamat. dia pun berhenti dan mematikan motornya begitu pula dengan Jonathan.


"Jon aku sudah sampai. terimakasih ya sudah mengawal ku" ucap Vanya lalu tersenyum kepada Jonathan.


Jonathan sangat bahagia melihat senyum tulus dari Vanya itu.


"iya nggk Maslaah kok Van. lain kali kalo perlu bantuan hubungi aja aku ya. yaudah aku jalan dulu. assalamualaikum"


"iya waalaikumsalam"


Jonathan pun melanjutkan jalan pulangnya. dan Vanya langsung masuk kos.


Dia cuci muka, cuci kaki dan gosok gigi. dia mau mandi tapi takut masuk angin. jadi hanya mencuci sebagian badan saja.


Setelah itu iya pun bersiap-siap mau tidur dan tidak lupa baca doa tidur. lalu iya memejamkan kedua matanya dengan harapan akan bertemu dengan mimpi indah dan besok akan menjadi hari yang paling menyenangkan.

__ADS_1


tidak berapa lama Vanya pun tertidur dengan


pulas.


__ADS_2