
Hari sudah pagi dan Vanya masih belum terbangun. Hp nya vanya berdering dari tadi. tapi Vanya tidak bangun bangun. sudah sekitar 18 panggilan baru Vanya sadar dari tidurnya. dan mengangkat telponnya.
"Iya kenapa Diah nelpon pagi pagi" kata vanya sambil mata terpejam.
" Apa kamu belum bangun dan pasti nih belum mandi." nyerocos Diah.
" hehe iyalah. orang aku masih baringan" jawab santai Vanya.
" buka pinta Sekarang aku sdh nungguin kamu hampir 1 jam" teriak Diah agar vanya kebisingan dan bangun.
" kamu ngapain ke kos aku nggk bilang bilang sih." ucap vanya sambil berjalan keluar. dan membuka pintu kos nya.
terlihat wajah Diah yang geram dengan Vanya yang membuatnya menunggu hampir satu jam.
" Eh si Diah, pagi pagi udah cantik aja. mau kemana bu. mau kondangan ya😂" kata vanya sambil menggoda Diah yang mukanya
cemberut.
" ishhh apaan sih. aku mau masuk. minggir" ucapnya dengan nada cepat. lalu menuju kamar Vanya..
"ya ampun Vanya. kamu belum beres beres kamar,."
"dibilangin aku baru bangun tidur, mana bisa aku ngerapiin sambil tidur. nah gila kamu nih" ucap Vanya sambil melipat selimut nya.
" kamu kenapa nggk bangun pagi sih. kan kita jadi telat nih." ucap Diah.
__ADS_1
"Lah emang ada apa " tanya vanya tidak tahu apa apa.
"nih gini nih korban skripsi. janjinya aja udah lupa. kan kita mau berbelanja hari ini....." ucapnya sambil teriak. dan spontan vanya menutupi telinganya dengan dua belah tangannya.
" Ya ampun suara kamu Diah, iya iya aku baru ingat nih." sahut Vanya sambil mengambil handuk.
"baru ingat, kemarin kemarin kemana emang, sampai lupa" kata Diah. dia tidak tahu kalo Vanya sudah masuk kamar mandi. dan tambah kesal Diah karena dia ngomong tidak ada orang.
Mereka pun berangkat ke tempat perbelanjaan. disana mereka beli macam macam, belanja pakaian, belanja aksesoris, dan juga sepatu.
Karena mereka rasa capek dan lapar mereka pun makan di restoran didalam perbelanjaan itu.
" Kayanya aku udah lama nggak kaya gini. akhirnya fresh juga pikiranku." ucap vanya sambil menyeruput minuman nya.
" kalo kamu mah udah terlalu santai. kamu harus ngerjain juga yah. kalo nggk nanti kamu terlambat Lo. ayo semangat ngerjain." Kata Vanya lalu iya meletakkan minumanmya ke atas meja lagi. ia pun sambil melihat-lihat dari ruangan itu. dan ia melihat dibalik dinding kaca sosok laki-laki yang tidak asing. dan ia menyadari itu Marvin yang hendak masuk ke ruangan itu juga. Marvin bersama dengan seorang perempuan muda dan cantik. dan Vanya berpikiran kalo itu adalah pacarnya atau bahkan tunangan Marvin.
"Van Vanya" panggil Diah dengan menggoyangkan tangan Vanya
" stsssstt nanti kedengaran" ucap Vanya lalu menghadap ke arah Marvin lagi. tapi Marvin sudah tidak ada di balik kaca itu.
"aneh " ucap vanya.
"kenapa sih" tanya Diah
"iya tadi itu" ucap Vanya terhenti ketika melihat marvin dibelakang Diah bersama seorang perempuan.
__ADS_1
"Vanya" ucap Marvin
"ehh Bapak" ucap Vanya sambil tertawa ketahuan.
" habis jalan juga ya. yaudah bapak kesana ya"ucap marvin lalu Tersenyum. begitu juga dengan perempuan itu juga tersenyum.
" eh iya pak" sahut Vanya. mereka pun duduk bersebelahan dengan Vanya dan Diah.
" Van, itu siapa" tanya Diah berbisik.
"Dia dosen baru sekaligus ngegantiin pak Riko ngebimbing aku."jawab Vanya berbisik juga.
"wahh asyiknya dibimbing sama orang
ganteng. bisa kedip kedipan dong." kata diah ngerayu Vanya.
" kedip kedipan kamu kira kunang-kunang"
ucap Vanya.
lalu mereka pun fokus makan dengan makanannya masing-masing. sesekali Vanya memperhatikan Marvin dan perempuan bersamanya
perempuan bersama Marvin
__ADS_1