Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku

Pejuang Skripsi, Pejuang Cintaku
Episode 25


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan cepat.


Hari berganti dengan Minggu.


Minggu pun berganti dengan bulan.


Tidak terasa sudah 1 bulan lebih Vanya di bimbing oleh Marvin, seorang dosen muda yang digemari mahasiswi di kampusnya.


Skripsinya pun sudah hampir selesai. Vanya sangat tekun menyelesaikan tugas akhirnya itu. Ia sangat bertekad akan lulus tepat pada targetnya.


####


" Bibi saya pesan mie telor pedas ya ". Ucap Vanya dengan penjual kantin di kampusnya.


" Iya mba Vanya ". Balasnya langsung membuatkan pesanan itu.


Vanya pun langsung menuju meja kosong di kantin itu. Sangat banyak mahasiswa disitu tapi tidak satupun yang ia kenal. Vanya jadi murung sendiri karena menjadi mahasiswa semester akhir, menjadi makhluk tak bersahabat di kampus.


" Mba ini mie telornya ". Ucap penjual itu.


" Terimakasih bi ". Balas Vanya.


Vanya langsung makan mie telor panas dan pedas itu. Ia sangat lapar karena tidak sempat masak buat sarapan.


" Bi, bikinkan saya teh es ya ". Ucap Vanya kepada penjual kantin yang lewat di sampingnya.

__ADS_1


" Tu kan, kebiasaan mah kamu mba. Giliran kepedesan baru pesan minuman. Tunggu sebentar ya ". Jawabnya lalu langsung pergi.


Vanya berhenti sejenak makan mie telornya sembari ia menunggu minumannya. Ia sangat merasa kepedesan saat makan mie telor itu. Ia mengipas mulutnya dengan tangannya sesekali ia mengeluarkan lidahnya seperti anjing yang kelaparan.


" Nih minum ini dulu, kasian kepedesan ". Ucap laki-laki meletakkan air mineral di samping mangkuk mie telor Vanya.


" Terimakasih " Ucap Vanya mengambil air mineral itu dan melihat ke arah laki-laki itu.


" Evan " Kata Vanya dengan riang ketika mengetahui siapa laki-laki itu.


" Hai, Kamu apa kabar" Kata Laki-laki dengan tersenyum.


" Aku baik kok. Kamu gimana kabarnya lama banget pulkamnya ". Balas Vanya tanpa menyuruh laki-laki itu duduk.


" Sama aku baik juga kok. Hahha iya lama banget. Udah kangen ya " Kata Evan dengan mengacak-acak rambut Vanya lalu duduk didepannya.


Evan hanya tertawa kecil ketika dengar ucapan Vanya sembari ia mengunyah kacang telur yang diletakkan di atas meja.


" Yeee.... Mba Vanya udah minum aja. Saya sudah bikinin teh es juga nih. Mas Evan kebiasaan ya " Kata Bi Imah sambil berdiri membawa teh es.


" Hahaha iya nih bi. Untung ada aku, jadi nggk kepedesan dia bi. Kalo nggk di kasih air minum tadi bi pasti mukanya yg tembem itu memerah" Ucap Evan lalu tertawa di sambung dengan bi Imah juga ketawa. Vanya hanya geram di bilang pipi tembem.


" Teh esnya buat aku aja bi. Tapi tetap Vanya yang bayar ya bi." Kata Evan lalu mengambil teh es dari nampan yang di pegang bi Imah.


" Ok mas Evan " Balas bi Imah lalu berjalan pergi.

__ADS_1


" Kamu nggak makan Van? ". Tanya Vanya.


" Nggak sudah sarapan di kos tadi ". Balas Evan sambil mengemil kacang lagi.


" Hahaha Halah, masa iya kamu sarapan di kos. Nggak ngejamin itu " Kata Vanya tidak percaya.


" Hahaha.. gimana kabar skripsi kamu Van?" tanya Evan.


" Lancar sih yaa tinggal sedikit revisi aja lagi. Kalo kamu gimana?" Balas tanya Vanya.


" Kalo penelitiannya sudah selesai sih. Jadi konsultasi ke dosen aja lagi gimana kelanjutannya. Berarti kamu sebentar lagi ya." Kata Evan.


" Hmmt ya gitu lah. Tinggal tunggu semangatnya aja lagi buat ngetiknya. " Jawab Vanya lalu berdiri untuk membayar makanan dan minumannya.


" Van, aku ke fakultas dulu ya " Kata Vanya sembari berjalan mengarah ke Evan.


" Lohh cepat banget. Sini lah ngobrol bareng" Ucap Evan seperti rasa kangennya belum hilang.


" Iya kapan-kapan ya. Aku ngajar sebentar lagi. Bye" Ucap Vanya dan berjalan meninggalkan Evan.


" Ngajar! Dia jadi asdos lagi ya? Bapak Riko kemana kalo Vanya ngajar? Terus yang bimbing skripsinya?"


Evan semakin bertanya-tanya dengan hal demikian. Sehingga ia berniah menunggu Vanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan darinya itu.


*********

__ADS_1


Pemeran Evan



__ADS_2