
15 menit kemudian hp vanya berdering lagi. Jonathan memanggil lagi.
"iya halo Jon." angkat vanya dengan suara lemas lagi.
" kok suara kamu semakin berbeda. buka pintu aku sudah di depan kos kamu" kata Jonathan dan terdengar suara ngos-ngosan dia. Vanya sangat kaget kenapa Jonathan ke kos dia. Vanya pun langsung keluar dan membukakan pintu.
"Jon kamu kenapa nggk bilang mau kesini" tanya heran Vanya dan menahan rasa sakit kepalanya.
"Vanya kamu pucat sekali, aku takut kamu kenapa-kenapa makanya aku kesini" kata Jonathan dan meletakkan punggung telapak tangannya ke jidat Vanya.
"Kamu demam juga Van, ayo kamu duduk dulu habisnya kamu makan dan minum obat ya" kata Jonathan dan menuntun langkah vanya yang sudah lemas ke kamarnya.
Jonathan datang membawa makanan dan obat-obatan. karena Jonathan pasti vanya sakit kepala atau magh.
" yaudah makan ya, aku suapin" Jonathan menyiapkan makanannya dan menyalin kemanan itu ke piring.
__ADS_1
"aku bisa makan sendiri Jon" ucap vanya dan mencoba untuk berdiri tegak.
"aku aja Van, kamu berbaring aja ya. percaya sama aku, aku nggak ngelakuin macam macam." ucap Jonathan lalu menyuapi makanan ke Vanya.
Vanya memakan yang disuapin oleh Jonathan. Jonathan memandangi wajah Vanya dengan penuh perhatian. dia bolak balik menyiapkan apa yang diperlukan Vanya.
"Jon aku sudah kenyang" ucap Vanya karena iya merasa perutnya sudah mendingan
"Baru 3 suapan Van, masa iya kamu udah kenyang" bujuk Jonathan.
"yaudah sekarang kamu minum obat lagi ya. biar sakitnya hilang". kata Jonathan dan memberikan obat di tangannya.
Vanya pun meminum obat itu. dan vanya berdiam sejenak. mereka tidak saling bicara. Jonathan paham kalau Vanya harus diam sebentar dan tanpa mengajaknya berbicara. Jonathan memandang Vanya dengan penuh perhatian.
"Jon makasih ya udah datang kesini, bawa makanan dan obat-obatan juga. makasih banyak ya" ucap Vanya dari sekian lama terdiam.
__ADS_1
"iya sama sama Van. aku khawatir sama kamu makanya aku langsung kesini" ucap Jonathan dan mengusap jidatnya Vanya.
Vanya hanya tersenyum kepada Jonathan.
"kamu perlu aku temanin Van, sampai nunggu kamu benar benar pulih". tambah jonathan.
"eh jangan Jon. nggak apa apa kok aku. aku sudah mendingan. aku udah pulih dan semua ini berkat kamu. makasih ya" kata vanya lalu Tersenyum pada Jonathan.
"yaudah kalau gitu. ini sudah larut malam juga. kamu istirahat ya.. aku mau pulang dulu. kalo ada apa apa langsung hubungi aku aja ya" kata Jonathan.
Jonathan ingin sekali mencium jidatnya Vanya yang berarti tanda syaangnya dia ke perempuan. namun Jonathan sadar kalo mereka belum ada hubungan apa apa.. Jonathan pun keluar kost dan berangkat pulang.
Jonathan pulang dengan mengendarai mobil dan ia letakkan ditempat yang jaraknya lumayan jauh dari kos Vanya sehingga membuat dia harus jalan kaki terlebih dahulu. ia benar benar tulus sayang kepada vanya. dia sangat khawatir dengan perempuan itu.
keadaan vanya sudah membaik. dia juga sudah bisa berdiri. cuma rasa pusing sedikit saja yang masih tersisa. setelah itu vanya pun beristirahat dan tertidur pulas. karena saat itu memang sudah larut malam.
__ADS_1