Pelabuhan Cinta.

Pelabuhan Cinta.
10. Terjatuh


__ADS_3

Kediaman Naufal, sebelum adegan menyelinap


Malam itu Naufal tidak bisa tidur, lelaki tampan berkulit sawo matang itu gelisah menghadapi kisah cintanya. Didalam kamar, Naufal tak henti-henti memandangi potret wanita cantik dambaan hatinya, siapa lagi kalau bukan Zahira, bayangan wanita itu yang sering mengusik tidur malamnya.


Karena tak bisa tidur. Laki-laki itu bermain game di hapenya, dia ingin mengalihkan pikirannya tentang Zahira, tapi tetap saja wajah cantik itu selalu memghantuinya. Naufal melihat jam di pergelangan Tangannya sudah menunjukan pukul 02.53.


"Ternyata sudah pagi," gumam Naufal.


Kembalilah posisi Naufal seperti semula, tidur dikasur, balik kanan balik kiri. Matanya tak kunjung bisa di pejamkan. Akhirnya dia beranjak kedapur menyalakan kompor gas, dan mengambil satu bungkus kopi susu buat dia seduh, tak lupa juga dia menyalakan korek api untuk mebakar rokok yang sedari tadi dia anggurkan.


Keputusannya sudah bulat, dia berniat mengirim pesan singkat pada pujaan hatinya, menanyakan kapan Zahira bisa bertemu dengannya. dan tanpa dia duga, ternyata Zahira juga tengah terjaga. Gadis itu juga membalas pesan darinya.


[Zahira, Sengaja ku sebut Namamu agar rindu tak lagi menggebu. Bayangmu hadiri malamku seperti hantu.


Zahira, tak bisakah malam ini kau hadir dengan nyata, memberi belaian lembut di wajahku. Sungguh rindu ini sangat menyiksaku]


Pesan keduapun dia tulis seapik dan seromantis mungkin, pesan dikirim, selanjutnya pesan di terima.


Tak menunggu waktu lama lelaki itu


menelpon Zahira sekedar ingin mendengar suara indahnya. Matanya sampai terpejam saking senangnya mendengar suara Zahira


" ... "

__ADS_1


"Apakah kau tak pernah merindu? Kamu tau kalau rindu bisa menyakiti bila tak bertemu?" tanya Naufal pada Zahira yang tidak mempercai kata-katanya.


" ... "


"baiklah, bagaimana kalau kunyatakan perasaanku sekarang?


" ... "


Tanpa pikir panjang, Naufal beranjak dari tempat dia duduk sedari tadi, dia buka sarung yang dia pakai diganti degan celana jin kesukaanya. Sengaja dia pakai celana untuk memudahkan aksinya, menyelinap. Tak lupa dia pakai jaket untuk menghangatkan badannya yang memang waktu itu masih petang.


***


Pagi harinya Zahira sudah berada di restoran, niat hati ingin cuti, tapi dapat panggilan dari Azizah kalau temennya ada yang tidak bisa masuk, jadi dia harus menggantikannya sampai nanti sore.


Untuk menghilangkan pikiran gelisahnya Zahira ingin menfokuskan diri mengerjakan pekerjaannya yang tertunda karena harus kekamar mandi untuk buang air kecil.


'Apakah aku sedang jatuh cinta? Kenapa kekamar mandipun aku selalu mengingatnya! ah, cinta sungguh meresahkan,' ucap Zahira pada dirinya sendiri. Karena pikirannya melayang entah kemana, Zahira tidak melihat ada pot bunga kecil di samping kiri jalannya.


"Eh!" Zahira terkejut


Gedubrak!


Tiba-tiba saja tubuh Zahira terjatuh menimpa seseorang yang sedang lewat tatkala dia berpapasan tadi, sekejab saja tubuh kecilnya menindih orang itu dengan posisi erotis. Tubuh Zahira jadi membeku setelah melihat lelaki yang ada di bawahnya adalah bosnya sendiri si Hasan, Wajahnya menjadi memerah menahan malu.

__ADS_1


"Apakah berada di atasku membuatmu nyaman, dan tak ingin berdiri?" sindir Hasan dengan senyumnya yang mencibir.


Dengan tergesa. Zahira berdiri dengan memengang dada bidang Hasan sebagai tumpuan untuk menopang berat badannya. "Ma--maaf pak, tadi saya ngelamun, lalu tanpa sadar saya menabrak pot bunga dan ... terjatuh," terang Zahira lirih , wajahnya tidak berani menatap lawan bicara yang ada di depannya.


Sedang hasan mulai berjalan tanpa ingin meladeni penjelasan Zahira, setelah punggung tegap itu melewati Zahira, gadis cantik itu mengusap dadanya seraya berucap syukur dalam hatinya.


"Yes!" gumam Zahira. Dia merasa aman karena bosnya tidak berkomentar apapun.


Namun suara kecilnya masih terdengar oleh Hasan yang belum jauh dari tempat Zahira berdiri.


"Ingat, hukumanmu belum aku tentukan, nanti sore temani aku jalan untuk menebus kesalanmu yang berulang-ulang." Suara berat Hasan mengagetkan Zahira yang sedari tadi memunggungi kepergian bosnya, gadis itu berpikir bosnya sudah tidak ada di tempat itu bersamanya.


Sebelum Zahira sempat menjawab dan membalikkan badanya, tubuh tegap lelaki tampan itu sudah hilang entah kemana. Wajah Zahira kembali murung meski dia sedang berjalan untuk memulai kerja.


Bagaimana ini, nanti sore aku ada janji sama Naufal, kenapa si bos juga malah ngajak jalan. Apakah bos juga naksir aku?," ucap Zahira dalam hati, tanpa sadar, tangan yang sedari tadi mengelap meja dia angkat untuk memukul jidatnya sendiri, dia berpikir hayalannya terlalu tinggi untuk terbang keangkasa.


"Kenapa gak sekalian aja tu kepala jedotin ke tembok, biar benjol sekalian," seru Azizah, dia Cekikikan melihat Zahira bekerja sambil ngelamun.


"haha, kamu bisa aja. Tau aja kalo aku lagi ngelamun," jawab Zahira


"Makanya kalo kerja jangan ngelamun buk, lihat tuh ada pelanggan disana, samperin sono," ucap Azizah menasehati.


Zahira mencoba untuk tidak banyak berpikir agar pekerjaanya lancar, dan tidak selalu membuat kesalahan.

__ADS_1


__ADS_2