Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
episode 14 Perhatian Tersembunyi


__ADS_3

Jam 8 pagi ini harusnya Vanya dan Marvin bertemu untuk membahas kelanjutan penelitian Vanya. namun, di karenakan Vanya lagi tidak enak badan pertemuan itu pun ditunda.


Entah kenapa Marvin jadi risau. tanpa ia sadar, ia menunggu masa bersama dengan Vanya. ia sangat menyesali pembatalan pertemuan.Terlihat berdiam diri Marvin di ruangannya. ia hanya bersandar di dinding kursi lalu memegangi HP.


ia ingin sekali menanyakan kabar Vanya.


'apakah dia masih sakit atau sudah sembuh?' ia ingin memberikan perhatiannya seperti ke kosnya Vanya dan menjenguknya lalu membawakan makanan untuknya. namun ia berpikir lagi, ia hanya seorang dosen dan


Vanya adalah mahasiswi bimbingannya. menurutnya sangat aneh perhatian itu ia berikan ke Vanya.


Nada dering handphone Marvin berbunyi,


"Halo assalamualaikum pak" kata Marvin


"waalaikumsalam, Marvin saya minta tolong beritahukan sama Vanya untuk menggantikan saya ngajar dulu sementara saya belum pulang" Kata dari penelepon yaitu pak Riko.

__ADS_1


"oh iya pak pasti saya kasih tahu nanti ke Vanya." balas Marvin.


setelah salam mereka berdua pun menutup telpon. Marvin pun segera menghubungi Vanya, dan justru sangat senang karena ia juga bisa nanyain kabar Vanya sekarang.


Setelah sarapan bersama Jonathan, Jonathan pun langsung pulang, karena katanya ia ada kelas jam 8 pagi ini. Vanya pun membersihkan bekas mereka makan.


Dering handphone Vanya berbunyi, Vanya kaget ketika melihat marvin yang menelponnya. ia pun langsung angkat telpon itu.


"halo assalamualaikum" kata Vanya.


"waalaikumsalam, Vanya tadi pak Riko menelpon saya tadi dia bilang untuk meminta kamu mengganti beliau sementara waktu ini. nanti kamu bisa urus jadwalnya dengan pak Imam" kata dosen muda itu


Marvin pun mendengar suara dentingan sendok ke piring, ia tahu kalau si Vanya baru selesai sarapan. dan membuat hatinya lega ketika tahu Vanya sudah sarapan. sehingga ia tidak usah menanyakannya lagi. ia sudah tahu kalau keadaan Vanya sudah mulai membaik.


"Iya van, besok juga tidak apa apa. Yaudah kalo gitu saya tutup ya Van. assalamualaikum" ucap Marvin

__ADS_1


"waalaikumsalam" balas Vanya murung. ia ingin pak Marvin menanyakan keadaannya. tapi ternyata pak Marvin benar benar tidak peduli dengannya. vanya berpikir demikian, Vanya tidak tahu bagaimana cemasnya Marvin ketika tahu kalo dirinya sakit.


Vanya pun langsung mencuci piring bekas dia dan Jonathan sarapan bersama. Vanya merasa badannya sudah sehat dan sudah bisa beraktivitas. dia pun membersihkan kamarnya setelah itu mandi biar badannya segar.


Sementara Marvin berinisiatif meminta jadwal ajar pak Riko ke pak Imam yang nantinya ia berikan ke Vanya.


"Pak Imam, saya mau minta jadwalnya pak Riko ya, minta tolong di print out kan." kata Marvin sambil nyengir sendirian.


pak Imam yang melihatnya merasa aneh, apa yang sebenarnya terjadi dengan dosen muda ini.


"Iya pak Marvin. ini nanti mau di kasih ke pak Riko ya" kata pak Imam sambil mencari filenya lalu di pring out kan.


"Pak Riko kan lagi pelatihan di Jakarta hampir 2 bulan pak. Ini saya mau kasih ke Vanya. Vanya yang akan gantiin lagi." jawab Marvin sambil memainkan handphone.


"Oh Vanya, biasanya Vanya langsung ambil jadwal kesini pak. Kok tumben bapak yang ambilkan" kata pak Imam sembari menggoda dosen tampan itu.

__ADS_1


"hmmmt oh begitu ya, saya tidak tau tadinya seperti apa. tadi saya di telpon sama pak Riko lalu langsung aja inisiatif seperti ini" ucap Marvin mencari alasan.


Pak Imam pun hanya senyum kecil mendengar alasan Marvin. ketika print out nya sudah selesai. ia langsung menyerahkan ke Marvin. Marvin pun segera masuk ruangannya lagi.


__ADS_2