Pelabuhan Cinta.

Pelabuhan Cinta.
2. Terbaik untuk Ayah


__ADS_3

Pagi hari, zahira tengah sibuk memasak menu sederhana untuk sarapan bersama ayahnya. Tahu goreng bersama ikan pindang terpilih sebagai menu sarapannya, karna hanya itu yang tersisa di kulkas kecil hasil kreditan ayahnya dari bekerja sebagai kuli bangunan. tak lupa pula ia buat kan bubur beras untuk ayahnya yang sedang sakit, setelah selesai menyiapkan bubur ira bergegas pergi ke kamar tempat ayahnya tidur. .


"Selamat pagi ayah,"sapa zahira


Mata ayah perlahan terbuka memandang wajah putinya sendu, dan tersenyum seraya berkata


"Duduklah nak, "


" Ayah, nanti sepulang sekolah ira cari kerja dulu ya, semua kebutuhan ayah sudah aku siap kan. ucap zahira sambil menyendokkan bubur yang sedang ia pegang dan menyuapi ayahnya.


"Terima kasih nak karna sudah bersabar dengan kehidupan kita yang susah."


"Tak apa yah, kita sama-sama sabar, karna kehidupan tak selalu di bawah, akan ada saat nya kita berada di atas namun mungkin belum saatnya, ira hnya butuh doa dan dukungan ayah." ucap zahira memberi semangat.


"Seandainya, ibumu masih ada pasti dia bahagia putrinya sudah besar dan bisa membuat hati ayah tersentuh dengan kata-katanya," ucap ayah sambil terus mengunyah bubur yang di suapi oleh zahira.


"Seandainya ibu masih ada pasti ayah tidak akan kesepian seperti yang sudah-sudah. Ayolah ayah kenapa ayah tidak cari istri lagi, aku tau setiap malam ayah selalu melamun sendiri sambil memandangi foto ibu, di sana ibu sudah bahagia tak usah ayah fikirkan, sekarang fikirkanlah kebahagiaan ayah, apa yang mesti ayah risaukan,?" ucap zahira menggebu-gebu


"Bahahahhahaha lihatlah anakmu fatonah, dia sekarang sudah berani menyuruh ayahnya buat menikah lagi. , dengan beralasan sebuah kebahagiaan untukku," ucap ayah zahira seraya menghadapkan wajahnya ke langt-langit kamar, seakan almarhumah istrinya berada di atasnya, senyumnya semakin terkembang


"Tau dari mana kamu kalau ayah tidak bahagia dan merasa kesipian hem ...?" tangan ayah terulur memegang rambut zahira, di usap nya rambut dari anak kesayangan nya.


"Ikatan batin seorang anak sangat kuat ayah. aq mengerti perasaanmu tanpa kau ucapkan."


Ayah mengembuskan nafas berat,

__ADS_1


" zahira, selagi putri ayah bahagia, ayah t. pernah merasa kesepian. setiap malam ayah memandangi foto ibu mu itu karna ayah merasa ibu mu selalu berada di di dekat kita, memang benar ayah sangat merindukan ibumu. tapi separuh hati ayah sudah pergi bersama ibumu di sana, hanya tersisa separuh dari hati ayah, dan itu hanya ayah peruntukkan untukmu sebagai putri ayah satu-satunya. sudahlah kau tak perlu risaukan ayah, belajarlah yang rajin agar kehidupan yg menurutmu berputar akan membawa kita berada di paling atas, oke!"


"Ayah ... hiks. .. hiks ... " ira tak mampu berkata-kata lagi, tangisan haru memenuhi ruangan kamar ayah. zahira langsung menghambur ke pelukan ayahnya.


("ya tuhan sisakanlah 1 lelaki seperti ayah untuk ku") gumam zahira dalam hati.


"Cup cup udah besar kok nangis.jellek banget sih. emang gak mau berangkat kekampus ya? ayo bangun siap-siap." menepuk nepuk punggung zahira.


"Ayah, buburnya di habisin ya! aku siap-siap dulu," ucap zahira seraya meletakkan mangkuk berisi bubur yang tengah terabaikan karna perbincangan mereka.


++++++++++++++


di kantin kampus


" Gimana kabar bokap lu ra' ?"tanya erik.


"Sakit apa sih bokap lu?"


"Itu asam lambungnya kumat, kemaren udah di beliin obat juga udah mendingan kok, hmmm.. naufal, boleh aku tanya sesuatu?"


"Boleh"


"Aku butuh pekerjaan, mungkin kau ada ide tempat mana yang cocok buat aku kerja, soalnya kan kamu tau sendiri, aku dalam masa kuliah." tanya zahira penuh harap.


Naufal sedikit mengerutkan keningnya, berhenti sejenak buat mengunyah makanan nya. berfikir tentang apa yang sedang zahira butuhkan.

__ADS_1


"Aku punya teman, ayahnya punya usaha restoran.dan temenku itulah yang mengelolanya. nanti biar ku tanyakan sama dia, lowongan pekerjaan disana.


Senyum zahira terkembang, lalu berucap.


"Terimakasih ya fal aku..." tiba-tiba.


Bug ...


Sebuah pukulan mendarat d punggung naufal.


"Ke kantin gak ngajak-ngajak, pantesan aku cari-cari kagak ada, ternyata kamu lagi enak-enak ya sama zahira." ucap riko temen satu jurusan dengan Naufal.


"Enak di dengkul mu itu, mukul gak pake permisi lagi, dasar tangan lu gak tau etika. sakeet tau!"gerutu naufal,


"Sory broo, aku sekarang lagi semangat untuk menyapamu, tanganku refleks ini. gak ada yang nyuruh sumpah!" jawab riko sambil tertawa tebahak-bahak karna sudah membuat temenya jengkel.


Zahira hanya bisa menahan tawa melihat kekonyolan dua sahabatnya yang kadang usil.


"Oya ngemeng-ngemeng enak juga tuh," tanpa aba-aba langsung mencomot gorengan yang ada di depan naufal.


"Main samber aja tu mulut, beli wooyy" ucap naufal jengkel.


"Pelit amet, satu biji doang kok," ucap riko bersungut-sungut.


"udah-udah kalian kayak para istri yang sedang dimadu lagi berebut jatah, berisik.! Ini buatmu riko aku udah kenyang." seraya menyoddokan mangkuk berisi bakso 5 biji, dan berpaling pergi meninggalkan keduanya.

__ADS_1


"Ira ... ra'... tunggu, dasar ya, ini gara-gara kamu keindahanku jadi pergi." , menujuk ke arah riko seraya pergi mengajar zahira.


" Woooo, orang gak tau apa-apa d salahin, dasar temen luknut," ucap riko tanpa memalingkankan wajah nya karna mulutnya penuh dengan bakso pemberian zahira.


__ADS_2